Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Saling mencintai


__ADS_3

Jam sudah menunjakkan pukuk 7.45 pagi, wanita cantik yang tengah tertidur dengan pulasnya kini terbangun karena sinar matahari yang masuk melalui celah gordennya, dia mulai mengumpulkan nyawanya, namun saat dia merenggangkan otot-ototnya, dia merasa ada sesuatu yang berat berada di perutnya, dia lalu lalu menyibakkan selimutnya dan mendapati sebuah tangan kekar yang memeluk perut langsingnya, pipinya langung memerah karena saat ini dia tidak menggunakan sehelai benang pun, dia laku menatap laki-laki yang kini masih tertidur pulas disampingnya, dan mengelus pipi mulus lelaki tersebut, namun kini pipinya kembali memerah menahan malu karena mengingat aktivitas mereka tadi malam di tambah dengan pengakuan cinta dari kedua orang tersebut.


Flasback on


Apa kamu tidak akan meninggalkan aku kalau kita melakukan itu" tanya Vina.


"Kita sudah jadi suami istri dan itu adalah hal yang wajar dan kita sudah berjanji dihapan Tuhan" jawab Vina.


"Baiklah mari kita lakukan itu" kata Vina lalu menghela nafasnya.


"Aku tidak akan melakukannya jika kamu merasa terpaksa" kata Vano.


"Aku tidak terpaksa, aku melakukan ini karena aku memang ingin melakukannya supaya aku bisa jadi istri seutuhnya untuk kamu, aku sudah memikirkannya matang-matang" jawab Vina.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau kamu, tapi kalau kamu minta aku berhenti aku tidak akan berhenti karena kamu sendiri yang memintanya" kata Vano lalu mendekatkan wajahnya pada wajah perempuan itu, Vina pun mulai memejamkan matanya dan sebuah benda lembut dan kenyal seketika menempel pada bibinya, Vano awalnya hanya mengucupnya tapi dia tidak tahan dengan manisnya bibir istrinya tersebut akhirnya ********** dengan sedikit menuntut membuat Vina kewalahan mengimbanginya.


"Kenapa kamu tidak membalasnya" kata Vano saat melepaskan tautan bibir mereka.


"Aku tidak tau caranya" jawab Vina dengan wajah yang memerah menahan malu.


"Baiklah, sekarang buku mulutmu" kata Vano, kemudian Vina membuka sedikit bibirnya dan langsung di kecup sama Vano, tanpa sadar kini Vina sudah tidak memakai sehelai benang pun, saat kini tatapan Vano tertuju pada dada perempuan itu, Vina yang menyadari itu langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Jangan di tutup, itu sangat indah" kata Vano sambil memegang tangan Vina.


"Sekarang kamu adalah milikku, dan hanya milikku, dan tidak ada orang lain yang bisa menyentuhmu kecuali aku" kata Vano dan di angguki oleh Vina, kemudian Vano kembali menyatukan bibirnya dengan gadis itu dan mulai menyatukan tubuh mereka, mereka melalui malam yang panas sampai mereka mendapatkan pelepasannya masing-masing.


***

__ADS_1


"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaganya untukku, tadi itu sungguh sangat nikmat" kata Vano yang membuat Vina menahan malu.


"Vin tatap mata aku" kata Vano lagi dan Vina kembali menatapnya.


"Vin, aku sangat mencintai kamu, ku harap suatu saat kamu juga bisa mencintaiku" kata Vano dengan tulus sambil menatap mata Vina penuh cinta.


"Sebenarnya aku....... sebenarnya aku juga sudah cinta sama kamu Van" jawab Vina menahan malu.


"Oyaa?? sejak kapan???" tanya Vano tidak percaya.


"Aku juga tidak tau, yang pasti aku merasa sesak saat kamu membawa perempuan lain ke rumah ini dan juga saat aku melihatmu makan berdua dengan perempuan lain di sebuah restoran mall" kata Vina dengan sendu.


"Maafkan aku sayang, percaya sama aku, aku hanya mencintaimu" kata Vano sambil memeluk Vina.

__ADS_1


"Sekarang kita tidur yuuk" lanjut Vano lagi yang di angguki oleh Vina, tidak lama kemudian mereka sudah di alam mimpi.


Flasback end.


__ADS_2