
Tiga tahun berlalu dan kini Axel sudah mulai masuk TK sementara Vani sedang aktif-aktifnya berjalan ke sana kemari membuat Vina kewalahan, pasalnya selama ini Vina selalu di bantu oleh mama dan mertuanya, tapi sepertinya kedua orang tua itu membuat janji untuk berlibur keluar negeri, sementara Vano yang melihat istrinya bermain di taman belakang bersama Vani segera menghampirinya.
"Sayang, apa kamu gak capek, habis nganterin Axel sekolah kamu lanjut lagi jagain Vani, bahkan kamu sudah gak sempay buat mengurus aku, kita pake baby sitter sama pembantu aja yaa" tanya Vano dan duduk di sebuah kursi taman.
"Aku sangat kelelahan Van, setiap hari harus ngantar Axel sekolah, ngurus Vani, kayaknya cari pembantu dan baby sister boleh deh untuk sekarang" jawab Vano tersenyum penuh arti.
"Baiklah sayang, aku akan segera mencarinya, kalau begitu aku pamit ke kantor dulu yaa" pamit Vano mencuri ciuman di kening istrinya dan berlari secepat mungkin sebelum istrinya itu berteriak.
***
Satu minggu kemudian kini baby sitter dan asisten rumah tangga sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sementara sang nyonya dan tuan mereka masih berada di kamar mereka.
"Van lepas, aku mau liat anak-anak" kesal Vina berusaha melepas tangan Vano dari pinggang rampingnya, pasalnya Vina sudah dari tadi ingin melepaskan diri tapi pelukan Vano semakin erat.
__ADS_1
"Kita sudah jarang seperti ini sayang, sebentar saja seperti ini, lagian sudah ada yang mengurus anak kita, jadi kamu tenang aja yaa" bujuk Vano.
"Iyaa tapi kita tidak bisa menyerahkan anak-anak sepenuhnya sama mereka, anak-anak juga butuh orang tuanya" kata Vina lalu melepaskan diri dari kukungan suaminya saat suaminya itu lengah.
"Mending sekarang kamu siap-siap ke kantor, ingat ada dua anak yang harus kamu biayai dan para karyawan yang harus kamu gaji" lanjut Vina saat sudah di depan pintu lalu menutup pintu dengan kesal.
***
Malam harinya Vano pulang dari kantor pukul 19.45, saat membuka pintu dia liat Vina dan Axel sudah selesai makan malam.
"Siapa suruh kamu lambat pulang, kamu pikir aku sama Axel tidak kelaparan menunggumu"kesal Vina namun tetap mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya.
"Kan kamu bisa kasih makan Axel dulu, gak enak tau makan tanpa di temani istri" jawab Vano kemudian mulai menikmati makan malamnya, namun saat makanannya baru di makan stengah Vina berarjak dari duduknya membuat suaminya itu bingung.
__ADS_1
"Aku mau menidurkan Axel dulu, kamu lanjut makan aja" kata Vina menjawab kebingungan suaminya.
"Kamu tetap di situ, Axel biar baby sitternya yang tidurkan" final Vano lalu memanggil baby sister.
"Kamu tidurkan Axel yaa, pastikan malam ini anak-anak tidak rewel" kata Vano pada baby sister itu.
"Baik pak" jawab baby sister tersebut dan membawa Axel ke kamar, melihat itu Vina memberenggut kesal.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 20.45, dan pasangan suami istri itu kini sudah berada di kamarnya, Vina yang masih kesal pun tidak mengeluarkan sepata kata pun.
"Sayang, ayolah, jangan marah seperti ini, aku juga butuh perhatian dari kamu" bujuk Vano memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
Sementara Vina yang tidak tahan mendengar rengengakan suaminya akhirnya membalik badannya menghadap suami menyebalkannya itu.
"Sayang aku mohon, kali ini aja yaa, apa kamu tidak kasihan sama aku, sudah tiga tahun kamu tidak membiarkan aku menyentuhmu" Vano memelas dan di anggukan oleh Vina, melihat itu Vano langsung melancar aksinya.