Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Ending


__ADS_3

Ke esokan paginya semua orang kini berkempul di meja makan sambil menikmati sarapan masing-masing.


"Van, Vin, kami akan berangkat liburan ke Singapur, jadi perusahaan papa titip sama kamu" kata papa Dimas setelah menghabiskan sarapannya.


"Kami juga akan menetap di london, jadi kami harap kalian dapat menjaga diri dengan baik dan cucu kami di sini" kata papa Angga ikut menimpali.


"Kenapa semua jadi mendadak gini" tanya Vina.


"Ini gak mendadak sayang, kami sudah merencanakan ini dari jauh hari" jawab mama Devi.


"Yaa sudah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian" kata Vina lesu.


"Kamu gak usah sedih, kan disini sudah ada suami dan anak-anak kamu" kata mama Devi menenangkan Vina.


***


Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka, Vina dan Vano mengantar orang tau ke bandara dan membawa ketiga anaknya, walaupun tujuan mereka berbeda, sesampainya di bandara mereka langsung menuju ruang tunggu dan menunggu nama mereka di panggil, dan tidak lama kemudian mereka pun lepas landas.

__ADS_1


Kini keluarga kecil itu kembali ke rumah mereka, sesampainya di sana mereka langsung duduk di ruang keluarga.


"Van, jagain anak-anak yaa, aku mau bantu bibi dan Meri bikin makan siang kita" kata Vina dan di angguki oleh suaminya.


Kini Vina sedang berada di dapur membantu menyiapkan makan siang, karena Vina merasa anak-anaknya sudah bisa untuk mulai mandiri jadi Vina memutuskan untuk menyuruh Meri membantu bibi di dapur karena Vina sendiri tidak tega untuk memecatnya.


Setelah menyiapkan makan siang, Vina kemudian memanggil suami dan anak-anaknya yang sedang menikmati tayangan kartun, Vina pun menggendong putri bungsunya dan mereka semua menuju meja makan.


Di meja makan semua anak-anaknya makan dengan lahap, sementara Vina menyuapi putri bungsunya, melihat itu Vano mendekati istrinya lalu menyuapinya.


"Kamu juga pasti lapar, makan yaa" kata Vano menyodorkan sendok yang telah berisi nasi dan lauk, Vina yang melihatnya tersenyun manis dan menerima suapan dari suaminya, dan siang itu mereka makan dari piring yang sama.


***


Jam sudah menunjukkan pukuk empat sore, dan Vano sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia kemudian merenggangkan otot-ototnya lalu bangkit dari duduknya dan menuju ke kamar anak-anaknya.


Sesampainya di sana dia mendapati anak-anaknya sudah segar karena habis mandi, sementara istrinya menekuk wajahnya kesal karena bajunya yang basah, melihat itu Vano tertawa pelan lalu mendekati istrinya.

__ADS_1


"Kamu mandi aja dulu, anak-anak biar aku yang urus" kata Vano terkekeh membuat istrinya semakin kesal, dia pun meninggal anak dan suaminya di sana lalu begegas menuju kamarnya dan segera membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri, Vina mencari keberadaan anak dan suaminya namun tidak menemukan mereka, dia pun turun ke lantai dasar dan bertanya pada Meri.


"Mer, kamu liat anak-anak gak" tanya Vina lembut.


"Mereka lagi main di taman belakang bu" jawab Meri sopan.


Setelah mendengar jawaban Meri, Vina mempercepat langkahnya menuju taman dan mendapati suami dan anak-anaknya sedang bermain bola di sana, sementara putri bungsungnya di ketakkan di dalam kereta dorong.


Vina lalu menghampiri putri bungsunya itu dan membawanya ke dalam gendongannya, lalu duduk pada sebuah kursi di taman itu dan memandangi suami dan anak-anaknya yang sedang bermain.


Sementara Vano yang menyadari kehadiran istrinya, menyuruh anaknya tetap bermain dan berjalan menghampiri istrinya itu, sementara Vina yang melihat Vano duduk di sampingnya tersenyum lembut.


"Terima kasih yaa Van, kamu sudah bersamaku sejauh ini, dan aku sangat beryukur karena menerima perjodohan kita waktu itu" kata Vina dengan senyum lembutnya.


"Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu, karena kamu sudah mau menerimaku dengan baik, melahirkan anak-anak kita dan juga telah merawat mereka dengan baik" jawab Vano lalu mencium kening istrinya.

__ADS_1


Mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya, Vina pun balas mencium pipi suaminya dengan lembut, lalu mereka tertawa bersama sambil memperhatikan anak-anak mereka yang sedang bermain, dan harapan mereka cuma satu, mereka berharap mereka bisa merasakan kebahagian itu sampai maut memisahkan.


T A M A T


__ADS_2