Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Fiting baju 2


__ADS_3

Saat ini Vano menatap kesal gadis di depannya karena gadis itu telah membuat badannya sakit dan lecet di tangan kanannya.


"Kenapa natap aku kayak gitu" tanya Vina yang juga menatap Vano dengan kesal.


"Kenapa kamu dorong aku, tanganku jadi lecetkan jadinya" jawab Vano yang menatap Vina dengan lembut.


"Itu salah kamu sendiri, ngapain kamu masuk kamar aku dan tidur di kasur aku" ucap Vina membela diri.


"Tadi itu aku mau ajak kamu fiting baju, dan kamu sendiri yang narik aku dan pekuk aku" jawab Vano tersenyum menggoda.


"Sekarang kamu mandi, aku tunggu kamu di bawah"lanjut Vano lagi dan meninggalkan kamar Vina, lalu Vina segera menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.


Saat sedang mandi Vani berdiam diri dengan muka yang memerah mengingat kalau ternyata dialah yang menarik Vano dan memeluknya, mengingat itu gadis itu menjadi malu sendiri dan jantungnya berdetak lebih kencang.


Vani lalu menetralkan detak jantungnya dan keluar dari kamar mandi dan segera bersiap lalu turun menemui Vano yang dari tadi sudah menunggunya dan mereka pun segera berangkat.

__ADS_1


"Kalian tidak sarapan dulu" tanya Devi.


"Nanti aja ma, kita sudah kesiangan nanti telat" bukan Vina yang menjawab melainkan Vano.


"Yaa sudah kalian hati-hati yaa dan jagain anak mama" kata Devi.


"Pasti ma, kalau aku tidak jagaian nanti aku gak jadi nikah dong heheh" jawab Vano sambil terkekeh sedangkan Vina hanya memutar bila matanya dengan malas.


***


Setibanya di butik langganan mama Vano, mereka segera di sambut oleh pemilik butik tersebut.


"Iyaa tan, kita di suruh sama mama kesini" jawab Vano, lalu orang tersebut memanggil karyawannya dan menyuruhnya mengarahkan Vano untuk melihat jas dan kemeja kolesi mereka, sementata dia membawa Vina ke arah baju pengantin perempuan.


Tidak lama kemudian Vina keluar dari ruang ganti dan segera menuju Vano yang sedang duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya, seketika Vina di buat kagum dengan penampikan Vano, namun buru-buru dia mengalihkan kekagumannya itu.

__ADS_1


"Van, bagaimana ini bagus tidak" tanya Vina yang membuat Vano mengalihkan pandangannya dari ponselnya, dan membuat Vano terpana dengan penampilan Vina dengan baju pengantin yang membuat Vano jatuh cinta kepadanya, namun dia tidak suka kecantikan Vina nantinya akan dinikmati semua tamu undangan.


"Ganti, punggunya keliatan, terus bagian dadanya juga terlalu terbuka" kata Vano yang membuat Vina kesal.


"Emang kamu mau tubuh kamu jadi tontonan orang-orang nanti" lanjut Vano lagi membuat Vina segera beranjak dari sana.


***


Saat ini Vano dan Vina sedang menikmti makan siang mereka di sebuah restoran,mengingat mereka yang melewatkan sarapan pagi mereka.


"Kenapa mukanya di tekut begitu" tanya Vano.


"Ini semua gara-gara kamu, kamu pikir aku bolak balik ganti baju tadi gak capek" jawab Vina mengeluarkan kekesalannya, pasalnya waktu di butik Vano selalu protes dan menyuruhnya untuk mencari baju lain yang mengakibatkan Vina berganti baju tujuh kali.


"Itu kan juga untuk kebaikan kamu, emang kamu mau tubuh kamu jadi tontonan orang-orang, atau kamu mau dengan sengaja memperlihatkan tubuh kamu pada mereka" kata Vano sedikit emosi hanya dengan membayangkan tubuh calon istrinya jadi tontonan orang.

__ADS_1


"Kamu itu tidak berhak ngatur-ngatur aku" jawab Vina juga tidak kalah emosi karena lelaki itu yang memulai duluan.


"Ingat kamu calon istri aku, dan aku berhak atas kamu" kata Vano membuat Vina terdiam.


__ADS_2