
Sudah stengah jam berlalu, namun dokter belum keluar juga dari ruang UGD membuat Vano mondar-mandir tidak jelas karena dilanda kecemasan yang luar biasa, namun tidak lama kemudian dokter yang menangani Vina pun keluar, Vano yang melihat itu lalu menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istri saya dok, istri saya sakit apa?" tanya Vano tidak sabaran.
"Bapak tenang dulu, istri bapak sudah siuman dan juga baik-baik saja, saya sarankan bapak membawa istrinya periksa ke dokter kandungan yang ada dilantai lima" jawab dokter tersebut sambil tersenyum.
"Silahkan kalau bapak mau lihat kondisi istrinya" lanjut dokter itu lagi lalu meninggalkan lelaki itu, sementara itu Vano pun memasuki ruang UGD dan melihat istrinya yang masih pucat terbaring lemah di atas brangkar.
"Sayang apa kamu baik-baik saja" kata Vano sambil menggenggam istrinya.
"Aku baik-baik saja Van, hanya sedikit pusing" jawab Vina sambil tersenyum lembut.
"Ayoo kita periksa, dokter bilang kita harus periksa di lantai lima rumah sakit ini" jawab Vano lalu membangun Vina dan mendudukkannya di atas kursi roda lalu segera mendorongnya.
Sesampainya di lantai tersebut, Vano melihat tidak ada orang yang sedang mengantri segera menuju ke ruangan yang dimaksud, Vano lalu mengetuk pintu tersebut dan saat mendengar suara dari dalam dia lalu membuka pintu tersebut.
__ADS_1
"Selamat malam dok, saya mau periksakan istri saya" kata Vano.
"Oohh iyaa silahkan duduk, tadi dokter di bawah sudah memberitahu saya" kata dokter tersebut tersenyum lembut.
"Jadi apa keluhan yang di rasakan bu" tanya dokter tersebut.
"Saya sering mual dok, terus kepala saya juga sering pusing dan akhir-akhir ini saya sering meresa lelah padahal saya tidak melakukan apa-apa dok" kata Vina menjelaskan semua keluhannya.
"Baiklah, mari kita periksa dulu bu, supaya kita tahu hasilnya" kata dokter tersebut bangkir berdiri dan di ikuti oleh suami istri tersebut.
"Maaf bu yaa, saya buka bajunya sedikit" kata dokter itu lagi mengoleskan gel pada perut Vina dan mulai memeriksanya.
"Sudah bu' mari duduk dulu dan kita lihat hasilnya" kata dokter tersebut dan menuju ke meja kerjanya di ikuti oleh Vano dan Vina.
"Jadi gimana hasilnya" tanya Vano yang sudah cemas dari tadi.
__ADS_1
"Bapak tenang dulu yaa, istrinya baik-baik saja kok, dan saya punya kabar gembara untuk kalian" jawab dokter tersebut masih memasang senyum lembutnya.
"Jadi begini pak, istri anda sedang hamil dan usianya baru memasuki minggu ke enam, jadi semua keluhan iibu tadi itu adalah gejala awal pada kehamilan trimester pertama" kata dokter tersebut sambil tersenyum.
"Ini serius dok" jawab Vani dan Vano secara bersama, sementara Vani menesteskan air mata bahagianya.
"Iyaa, kehamilan pada trimester pertama ini, itu biasanya masih sangat rentan, jadi saya sarankan ibu memakan makanan yang bergizi dan juga jangan melakukan pekerjaan yang berat" saran dokter tersebut sambil menulis.
"Ini saya kasih resep vitamin, silahkan nanti di tebus di apotik" lanjut dokter itu lagi.
"Terima kasih banyak dok, tapi apa selama kehamilan istri saya, kami boleh melakukan itu dok" kata Vano membuat muka Vina memerah menahan malu.
"Bisa saja pak, tapi tunggu sampai kandungan istrinya kuat, dan juga kalau melakukannya perut istrinya jangan di tekan" jawab dokter tersebut dengan senyum menggoda.
"Baiklah dok, sekali lagi terima kasih banyak" kata Vano bangkit berdiri lalu menyalami dokter tersebut dan di ikuti oleh Vina.
__ADS_1
"Sama-sama, dan bulan depan jangan lupa datang untuk cek up yaa" balas dokter tersebut lalu di angguki oleh kedua orang itu.