
Setelah menghubungi sahabatnya Devi, di segera menujuh kamar anak kesayangannya dan mengetuk pintu kamarnya, saat tidak ada jawaban Devi pun langsung membuka pintu tersebut dan melihat anaknya sedang berdiri di balkon kamarnya, dia lalu menghampiri anaknya itu.
"Kamu kenapa sayang" kata Devi sambil menghampiri anaknya.
"Aku tidak apa-apa kok ma, aku hanya bingung ma, aku mau bantuin papa tapi aku tidak mau kalau harus di jodohkan dengan lelaki itu" jawab Vina dengan lesu.
"Kalau itu kamu tidak usah khawatir nak, tadi mama sudah telfon sahabat mama, dan dia mau bantuin kita, dan dia juga mau kalau kamu jadi menantunya" ucap Devi sambil memegang bahu anaknya.
"Itu siih sama aja mah, tetap aja di jodohkan" jawab Vina jengkel.
"Tapi ini kan beda sayang, emang kamu mau sama kelaki yang dibilang papa" kata Devi lagi.
"Aku tidak mau ma, beri aku waktu untuk memikirkan semua ini yaa ma" kata Vina.
"Baiklah sayang, mama harap kamu segera memberi jawaban sebelum perusahaan papa semakin di ambang ke bangkrutan" kata Devi sambil meninggalkan anaknya itu.
Sepeninggalan mamanya Vina bertambah pusing dengan perkataan terakhir mamanya, lalu dia pun ingin pergi keluar mencari udara segar, dia pun segera mengambil kunci mobilnya, lalu di segera menuju garasi dan menjalankan mobilnya, Vina hanya menjalankan mobilnya tanpa tujuan, namun dia menghentikan mobilnya di sebuah taman dan segera berjalan menuju taman itu dan duduk disana sambil menikmati angin sore.
__ADS_1
***
Sementara itu, Vano yang juga pulang kerja tanpa sengaja melihat gadis yang di cintainya itu sedang duduk sendirian di taman, Vano lalu memarkirkan mobilnya dan menghampiri gadis itu.
"Hai sayang, kenapa kamu duduk sendiri disini" sapa Vano membuat Vina menolehkan kepalanya,setelah melihat orang itu Vina hanya diam tanpa merespon orang itu.
"Kenapa kamu hanya diam saja" ucap Vano lagi sambil duduk di samping gadis itu.
"Bukan urusanmu" jawab Vina dengan ketus.
"Jelas ini urusan aku dong sayang, kan sekarang kamu calon istriku, apa papa kamu belum memberitahu itu" kata Vano membuat kemarahan Vina.
"Vin, tapi.." ucap Vano yang langsung di potong Vina sebelum melanjutkan ucapannya,
"Dengar yaa, aku sudah bilang sama kamu, jangan pernah menunjukkan mukamu sama aku, aku sangat benci sama kamu" kata Vina sambil melepaskan cekalan tangannya dari lelaki itu dengan kasar, lalu segera menjalankan mobilnya, sementara Vano hanya menatapnya dengan perasaan yang campur aduk.
***
__ADS_1
Saat Vina sampai di rumahnya dia melihat mamanya sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton tv, lalu Vina segera menghampiri mamanya.
"Kamu dari mana sayang" tanya Devi saat melihat anaknya menghampirinya.
"Aku habis cari angin ma" jawab Vina, lalu duduk di samping mamanya.
"Ma, aku sudah buat keputusan ma" lanjut Vina lagi.
"Jadi bagaimana sayang" tanya Devi.
"Vina mau di jodohkan dengan anak teman mama" jawab Vina pada akhirnya.
"Kamu serius sayang" tanya Devi antusias.
"Iyaa ma, aku sudah pikir matang-matang" jawab Vina.
"Baiklah, nanti mama akan atur jadwal kita ketemu sama calon kamu sayang" kata Devi antusias.
__ADS_1
"Terserah mama saja" kata Vina dan menuju ke kamarnya.