
Hari ini Vina sedang menunggu sahabatnya disebuah mall, mereka janjian untuk bertemu karena sudah lama sekali meraka tidak pernah bertemu, namun tiba-tiba, ponsel Vina berbunyi menandakan ada sebuah pesan pesan yang masuk, Vina kemudian membuka ponselnha ke kecewa dengan apa yang dibacanya.
"Vin, maaf yaa, aku tidak bisa ketemu kamu hari ini, aku mendadak ada urusan, tapi aku janji nanti sore aku akan ke rumah kamu" isi pesan dari sahabat Vina, gadis itu pun hanya menghembuskan nafasnya kemudian dia beranjak dan segera pergi dari tempat tersebut, tapi saat di parkiran tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
***
Vano yang hari ini tidak pergi bekerja dan memutusnya untuk mengambil cuti satu hari, namun rencana cutinya itu seketika mamanya memintanya untuk mengantarnya berbelanja di mall.
"Van, temanin mama ke mall yukk, mama mau shoping hari ini" kata Ani menghampiri anaknya yang sedang bersantai di gasebo sambil bermain ponsel.
"Mama kan bisa pergi sendiri di antar sama supir" jawab Vano dengan malas.
"Kamu mau durhaka sama mama" kata Ani sambil bertolak pinggang.
__ADS_1
"Baiklah ma, aku ambil kunci mobil dulu" jawab Vano lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
Sesampainya di parkiran Vano yang tidak fokus berjalan menabrak seorang gadis yang sangat dikenalnya.
"Kalau jalan tuh liat-liat dong" kata gadis itu sedikit marah, sementara Vano yang melihat gadis itu mengambil kesempatan karena kebetulan ada mamanya disini.
"Sayang kamu ngapain disini, kamu masih marah yaa sama aku, aku minta maaf yaa" kata Vano yang membuat gadis itu kebingungan.
"Ini kenalin mama aku, dari dulu dia pengen sekali ketemu sama kamu, tapi kamu selalu malu, kebetulan kalian ketemu disini" kata Vano lagi menjawab kebingungan gadis itu.
"Ooh ini toh pacar kamu, gayanya sih oke, atau jangan-jangan hasil dari morotin anak saya" kata Ani dengan ketus, sementara Vina yang mendengar nada ketus dari mama pria didepannya membuat emosinya jadi tersulut.
"Maaf tante, saya bukan pacar anak tante, dan saya tidak perna tertarik sama anak tante, dan satu lagi, saya juga tidak pernah morotin anak tante sedikit pun" jawab Vina dengan emosi, lalu langsung meninggalkan kedua orang itu.
__ADS_1
"Gadis yang tidak tau sopan itu yang kamu sukai Van" kata Ani.
"Iyaa ma, aku suka sama dia, kenapa tadi mama berkata seperti itu" kata Vano sambil menjambak rambutnya karena merasa pusing dengan mamanya.
"Mama hanya ingin mengetes dia aja, tapi ternyata kelakuannya seperti itu" kata Ani lagi.
"Nanti aku jelasin sama mama keadaan yang sebenarnya" kata Vano sambil berlari mengejar gadis itu. Saat sudah sampai di parkiran Vano mengedarkan pandangannya untuk mencari gadis itu, namun tidak ditemukannya lalu Vano berlari menyusuri lorong parkiran sampai dia menemukan gadis yang dicarinya sedang membuka pintu mobilnya.
"Vin.. Vina, tunggu dulu" kata Vano sambil mencekal tangan Vina.
"Mau apa lagi siih, belum puas bikin aku malu depan mama kamu" jawab Vina dengan kemarahan yang tertahan.
"Bukan begitu maksud aku, aku cuma.." Vano berusaha menjelaskan namun kata-katanya langsung di potong oleh Vina.
__ADS_1
"Aku setiap ketemu sama kamu pasti bawaannya selalu sial, dan aku berharap setelah ini aku tidak pernah bertemu kamu lagi" marah Vina lalu meninggalkan lelaki itu, sementara Vano hanya meratapi kepergian perempuan itu, dia sangat menyadari kesalahnnya.