Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Pemberkatan Nikah


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu, dan hari ini adalah hari yang paling di tungguh oleh Vano, karena hari adalah tepat hari pernikahannya dengan Vani


Lonceng telah berbunyi dan saat ini Vano telah menunggu Vina di depan altar.


Lagu pengantar telah di nyanyikan, kemudian pintu gereja pun telah dibuka, jantung Vano berdetak lebih cepat melihat Vina mulai memasuki gedung gereja di gandeng oleh papanya, sesaat Vano melupakan kegugupannya dan terpana melihat kecantikan Vina yang bertambah kali lipat saat memakai gaun pengantin di tambah dengan polesan pada mukanya yang terlihat natural alami.


Saat ini Vina sudah berada tepat di hadapan Vano tapi lelaki itu belum menyadari karena masih terpesona akan kecantikan gadis itu, sehingga sebuah suara mengembalikannya pada dunia nyata.


"Saya percayakan anak saya sama kamu, saya berharap kamu bisa menjaganya dengan baik dan juga memberikan kebahagian pada dia seperti saya membahagian anak saya" kata Angga sambil memberika tangan Vina pada lelaki itu.


"Saya berjanji akan membahagiakan Vina pa, papa tenang aja" jawab Vano sambil menggenggam tangan Vina.

__ADS_1


Sementara Vina saat baru memasuki gedung geraja tangannya berkeringat dingin tapi papanya selalu memberi ketenangan dengan mengusap lembut tangannya sampai dia berada di hadapan Vano, dan kegugupannya makin bertambah saat papanya turun dari altar lalu Vano mulai menggenggam tangannya dan mulai membawanya kehadapan pendeta untuk menerima pemberkatan pernikahan.


***


"Saya Devano Bratawijaya berjanji di hadapan Tuhan dan jemaatnya, menerima engkau Davina Birgantara sebagai satu-satunya istriku, dan akan menemani engkau dalam susah maupun senang, baik untung maupun malang, baik sehat maupun sakit" janji Vano di hadapan Tuhan dan jemaatnya.


"Saya Davina Birgantara berjanji di hadapan Tuhan dan jemaatnya, menerima engkau Devano Bratawija sebagai satu-satunya suamiku, dan akan menemani engkau dalam susah maupun senang, baik untung maupun malang, baik sehat maupun sakit" janji Vina di hadapan Tuhan dan jemaatnya.


"Sekarang di persilahkan pada mempelai laki-laki untuk membuka penutup muka mempelai perempuan dan memberinya kecupan kasih" lanjut sang Pendeta lagi.


Lalu Vano segera membuka penutup muka Vina, dan Vina langsung memberinya kode agar mengecupnya di kening, tapi Vano mengabaikan kode dari Vina, dia lalu memegang pipi Vina dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir gadis itu, yang awalnya Vano hanya ingin mengecupnya tapi dia tidak tahan untuk ******* bibir Vina yang menjadi sudah menjadi candu untuknya saat dia mencuri ciuman Vina waktu itu.

__ADS_1


Namun Vano baru menghentikan kegiatan tersebut saat dia mendengar tepuk tangan yang meriah dari tamu undangan, sementara Vina mukanya sangat memerah di balik polesan make up nya atas tindakan Vano tersebut.


Saat acara pemberkatan nikah telah selesai keluarga kedua mempelai segera menujuh ke hotel tempat resepsi akan di adakan, dan saat ini Vano dan Vina telah berada di salah satu kamar yang telah disedikan oleh mereka, dengan Vina yang tidak mengatakan satu kata pun.


"Kamu kenapa, dari tadi pas selesai pemberkatan selalu cuekin aku" tanya Vano.


"Ini semua itu gara-gara kamu yang bikin malu tau gak, tadi kan aku sudah kode supaya cium di kening, tapi kamu justru mengambil ciuman pertama aku" kesal Vina.


"Habisnya aku gak tahan liat bibir kamu, bibir kamu sudah jadi candu untukku saat kamu menendang aku dari tempat tidur waktu itu" kata Vano sambil terkekeh.


"APA??? jadi kamu?" geram Vina yang membuat Vano hanya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2