Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Keracunan Obat


__ADS_3

Vina dan mama mertuanya kini telah sampai di rumah sakit dan langsung menuju IGD, mereka hanya bisa melihat Vano dari kaca yang sedang terbaring lemah dengan alat-alat yang terpasang di badannya, melihat itu Vina dan ibu mertuanya kembali meneteskan air matanya.


"Van, aku mohon, bertahanlah" kata Vina sambil memegang kaca IGD.


Tidak lama kemudian dokter yang menangi Vano keluar dari IGD, melihat itu Vina dan mertuanya menghampiri dokter tersebut.


"Dok, ada apa dengan suami saya, kenapa dia tiba-tiba jadi kritis begini" tanya Vina khwatir.


"Maafkan kami bu, kami juga tidak tahu bagaimana ini semua bisa terjadi, tapi suami ibu mengalami keracunan obat dengan dosis yang tinggi, kami sudah berhasil mengeluarkan sebagian obat dari tubuh pasien, tapi saat ini pasien masih kritis dan belum bisa di jenguk" kata dokter itu lalu meninggalkan Vina dan Ani.


Mendengar itu Vina kembali menangis histeris.

__ADS_1


"Sayang, kamu harus kuat demi Axel, Vano juga pasti akan marah kalau dia liat kamu kayak gini" kata Ani berusaha tegar, namun dalam hatinya dia pun sangat rapuh, ibu mana yang tidak sedih jika anaknya sedang sekarat.


"Aku tidak kuat liat Vano kayak gitu ma, kenapa Tuhan tidak adil sama aku, kami baru saja menjalani rumah tangga yang bahagia, tapi Tuhan sudah merebutnya kembali dariku" terisk Vina histeris.


"Sayang, kamu tidak boleh menyalahkan Tuhan nak, percaya sama mama, ini semua adalah cobaan dari Tuhan untuk kalian, supaya kalian kuat, dan kamu juga harus percaya kalau Tuhan punya rencana yang indah untuk kalian nanti" nasihat Ani lalu memekuk Vina dan mengusap kepalanya dengan lembut.


"Tapi aku tidak kuat menghadapi semua ini ma" Vina masih menangis dalam pelukan mertuanya.


***


Sudah dua minggu berlalu, dan Vano sudah melewati masih kritisnya dan kini dia sudah di pindahkan ke ruang inap tapi Vano belum juga bangun dari tidur panjangnya.

__ADS_1


Saat ini Vina sedang menemani Vano di rumah sakit, dia menatap Vano dengan perasaan yang campur aduk.


"Van, kapan kamu bangun, aku kangen sama kamu, apa kamu sudah tidak peduli lagi sama aku dan Axel" bisik Vina di telinga Vano dengan suara parau dan serak sambil mengenggam jemari suaminya, setelah mengatakan itu jari Vano sedikit bergerak dalam genggaman tangan Vina, merasakan itu Vina langsung melihat ke arah tangannya dan milhat jari Vano yang bergerak.


Melihat itu Vina langung berdiri dan berlari memanggil dokter, tak lama kemudian dokter pun datang lalu memeriksa Vano.


"Suami ibu sudah baik-baik saja, kita tinggal tunggu pasien bangun dari tidurnya, saat pasien bangun nanti, jangan di ajak bicara dulu" kata dokter yang menangani Vano lalu meninggalkan ruang rawat Vano.


Setelah kepergian dokter yang merawat Vano, Vina kembali duduk pada kursi tunggu lalu menggenggam tangan suaminya.


"Van, sudah hampir dua bulan kamu tidur terus, kamu cepat bangun yaa, sebelum aku cari suami baru untuk jadi papa Axel" bisik Vina sambil terkekeh.

__ADS_1


"Tidak akan ada suami baru dan papa buat Axel, hanya ada aku satu-satunya untuk kalian" kata Vano tiba-tiba membuat Vina mendongakkan kepalanya kaget sembari membulatkan matanya tidak percaya apa yang dia dengar.


__ADS_2