Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Rencana


__ADS_3

Tidak terasa sudah enam bulan pernikahan Vano dan Vani, namun selama itu pula Vano belum pernah menyenyuh istrinya sama sekali karena larangan dari gadis itu.


Saat ini keluarga Birgantara dan keluarga Bratawijaya sedang makan malam di kediaman Birgantara.


"Bagaimana pernikahan kalian" tanya Dimas.


"Baik-baik saja kok pa" jawab Vano.


"Kamu melayani suami kamu dengan baik kan Vin" tanya Devi sambil memicingkan matanya, namun belum sempat Vina menjawab Vano sudah menyelanya lebih dulu.


"Vina melayani aku dengan baik kok ma, dia sudah menjadi istri yang baik untuk aku" jawab Vano.


"Terus kapan kalian bakal kasih cucu untuk kami" timpat Ani, membuat Vano tersedak oleh makanannya.


"Kita juga sedang usaha kok ma, mungkin belum di kasih aja sama Tuhan" jawab Vano setelah meminum airnya.


"Atau jangan-jangan kalian belum melakukannya" todong Ani yang tepat sasaran membuat kedua pengantin baru itu hanya gelagapan.


"Vin, mama mau bicara sama kamu" kata Devi kemudian beranjak dari kursinya dan menuju taman belakang rumahnya.

__ADS_1


"Jadi kamu dan Vano belum melakukan itu" tanya Devi saat dia saat dia sudah mendudukan bokongnya pada sebuah kursi.


"Maaf ma, tapi aku gak cinta sama Vano ma" jawab Vina sambil menundukkan kepalanya.


"Atau jangan-jangan kalian juga tidak satu kamar" tanya Devi lagi.


"Gak kok ma, aku sama Vano sekamar tapi aku tidak membiarkan dia menyentuhku" jawab Vani lagi masih menunundukkan kepalanya.


"Astaga Vina, kamu itu istrinya dan dia berhak atas kamu, mama yakin Vano juga pasti menderita saat dia tidak bisa menyentu kamu" kata Devi lagi sambil menggelengkan kepalanya.


Tanpa mereka ketahui seseorang mendengar pembicaraan mereka, orang tersebut pun lalu menghampiri kedua orang itu lalu duduk di samping Vina.


"Benar yang di katakan mama kamu Vin, kalian itu suami istri jadi wajar kalau kalian melakukan itu, kalau soal cinta mama yakin Vano benar-benar tulus mencintai kamu, dan mama juga yakin suatu saat kamu juga akan mencintai dia" kata Ani sambil mengelus kepala Vani dengan sayang.


"Mau sampai kapan kamu siap Vin, Vano gak mungkin mau terus-terusan nunggu kamu, emang kamu mau suami kamu jajan di luar kalau kamu tidak kasih haknya" timpat Devi.


"Kasih aku waktu ma, untuk memikirkan ini semua" kata Vina pada mama dan mertuanya.


"Baiklah" jawab kedua orang itu secara bersamaan.

__ADS_1


***


Sementara di meja makan tinggal Vano dan kedua papanya.


"Emang benar Van, kalau kalian belum melakukannya" tanya Angga papa Vani.


"Hmm iyaa pa" jawab Vano sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Emang kamu tahan Van" timpal Dimas.


"Aku mencintai Vani dengan tulus pa, jadi aku menghargai keputusannya, dan aku bakal tunggu dia sampai dia siap" jawab Vano.


"Papa yakin kalau Vina juga sebenarnya sudah mulai membuka hatinya buat kamu" kata Angga.


"Kayaknya gak mungkin deh pa, Vina aja tiap hari jutek sama marah-marah sama aku" jawab Vano.


"Papa punya rencana supaya Vina mau mengakui perasaannya sama kamu" ucap Angga.


"Apa?" jawab Vano dan Dimas bersamaan, Angga pun mengatakan rencanyanya itu dengan suara yang di pelankan dan di setujui oleh kedua orang itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku pa, aku akan coba, semoga berhasil" jawab Vano sambil tersenyum mistetius.


Tidak lama kemudian ketiga perempuan yang tadinya pergi ke taman belakang kini juga kembali bergabung di meja makan dan melanjutkan acara makan mereka yang sempat tertunda.


__ADS_2