Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Perempuan lain


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 22.10, namun Vano belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang, sementara Vina yang sudah mulai khawatir dengan suaminya itu kembali menghubunginya namun hasilnya tetap sama, hanya suara operator yang terdengar, sementara Vina yang dari tadi menunggu suaminya, kini cacing-cacing dalam perutnya sudah berdemo untuk meminta di kasih makan, Vina pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu dan akan kembali menghubungi suaminya nanti.


Setelah selesai menikmati makan malamnya tanpa di temani oleh suaminya, Vina kembali ke kamarnya dan berniat akan kembali menghubungi suaminya, namun baru membuka pintu, suara ponselnya sudah berbunyi terlebih dahulu, Vina lalu mempercepat langkahnya karena dia berfikir mungkin suaminya yang sedang menelfonnya, namun saat dia melihat ponselnya ternyata panggilan dari nomor yang tidak di kenalnya, Vina hanya menatap ponselnya itu hingga bunyi panggilan tidak terdengar lagi, namun hanya sedetik kemudian nomor asing itu kembali menghubunginya, karena penasaran Vina lalu menggeser tombol hijau pada ponselnya.


"Haloo..." sapa Vina pada penelfon tersebut.


"Pasti suami kamu belum pulang dan kamu sedang menunggunya bukan" tanya orang tersebut.


"Siapa kamu??, dari mana kamu tahu semua tentang suamiku" tanya Vina yang mulai terbawa emosi.

__ADS_1


"Aku Sara, perempuan yang tadi pagi datang ke rumahmu, aku hanya ingin memberitahu kalau Vano kini sedang berada di tempatku dan dia sedang tidur sekarang," jawab perempuan itu dengan santai lalu mematikan sambungan secara sepihak.


Vina sangat kaget mendengar apa yang di katakan oleh Sara, dan tanpa dia sadari, kini setetes bulir bening jatuh di pipinya dan sedetik kemudian membajiri pipinya saat dia sudah bisa mencerna semua yang telah terjadi.


"Kenapa kamu menghianati aku Van, aku sudah memberikan hatiku sepenuhnya pada kamu, tapi kenapa kamu justru berhianat seperti ini" kata Vina pada dirinya sendiri dan berteriak histeris.


***


Kali ini Vina sudah tidak bisa berfikir dengan jerni lagi karena sudah terhitung tiga hari Vano tidak pulang ke rumahnya, dan selama itu pula Vina selalu menghubungi Vano namun tetap hanya suara operator yang terdengar, membuat Vina kembali memikirkan perkataan Sara tiga hari yang lalu, Vina pun kembali menghubungi suaminya sekali lagi dan dia sangat bahagia saat panggilannya tersambung, dan pada dering ketiga, panggilan tersebut di jawab, namun saat Vina akan bicara, kembali terdengar suara seorang perempuan namun kali ini bukan suara operator.

__ADS_1


"Siapa kamu, kenapa ponsel suami saya ada di kamu" tanya Vina.


"Apa kamu benaran lupa sama aku atau pura-pura lupa" kata perempuan itu dan sedetik kemudian Vina langsung mengenali suara tersebut lalu mematikan sambungan telfonnya.


Karena sudah tidak bisa berfikir dengan jerni dan rasa kecewa sudah terlanjur menguasainya Vina lalu mengumpul beberapa bajunya dan keperluan Axel dan memasukkannya ke dalam koper, setelah itu dia melihat anaknya yang masih tertidur, dia lalu menggendongnya dengan hati-hati dan satu tangannya menarik kopernya.


Sambil menunggu taxi yang di pesannya, Vina lalu mematikan semua lampu dan alat elektronik di rumahnya, tidak lupa dia mengunci semua jendela rumahnya.


Setelah di rasa aman, Vina lalu keluar menuju teras rumahnya dan mengunci pintu utama rumah tersebut, tidak lama kemudian taxi yang di pesannya pun sudah berada di depan rumahnya, supir taxi tersebut lalu memasukkan semua barang bawaan Vina ke bagasi dan mereka pun pergi meninggalkan rumah mewah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2