
Melihat Vano yang sudah bangun dari tidur panjangnya membuat Vina segera berlari dengan perasaan bahagia memanggil dokter, dan tidak lama kemudian Vina kembali dengan dokter yang merawat Vano lalu segera memeriksa keadaannya.
"Kondisi pasien saat ini masih sedikit lemah, jadi sebaiknya pasian jangan di ajak bicara dulu agar kesehatannya segera membaik" kata dokter itu setelah memeriksa Vano.
"Baiklah dok, terima kasih" kata Vina sebelum dokter meninggalkan ruang rawat Vano.
"Van kamu dengar kan kata dokter tadi, kamu jangan banyak bicara dulu yaa sayang" kata Vina sangat antisias.
"Tapi kamu tidak akan cari suami baru kan" tanya Vano memicingkan matanya.
"Kamu tenang aja, karena kamu sudah bangun jadi cari suami barunya batal, jadi kamu jangan banyak bicara dulu" jawab Vina sambil meletakkan jadi telunjuknya pada bibir suaminya, sedangkan Vano yang di perlakukan seperti itu hanya mengangguk, lalu menunjuk keningnya memberi kode pada istrinya, sedangkan Vina yang mengerti pun langsung mengecup kening suaminya lama.
"Sekarang kamu minum dulu yaa" kata Vina lalu memberikan air pada suaminya dan langsung di minum oleh Vano hingga tandas menggunakan pipet.
"Sekarang kamu makan dulu yaa, kamu mau makan apa, biar aku beliin" tawar Vina.
"Aku tidak mau makan, aku maunya di temani sama kamu di sini" jawab Vano sambil tersenyum.
__ADS_1
"Jangan mulai deh Van, kamu baru aja sadar setelah hampir dua bulan tidak sadarkan diri, jadi kamu harus makan biar tenaga kamu cepat pulih" kata Vina sedikit tegas.
"Kamu serius sayang, aku tidak bangun selama itu" tanya Vano terkejut.
"Iyaa, jadi sekarang kamu diam di sini, aku mau pergi cari makan dulu buat kamu" kata Vina tidak menerima penolakan lalu segera keluar mencari makanan untuk suami tercintanya.
Tidak lama kemudian Vina kembali dengan sekotak makanan lalu duduk di kursi samping Vano.
"Kenapa makanannya cuma satu Vin" tanya Vano saat melihat istrinya hanya membawa satu kotak makanan.
"Lalu nanti kamu makan apa" tanya Vano lagi menerima suapan dari istri tercintanya.
"Nanti aku makan di rumah aja, soalnya aku juga mau pulang menyusui Axel, aku sudah telfon mama kok, bentar lagi dia ke sini" kata Vina setelah selesai menyuapi Vani.
"Maafkan aku yaa Vin, kamu jadi harus bolak-balik rumah untuk merawat aku sama Axel" kata Vano dengan raut muka sedih sambil menggenggam tangan istrinya itu.
"Makanya kamu cepat sembuh, biar tidak selalu meropotkanku" jawab Vina sambil terkekeh.
__ADS_1
"Sekali lagi maafkan aku, aku janji, setelah keluar dari sini, aku bakal jadi suami yang baik dan papa yang baik untuk kalian" kata Vano sambil tersenyum.
"Kamu tidak seharusnya bilang seperti itu, selama ini kamu sudah jadi suami dan papa yang baik untuk kami" kata Vina tersenyum
"Makasih yaa sayang, selama ini kamu sudah setia merawatku" kata Vano lalu mencium kening Vina.
"Iyaa sama-sama sayang" jawab Vina masih dengan senyum manisnya.
"Coba kamu ulang lagi Vin" kata Vano.
"Ulang apa" jawab Vina mengerutkan keningnya bingung.
"Itu yang tadi kamu bilang" kata Vano mengedipkan matanya.
"Sayang" kata Vina tersenyum.
"Aku bahagia mendengarnya, baru kali ini kamu memanggilku seperti itu, aku mau setiap kali kamu memanggilkan harus seperti itu" kata Vano membuat Vina hanya memutar bola matanya malas, sementara Vano yang gemas melihat istrinya seperti itu langsung mendaratkan ciuman pada bibir istrinya, namun aktivitas Vano terganggu karena tiba-tiba pintu ruangannya terbuka.
__ADS_1