Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Mengumpulkan bukti


__ADS_3

Sesampainya di ruang UGD, Vina hanya bisa melihat mamanya dari luar karena mamanya tidak bisa di jenguk, melihat beberapa alat yang terpasang di badan mamanya membuat Vina meneteskan air matanya.


"Apa papa sudah tau tentang mama" tanya Vina dengan suara seraknya.


"Iyaa tadi malam aku sudah menghubungi papa, seperti papa akan sampai nanti malam" jawab Vano sambil mengusap bahu istrinya yang bergetar karena menangis.


"Sebaiknya kita kembali ke ruangan kamu, kasian anak kita" kata Vano yang di angguki oleh Vina, walaupun perempuan itu masih mau di sana melihat mamanya.


Sesampainya di sana, mereka mendengar suara tangis anaknya yang begitu kencang, Vano kemudian membuka pintu dan mendapati anaknya sedang dalam gendongan mamanya sambil menenengkannya.


"Sini ma, biar aku susuin dulu, dia pasti lapar" kata Vina saat sudah berada di depan mama mertuanya, mendengar itu Vano membantu istrinya itu naik di atas tempat tidur dan menyetel ranjang dengan posisi nyaman.


Mama Ani pun memberikan cucunya itu pada Vina untuk di beri asi, dan saat itu anaknya langsung diam saat apa yang di inginkannya berhasil di dapatkannya.


Saat sedang asyik menyusui anaknya tiba-tiba Vina teringat sesuatu.

__ADS_1


"Van, anak kita mau di kasih nama siapa" tanya Vina, menbuat Vano menggaruk kepalanya pasalnya dia juga lupa kalau anaknya ternyata belum di kasih nama.


"Bagaimana kalau dikasih nama Natalia Putri Bratawijaya, panggilannya Putri, bagaimana" kata Vano setelah sedikit lama berfikir.


"Baiklah aku setuju" jawab Vina menatap anaknya itu.


***


Malam harinya papa Angga kini berada di ruang rawat Vina, karena dia tidak bisa menemani istrinya di ruang UGD, dan kini mereka sedang berbincang di sana.


"Papa kok merasa ada yang ganjal dengan kecelakaan mama, tadi papa sempat jenguk supir kita, dan katanya ada mobil yang dengan sengaja melaju ke arah mereka, dan katanya pada saat akan menginjak rem, remnya tiba-tiba blong padahal mobilnya habis di servis pagi hari sebelum kecelakaan" kata papa Angga menerawang ke depan.


"Papa sudah menghubungi polisi dan menanyakan ini, tapi kata mereka ini murni kecelakaan karena kelalaian supir" jelas papa Angga lagi.


"Kalau begitu aku akan menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidiki semua ini pa" kata Vano.

__ADS_1


"Apa kalian punya musuh" tanya Vina ikut bergabung dalam obrolan mereka, membuat kedua lelaki itu menggeleng.


"Kamu tenang aja yaa sayang, serahkan semuanya sama aku, mending kamu istrahat dulu, supaya kesehatan kamu makin membaik"kata Vano dan di angguki oleh Vina.


***


Dua bulan telah berlalu, namun mama Devi belum juga bangun dari tidur panjangnya, walaupun sudah melewati masa kritisnya, tapi wanita paru baya itu masih enggan untuk membuka matanya.


Setiap hari Vina selalu datang ke rumah sakit untuk menemui mamanya dan mengajaknya untuk bercerita, sementara anak-anaknya di bawa pengawasan mama Ani.


Seperti saat ini Vano menemani istrinya datang ke rumah sakit, Vina dengan telaten membersihkan tubuh mamanya sambil meneteskan air matanya.


"Ma... mama kapan bangun, apa mama gak mau liat cucu mama" kata Vina, walaupun tidak ada respon sama sekali.


"Sayang, kamu yang sabar yaa, aku yakin mama pasti akan bangun" kata Vano menghapus air mata istrinya.

__ADS_1


"Aku juga sudah menemukan bukti siapa orang di balik kecelakaan mama, nanti kalau mama sudah sadar, aku akan bongkar semuanya" kata Vano menenagkan istrinya.


"Terima kasih yaa Van, kamu selalu ada untukku" kata Vina tersenyum sambil menghapus air matanya.


__ADS_2