
Hari ini adalah hari anniversary pernikahan Vano dan Vina yang ke dua tahun, dan Vina sudah menyiapkan kado yang istimewa untuk suami tercintnya itu, dan saat ini Vina sedang mengantar Vano sampai di depan teras rumahnya, sebelum berangkat Vano mencium kening istrinya lalu kemudian mengecup bibir istrinya singkat, dan tanpa mereka sadari seseorang kini sedang menatap mereka dengan penuh kebencian.
Setelah Vano berangkat ke kantor, Vina kemudian bergegas masuk ke dalam rumahnya, namun tiba-tiba seseorang datang membekap mulutnya dari belakang dan tidak lama kemudian, Vina jatuh pingsan, membuat orang itu tersenyum kemenangan, lalu dia menelfon para anak buahnya dan mereka pun segera membawa Vina dari sana sebelum ada orang yang melihat keberadaan mereka.
Sementara itu di tempat lain, Ani merasa sangat khawatir entah apa apa penyebabnya, dia sudah berusaha menghubungi Vina maupun Vano tapi kedua orang itu tidak menjawab panggilannya sama sekali, karena cemas yang sudah tidak bisa di tahannya, akhirnya dia memustuskan untuk pergi ke rumah Vano, namun saat sampai di sana Ani tidak mendapati siapapun dan hanya mendengar suara tangisan Axel.
Ani kemudian menujuh kamar Axel dan mendapati cucunya itu terbaring di lantai dengan muka yang memerah dan tangis yang semakin kencang, Ani kemudian segera menggendong cucunya dan menenangkannya.
Melihat keadaan cucunya yang seperti itu, Ani sangat geram.
__ADS_1
"Kemana siih Vina, kenapa dia meninggalkan Axel sendirian seperti ini" kata Ani geram melihat keadaan Axel.
Ani pun menuruni tangga sambil menggendong cucunya, dan berjalan menujuh dapur dan membuatkan susu untuk Axel, setelah itu, Ani menidurkan Axel di tempat tidurnya, setelah di rasa tidur Axek sudah aman, Ani kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Vina lagi, namun ternyata ponsel Vina tertinggal di atas nakas kamar Axel.
"Kemana sebenarnya Vina, tidak biasanya dia meninggalkan Axel sendirian seperti ini" kata Ani pada dirinya sendiri yang sudah menghilangkan amaranya pada menantunya itu.
Namun sekarang, jam sudah menunjukkan pukul 19.30 dan Vina belum juga kembali ke rumah, membuat mertuanya itu semakin cemas, dia kemudian menghubungi Vano namun lagi-lagi Vano tidak menjawab panggilan darinya membuat Ani semakin cemas, dia ingin menghubungi besannya tetapi takut jika besannya itu merasa cemas.
"Kenapa kamu seharian ini tidak menjawab telfon dari mama" tanyanya saat Vano sudah memasuki rumah.
__ADS_1
"Maafkan aku ma, aku seharian ini sangat sibuk dan juga ada sedikit masalah di perusahaan, makanya aku tidak sempat menjawab telfon mama" jawab Vano kemudian duduk di samping mamanya menatap Axel yang berada dalam gendongan mamanya.
"Oyaa, Vina di mana ma, kenapa aku tidak melihatnya sama sekali" tanya Vano mencari keberadaan istrinya itu.
"Mama juga tidak tau Van, sejak mama datang hanya Axel sendirian di rumah ini, mama juga sudah berusaha menghubunginya tapi ternyata ponselnya tertinggal" jawab Ani sambil menatap cucunya.
"Apa mama sudah hubungi orang tua Vina, mungkin dia ada di sana" tanya Vano lagi.
"Mama tidak menghubungi mereka, karena kalau Vina ke sana pasti dia membawa Axel, jadi mama takut membuat mereka khawatir" kata Ani masih menatap cucunya.
__ADS_1
"Iyaa juga yaa ma, tapi tidak biasanya Vina meninggalkan Axel sendirian seperti ini" kata Vano yang sudah mulai cemas, namun di tengah rasa cemasnya ponselnya tiba-tiba berbunyi dan nomor asing tertera di sana.