
Malam harinya saat Vano pulang dari kantor, Vano merasa bingung karena mendapati rumah yang sangat sepi, di tambah dengan semua lampu yang sudah di padamkan.
Vano kemudian memasuki rumahnya itu dan menyalakan lampu, kemudian dia menuju kamarnya dan mendapati istrinya sudah tertidur.
Melihat itu, Vano hanya menghela nafasnya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya, sementara Vina yang hanya pura-pura tidur, membuka matanya tersenyum luas puas menatap ke arah kamar mandi.
Saat di dengarnya air dari dalam kamar mandi sudah tidak mengalir, Vina kembali membaringkan tubuhnya dan kembali memejamkan matanya.
Dan benar saja, bersamaan dengan itu Vano telah keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap, Vano pun keluar dari dalam kamar lalu turun ke meja makan untuk menikmati makan malamnya, namun saat membuka tudung saji, tidak ada makanan sama sekali, Vano pun membuka kulkas namun hasilnya tetap sama.
Sementara itu Vina yang sudah mengetahui kebiasaan suaminya, tertawa dengan keras membayang reaksi Vano saat tidak mendapati sedikit pun makanan di meja makan, Vina kembali tekekeh geli saat mengingat bagaimana dia mengerjai suaminya itu.
Flashback on
"Ma.., aku boleh minta tolong gak" tanya Vina pada mertua dan mamanya saat mereka sudah menyelesaikan sarapan paginya.
"Ada apa sayang" jawab mama Ani.
"Aku mau minta tolong sama kalian, boleh gak kasih aku waktu berdua sama Vano malam ini aja, aku mau kasih kejutan sama dia" kata Vina sedikit memohon.
__ADS_1
"Jadi ceritanya kamu mau usir kami?" tanya mama Devi.
"Gak gitu maksudnya ma, maksud aku..,, aduuh gimana yaa jelasinnya ma" bingung Vina.
"Yaa sudah, kami mengerti kok sayang, besok baru kami datang lagi yaa" kata mama Ani tersenyum penuh arti.
"Makasih yaa ma, mama emang yang paling mengerti" kata Vina lalu mencium pipi mertuanya itu.
"Jadi mama gak di cium juga ini" kata mama Devi pura-pura cemberut, Vina yang melihat itu pun tersenyum lalu memcium dan memeluk mama tersayangnya itu.
Saat papa mertua dan papanya sudah berangkat kerja, mama mertua dan mamanya juga telah bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya masing.
"Ada apa bu" tanya mereka serempak.
"Kamu, tidurkan anak-anak lebih awal yaa" perintah Vina dan di angguki oleh baby sisternya.
"Dan untuk bibi, bibi gak usah masak banyak hari ini, cukup untuk kita bertiga aja" kaya Vina lembut dan sopan.
"Terus nanti tuan Vano makan apa bu" tanya bibi merasa bingung.
__ADS_1
"Vano gak usah di pikiran bi, dia tadi sudah bilang kok dia makan di luar sama rekan bisnisnya" jawab Vina meyakinkan dan akhirnya di angguki oleh bibi.
Flashback end.
***
Sementara di meja makan Vano yang sudah sangat kelaparan menuju kamarnya berniat untuk membangunkan istrinya, namun saat baru akan membuka pintu, dia samar-samar mendengar suara orang tertawa kecil dari dalam, Vano pun membuka pintu dengan lebar membuat Vina sangat kaget.
"Jadi kamu belum tidur" tanya Vano pura-pura tidak tau apa pun.
"Aku baru aja bangun" jawab Vina berusaha menetralkan ekspresinya.
"Apa jangan-jangan kamu sudah merencanakan ini" kata Vani memicingkan matanya.
"Merencanakan apa" perasaan Vina mulai tidak tenang.
"Tidak usah pura-pura, kalau aku tidak bisa makan malam, aku bisa memakanmu" kata Vano tersenyum penuh arti.
"Jangan macam-macam kamu,aku sedang hamil yaa" panik Vina.
__ADS_1
"Hamil bukan masalah, lagian kan ini sudah boleh" kata Vano semakin mendekat membuat Vina semakin panik sehingga tidak bisa melawan, dan Vano pun mulai melancarkan aksinya.