Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Pulihnya Mama Devi


__ADS_3

Setelah hampir tiga bulan di rawat di rumah sakit, kini mama Devi sudah bangun dari tidur panjangnya, Vina yang kebetulan sedang membersihkan tubuh mamanya tersenyum sangat bahagia saat mata yang sudah hampir tiga bulan itu tertutup kini terbuka lagi.


"Ma... mama sudah sadar, aku senang banget akhirnya mama sadar juga" kata Vina memeluk mamanya dengan refkeks, namun mamanya itu tidak merespon sama sekali karena mulutnya terlalu berat untuk di buka.


"Mama tunggu sebentar yaa, aku mau panggil dokter dulu" lanjut Vina lalu segera berlari mencari dokter.


Tidak lama kemudian, Vina dan dokter pun masuk ke ruang rawat mama Devi dan memeriksa keadaan mamanya, setelah itu melepas alat pernafasan yang di pasang pada hidung pasien.


"Kondisi mamanya sudah stabil, pasien jangan banyak di ajak bicara dulu, nanti kita lakukan rawat jalan supaya otot-otot pasien tidak kaku" kata dokter itu lalu meninggalkan ruang rawat mama Devi.


"Mama minum dulu yaa" kata Vina lalu mengambil gelas yang berisi air di atas nakas dan memberikannya pada mamanya, mama Devi pun meminumnya hingga tandas dengan menggunakan pipet.


"Mama makan dulu yaa, biar tenaga mama cepat pulih" kata Vina lagi dan hanya di angguki oleh mamanya.

__ADS_1


Setelah menyuapi mamanya, Vina kemudian membaringkan mamanya dan menyelimutinya hingga dada, setelah mamanya sudah tertidur Vina mengambil ponselnya dan menghubungi suaminya.


Pada deringan pertama Vano langsung menjawab ponselnya, dia pun memberitahu jika mamanya sudah siuman, setelah menelfon suaminya dia juga menghubungi papanya dan juga mertuanya.


Satu jam kemudian mereka semua kini telah berada dalam ruang rawat mama Devi dan menikmati makan siang bersama di sana, setelah menyelesaikan makan siangnya Vina dan mama Ani membereskan bekas makanan mereka kemudian membuangnya ke tempat sampah.


"Kita hanya perluh menunggu mama pulih sepunuhnya, setelah itu aku akan membongkar siapa dalang di balik ke celakaan mama, aku pastikan dia akan membusuk di penjara" kata Vano memulai obrolan dengan mata tajam.


"Apa kamu yakin sudah menyelidiki ini dengan baik" tanya papa Angga.


***


Satu bulan berlalu dan kini kondisi mama Devi semakin membaik, dan rencana Vano sudah matang untuk menangkap pelaku tabrakan mama mertuanya, Vano sudah tidak sabar untuk menjebloskan orang itu ke dalam penjara.

__ADS_1


Saat ini Vano dan Vina sedang menikmati sarapan pagi mereka.


"Sayang, nanti aku pulang agak malam yaa, soalnya aku ada urusan penting" kata Vano setelah menghabiskan sarapannya.


"Kamu ada urusan apa" tanya Vina memicingkan matanya.


"Nanti juga kamu akan tau, aku sudah kasih tau mama, nanti sore mama akan datang kesini temani mamu, biar kamu gak repot urus anak-anak sama mama"kata Vano sambil tersenyum


"Iyaa deh yang sudah mulai main rahasia" kata Vina tersenyum sinis.


"Kalau begitu, aku berang dulu yaa, kamu baik- baik di rumah" kata Vano lalu mencium kening istrinya.


Vano pun berangkat ke kantor mengendarai mobilnya dengan santai sambil tersenyum sinis membayangkan rencananya akan berhasil.

__ADS_1


Sesampainya di kantor Vano langsung menuju ruangannya dan duduk menyandarkan punggungnya pada kursi kebanggaannya, dia pun mengambil ponselnya lalu menghubungi papanya dan papa mertuanya mengenai rencananya.


Setelah itu,Vano mengerjakan pekerjaannya dengan cepat karena dia sudah tidak sabar menunggu malam datang.


__ADS_2