
Vano kini telah menyelesaikan ritual mandinya dan segera menuju ruang ganti untuk menganti pakaiannya, kini dia sudah bersih dan merasa segar, dia lalu menuju tempat tidur dan mendapati Vina yang sedang tertidur pulas dengan masih menggunakan gaun pengantinnya.
Vano lalu mendekati istrinya itu dan menatapnya begitu intens, hatinya menghangat saat dia menyebutnya sebagai istri.
"Vin, bangun yuuk, mandi dulu" kata Vano membangunkan istrinya sambil mengusap rambutnya dengan lembut, Vina pun bangun karena dia merasakan usapan di atas kepalanya.
"Mau ngapain kamu, kamu jangan macam-macam yaa sama aku" kata Vina sambil bangkit dari tidurnya.
"Aku gak macam-macam kok sayang, hanya satu macam aja" kata Vano menggoda istrinya itu, membuat Vina menatapnya dengan kesal.
"Aku tadi bangunin kamu supaya mandi dan berganti baju supaya kamu nyaman tidurnya" lanjut Vano lagi.
Vina pun segera beranjak menuju kamar mandi, namun saat dia ingin membuka gaun pengantinnya itu dia sedikit kesusahan karena tangannya tidak sampai pada punggungnya, dia pun berfikir lama dan akhirnya keluar dari kamar mandi masih dengan gaun pengantin yang melengket pada tubuhnya.
__ADS_1
"Kenapa belum mandi" tanya Vano yang melihat Vina masih berpakaian pengantin.
"Bukain gaun aku" kata Vina membelakangi Vano membuat laki-laki itu menelan ludahnya.
"Ayoo cepat buka, aku mau mandi" lanjut Vina lagi.
"I..iyaa" jawab Vano dengan gugup sambil membuka resleting baju istrinya itu, namun Vano hanya bisa menelan ludahnya melihat punggung istrinya itu yang sangat mulus, dia jadi memikirkan bagaimana kalau dia menyuntuh punggung itu, namun belum sempat Vano menyentuhnya istrinya itu segera membuyarkan lamunannya.
"Sudah selesai belum, masak gitu aja lama" gerutu Vina yang sudah mulai kesal.
Vina pun lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi saat mendengar ucapan Vano, sementara Vano hanya bisa menghela nafasnya melihat istrinya yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.
"Kamu gak peka banget siih Vin, kamu sudah membangunkan yang di bawah sana, masak aku harus mandi lagi" kata Vano pada dirinya sendiri lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur.
__ADS_1
***
Sementara itu Vina yang baru saja melakukan ritual mandinya merutuki dirinya sendiri karena dia lupa membawa handuk, namun setelah lama memikirkannya dia pun memanggil Vano.
"Van... Vano...Vanoooo" teriak Vani karena tidak ada jawaban dari luar, sementara Vano yang sudah mulai terlelap bangun dengan kaget dan segera menuju ke kamar mandi karena takut istrinya kenapa-napa.
"Vin, kamu kenapa, kamu baik-baik saja kan" kata Vano sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Minta tolong ambilin aku handuk dong" kata Vina dari dalam kamar mandi membuat Vano hanya menghembuskan nafasnya.
Tidak lama kemudian Vano kembali mengetuk pintu kamar mandi.
"Vin ini handuknya" kata Vano dan Vina pun mengulurkan tangannya dan segera mengambil handuk tersebut dan mengeringkan badannya, namun saat dia ingin memakai bajunya dia kembali merutuki dirinya karena lagi-lagi dia lupa membawa baju ganti, dia ingin kembali minta tolong kepada Vano tapi dia tidak ingin lelaki itu menyentuh pakaian dalamnya, namun setelah lama berfikir dia pun keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk.
__ADS_1
Vano yang melihat tubuh istrinya yang hanya berbalut handuk yang tidak sepenuhnya menutupi pahanya kembali menelan ludahnya dengan susah payah karena adik yang sudah susah payah di tidurkannya itu kembali bangun.
"Kenapa siih Vin kamu menyiksa aku seperti itu" kata Vano pada dirinya sendiri lalu menghembuskan nafasnya.