
Malam harinya Vano dan kedua papanya kini sedang berada di ruang kerja Vano.
"Bagaimana dengan rencana kamu Van" tanya papa Angga.
"Kita tinggal menuju ke lokasi saja, aku sudah menghubungi polisi" jawab Vano lalu meminum kopinya hingga tandas.
"Lalu apa lagi yang kita tunggu, bukannya lebih cepat kita bergerak lebih baik" tanya papa Dimas.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita jalan" kata Vano lalu bangkit dari duduknya di ikuti oleh kedua papanya, mereka pun segera menuju parkiran dan hendak mengambil mobil masing-masing.
"Sebaiknya kita semua menggunakan satu mobil saja, agar tidak mencurigakan" kata Vano dan kedua papanya pun menaiki mobil Vano dan mereka segera berangkat ke tempat persembunyian orang itu.
Mereka kini telah sampai di sebuah rumah mewah, dan beberapa polisi pun sudah berjaga di sana, komandan polisi pun mulai mengarakan aparatnya dan mengepung rumah itu.
Dua orang polisi berjalan di depan, sementara Vano, Dimas dan Angga mengikuti polisi itu dari belakang, sesampainya mereka tepat di depan pintu, mereka mendengar suara musik yang amat keras dari dalam rumah itu.
__ADS_1
Kedua polisi itu segera mendoprak pintu itu dan seketika semua orang yang di dalamnya menoleh ke arah pintu dengan muka tegang.
"Rumah ini telah kami kepung" kata polisi itu dengan pistol di tangannya, polisi itu pun berjalan dengan perlahan dan memborgol target.
"Ada apa ini kenapa kalian memborgol anak saya" tanya seorang perempuan paru baya.
"Maaf tante, anak tante telah mencelakai mertua saya, dan dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya" kata Vano.
"Tidak, itu tidak mungkin" jawab perempuan para baya itu lagi hendak melawan.
Yaa perempaun yang telah merencanakan kecelakaan mama Devi adalah Sara, dan kini suasana tegang kini menyelimuti rumah keluarga Sara.
"Maafkan putri saya tuan, dia adalah putri satu-satunya kami" kata papa Sara memohon di kaki Vano.
"Hukum harus tetap berjalan, karena putri anda telah mengusik keluarga anak saya" bukan Vano yang menjawab melainkan Dimas.
__ADS_1
"Saya janji, saya akan menasehatinya setelah itu" kata orang itu masih memohon.
"Semua sudah terlambat" jawab Vano lalu pergi dari rumah itu mengikuti polisi yang sudah membawa Sara.
Sesampainya di kantor polisi, Vano menemui Sara di tempat sel.
"Van, maafkan aku, aku sangat menyesal" kata Sara berlinang air mata.
"Penyesalanmu kini sudah tidak ada artinya, merenunglah di tempat ini dan semoga kamu menjadi orang lebih baik" jawab Vano, setelah itu meninggalkan Sara sendirian di sana.
Vano melihat jam pada pergelangan tangannya dan ternyata sudah menunjukkan pukul 00.23 dini hari, Vano pun segera meninggalkan kantor polisi karena kedua papanya sudah pulang lebih dulu menggunakan taxi.
Sesampainya di rumah, Vano langsung menuju kamarnya dan mendapati istrinya sudah tertidur lelap, dia juga melihat putri kecilnya yang juga sudah tertidur, Vano kemudian menuju kamar mandi dan membersihkan badannya dengan kilat karena dia juga sudah sangat mengantuk.
Setelah melakukan ritual mandinya, Vano ikut berbaring di samping istrinya kemudian mencium keningnya.
__ADS_1
"Semoga setelah ini tidak ada lagi masalah dalam rumah tangga kita, aku harap kita bisa hidup bahagia bersama anak-anak kita" kata Vano lalu mencium kening istrinya sekali lagi lalu ikut tertidur.