
Vina yang masih menatap suaminya dari kaca UGD merosotkan tubuhnya ke lantai masih dengan posisi menggendong Axel, dan suara tangisan Axel kembali menyadarkan Vina membuat dia menghapus air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Maafkan mama yaa nak, kita harus kuat supaya papa segera sembuh dan kumpul lagi sama kita" kata Vina sambil mengelus pipi gembul anaknya.
Setelah itu dia mengambil ponselnya karena belum mengabari orang tuanya dan juga mertuanya, tidak lama kemudian mertua dan orang tuanya kini sudah sampai di rumah sakit dan menghampiri Vina yang masih dengan posisi duduk di lantai sambil menangis.
Ani yang melihat itu langsung mengambil alih Axel dan menggendongnya membuat Vina langsung menghambur kepelukan mamanya.
"Ma, Vano ma, aku takut kalau dia kenapa-napa ma" kata Vina menangis dengan kencang dalam pelukan mamanya.
"Kamu harus tenang nak, ada Axel yang harus kamu perhatikan, dan juga kita harus berdoa demi kesembuhan Vano" kata Devi mengelus pungung anaknya.
__ADS_1
Sementara itu Angga dan juga Dimas yang baru datang menghampiri ke tiga orang itu.
"Bagaimana keadaan Vano Vin" tanya papa Dimas.
"Aku juga tidak tau pa, dokter masih di dalam menangani Vano, aku takut pa kalau terjadi sesuatu sama dia" kata Vina masih menangis, melihat itu Dimas menarik menantunya itu ke dalam pelukannya.
"Kamu yang sabar yaa nak, papa tau Vano itu anak yang kuat, apa lagi sekarang sudah ada Axel, papa yakin dia akan kuat demi anaknya" kata Dimas menenangkan Vina membuat perempuan itu hanya menganggukan kepalanya.
"Dok, bagaimana keadaan suami saya" tanya Vina dengan suara serak.
"Luka-luka pada tubub suami anda sudah kami jahit, dan saat ini pasian masih kritis, dan sekarang juga sedang membutuhkan donor darah karena untuk saat ini golongan darah O sedang tidak tersedia" dokter yang membuat Vina semakin meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Dok, ambil darah saya saja, darah saya O" kata Dimas di selah kepanikan semua orang.
"Baiklah, kalau begitu silahkan ikut saya, karena kita akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu" kata dokter itu.
"Kalian semua jangan panik yaa, Vano tidak akan kenapa-napa" kata Dimas lalu mengikuti dokter yang menangani Vano.
***
Sudah satu minggu berlalu, tapi Vano belum juga bangun dari tidur panjangnya, saat ini Vano sudah di pindakan ke ruang inag VVIP, dan kini Vina masih setia menemani suaminya di sana, sementara Axel di titipkan pada mertua dan mamanya, Vina hanya pulang ke rumahnya sebentar jika sudah waktunya untuk menyusui Axel, sementara itu papa Angga dan papa Dimas, masih sibuk dengan siapa dalang di balik kecelakaan Vano, karena Dimas begitu tahu kalau dalam kondisi apa pun anaknya tidak pernah membawa mobil dengan tidak hati-hati.
Vina saat ini sedang membersihkan badan suaminya dengan handuk basah dengan telaten, dia berharap suaminya itu segera bangun dari tidur panjangnya.
__ADS_1
"Sayang, kamu kapan bangunnya, aku sama Axel kangen sama kamu" bisik Vina di telingan suaminya lalu mengecup kening dan pipi Vano bergantian, lalu setetes bulir bening kembali jatuh di pipi mulusnya.