Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Tempat Vina di sekap


__ADS_3

Perempuan itu sangat geram karena Vano belum juga menyerahkan berkas yang dia inginkan, dia kemudian menggertakkan giginya .


"Kalau kamu serahkan berkas itu, aku akan segera pergi dari sini dan kamu bisa segera membebaskan istrimu" desis Sara menahan emosi, yaa perempuan itu adalah Sara, mantan kekasih Vano.


"Aku tidak percaya padamu, waktu itu kamu hampir saja menghilangkan nyawaku, jadi hari ini aku tidak yakin kalau kamu akan membebaskan istriku dengan mudah" kata Vano santai membuat emosi Sara semakin memuncang.


"Oohh jadi kamu mengingat kejadian waktu itu, baiklah, kalau begitu aku tidak akan menyembunyikan apa pun dari kamu sekarang, asal kamu tau, waktu itu aku yang merencanakan kecelakan itu, tapi ternyata takdir masih berpihak padamu, saat itu aku sangat senang, karena ternyata kamu dan keluargamu tidak menemukan bukti atas kecelakaan itu, hahaha" kata Sara tertawa sangat keras membuat emosi Vano hampir meledak.


"Maka dari itu aku berusaha untuk melenyapkanmu kembali tapi ternyata saat ini kamu sudah siuman, aku kira kamu bakal mati waktu itu" sinis Sara.


"Dan satu lagi, waktu itu aku yang membuat istri bodohmu itu percaya kalau aku sedang mengandung anakmu, dan kita kembali bersama" tawa Sara kembali meledak membuat Vano mengepalkan tangannya, sementara Vina hanya bisa menangis merutuki kebodohannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu melakukan semua ini pada keluarga" tanya Vano berusaha menahan emosinya.


"Karena aku mencintaimu, tapi kamu justru memilih perempuan bodoh ini" desis Sara memutari kursi tempat Vina terikat membuat Vina ketakutan melihat itu.


"Awalnya aku berfikir, kalau aku tidak bisa memilikimu, maka perempuan bodoh ini juga tidak bisa memilikimu, tapi aku tidak ingin mengotiri tanganku, makanya aku ingin semua asetmu supaya kau dan istri bodohmu ini hidup menderita" lanjut Sara lagi.


"Dasar perempuan gila, kau ingin menghancurkan rumah tanggaku" teriak Vano mengepal tangannya sambil berjalan menuju ke kursi tempat Vina dan Sara berada.


"Baiklah, sekarang apa maumu" kata Vano berusaha tenang.


"Letakkan berkas itu di atas meja sekarang juga" kata Sara membuat Vano tampak berfikir.

__ADS_1


Setelah lama berfikir, akhirnya Vano kembali bersuara.


"Baiklah, demi istriku akan ku serahkan semua asetku padamu, tapi sepertinya masih ada yang tertinggal di mobilku, aku akan mengambilnya sebentar"kata Vano dan siap untuk berbalik tapi langsung di cegah oleh Sara.


"Biar anak buahku saja yang mengambilnya, kamu tetap di situ" kata Sara yang tidak percaya pada Vano, namun Vano hanya menganggukkan kepalanya karena itu memang rencananya.


Salah satu anak buah Sara pun keluar dari gubuk itu untuk mengambil berkas yang katanya tertinggal di mobil, namun sudah tiga puluh menit berlalu orang itu belum juga kembali membuat Sara menjadi khawatir.


"Apa kamu menipuku, kenapa dia belum juga kembali" tanya Sara sedikit geram.


"Aku sama sekali tidak menipumu, atau kah anak buahmu itu yang telah menipumu, apa lagi berkas yang tertinggal itu adalah berkas perusahaanku" kata Vano tersenyum meremehkan, mendengar itu Sara menggeram tertahan dan kembali menyuruh anak buahnya menyusulnya, namun 45 menit berlalu kedua orang itu tidak juga kembali.

__ADS_1


"Apa kedua anak buahmu itu bersekongkok untuk menipumu, seharusnya kau sendiri yang pergi mengambilnya tadi, karena itu adalah aset yang sangat besar, di banding dengan semua ini" kata Vano tersenyum meremehkan.


__ADS_2