Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Orang Misterius


__ADS_3

Di tengah bingungnya Vano dan juga cemas memikirkan istrinya yang hilang tanpa jejak, tiba-tiba ponselnya berbunyi, Vano kemudian mengambil ponselnya yang terletak dalam saku celananya lalu menatap layar ponselnya dengan kening yang berkerut.


"Siapa Van, kenapa telfonnya tidak di angkat" tanya Ani yang bingung melihat Vano hanya menatap layar ponselnya.


"Nomor tidak di kenal ma" kata Vano lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku.


"Angkat aja Van, siapa tau penting, atau mungkin itu kabar dari Vina" kata Ani sedikit cemas.


"Kalau pun itu penting atau kabar dari Vina pasti nanti akan menelfon lagi" kata Vano santai dan ponselnya kembali berbunyi.


Setelah menatap ponselnya lama, Vano pun akhirnya menjawab panggilan tersebut.


"Halo.." sapa Vano pada si penelfon.


"Haloo sayang, apa kamu merindukanku" jawab si penelfon ini, membuat Vano mengerutkan keningnya pasalnya itu bukan suara istrinya.

__ADS_1


"Apa saat ini kamu sedang mencari istri bodohmu itu" kata orang itu lagi sambil tersenyum sinis di sana.


"Apa maksudmu, kau siapa?? apa hilangnya istriku ada hubungannya denganmu" kata Vano dengan emosi yang sudah mulai menguasainya.


"Aaahhh ternyata kamu sudah melupakanku" kata orang itu lagi membuat emosi Vano semakin memuncak.


"Heeii jawab pertanyaanku, kau siapa, dan istriku ada dimana sekarang" kata Vano dengan sangat emosi.


"Kau tidak perlu tau siapa aku, kalau kau mencari dimana istrimu, akan ku beritahu" kata orang itu lagi dengan senyum sinis yang mengembang pada bibir tipisnya.


"Cepat katakan, dimana istriku" teriak Vano pada si penelfon itu.


"Katakan kau di mana, aku akan segera ke sana" kata Vano sangat mencemaskan istrinya.


"Tidak semudah itu sayang, aku ada satu syarat untukmu agar kau bisa bertemu dengan istrimu" orang itu tersenyum sangat lebar membuat Vano menggertakkan giginya di seberang sana.

__ADS_1


"Katakan apa maumu" tanya Vano mulai tidak sabar.


"Tenang sayang, syaratnya sangat mudah, cukup serahkan semua aset kamu, maka aku jamin istri bodohmu ini akan selamat kata orang itu lagi.


"Jangan gila kamu, jangan harap aku akan memberimu seperser pun yang kamu inginkan" kata Vano lalu mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


Melihat anaknya sangat emosi, membuat Ani penasaran siapa yang telah menelfon anaknya.


"Ada apa Van, siapa yang menelfon" tanya Ani.


"Aku juga tidak tau dia siapa ma, tapi saat ini Vina sedang bersama orang itu, dan dia meminta tebusan semua aset kita" kata Vano lalu menghembuskan nafasnya kasar.


"Ini tidak bisa di biarkan Van, kita harus lapor polisi" kata Ani.


"Iyaa ma, sebaiknya mama telfon orang tua Vina dulu aku mau ganti baju dulu, habis itu kita ke kantor polisi" kata Vano yang di angguki oleh mamanya, setelah itu Vano melangkahkan kakinya menuju kamarnya lalu segera membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri, Vano kemudian mencari bajunya karena selama ini Vina yang selalu menyiapkannya, namun tanpa sengaja matanya menangkap semua kotak yang terletak di atas meja rias istrinya, Vano yang penasaran segera mengambil kotak itu dan mulai membukanya.


Saat di bukanya, tulisan tangan istrinya yang mengucapkan selamat ulang tahun pernikahan membuatnya tersenyum, dan ternyata di dalam kotak itu masih ada satu kotak lagi, Vano kemudian membuka kotak itu dan matanya membulat sempurna saat melihat isi kotak itu.


__ADS_2