Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Kecelakaan 2


__ADS_3

Sementara di tempat yang berbeda, mama Devi yang baru saja menerima panggilan dari besannya yang mengatakan Vina berada di rumah sakit dan akan melahirkan, dengan buru-buru memanggil sopir pribadinya karena suaminya belum pulang dari luar negeri, saat mereka sudah berangkat, tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mobil itu dengan senyum misterius lalu menghubungi seseorang.


Namun saat di perjalanan karena sudah cukup larut, membuat jalanan sangat senggang sehingga mam Devi menyuruh sopirnya untuk meningkatkan kecepatannya.


"Pak, cepat sedikit yaa, saya tidak mau melewatkan momen anak saya melahirkan cucu saya, soalnya cucu saya yang sebelumnya saya kehilangan momen itu" kata Devi antusias.


"Baik bu" jawab sopir itu singkat lalu meningkatkan kecepatan mobilnya.


Namun saat di jalan yang cukup sepi, sebuah mobil dari arah berlawanan melaju dengan sangan sangat kencang, namun naasnya kecelakaan tidak dapat di hindari karena saat sopir berusaha menginjak rem mobil, remnya tiba-tiba blong.


Namun demi menghindari tabrakan terjadi, sopir membanting setir ke kanan dan menabrak sebuah pohon besar, sehingga mama Devi terpental ke depan dengan keras dan langsung tidak sadarkan diri, begitu pun dengan sopirnya mengalami kejadian yang sama.


Sementara mobil yang melaju dengan kencang tadi menghentikan mobilnya pada trotoar, lalu menuruni mobil dan berjalan mendekati mobil yang hampir di tabraknya tadi, dia pun tersenyum puas melihat orang di dalamnya sudah tidak sadarkan diri dengan darah segar mengalir dari kepala mereka.


"Halo bos, misi sudah selesai, dan saya pastikan mereka tidak akan selamat" kata orang itu menelfon bosnya.

__ADS_1


"Kerja yang bagus, nanti komisi kamu saya transferkan" jawab orang di seberang sana lalu tertawa sangat keras, lalu mematikan telfon secara sepihak.


"Tunggu saja kalian, kalian akan merasakan apa yang telah kalian lakukan kepadaku" kata orang itu menghentikan tawanya.


***


Sementara itu mama Ani dan Vano yang bingung harus berkata apa pada Vina nantinya, kini masih duduk di luar dengan tatapan kosong.


Di tengah ke bingungan mereka, tiba-tiba ponsel mama Ani berdering, dan tertera nama besannya di sana, dia pun segera menjawab panggilan itu.


"Ini kami dari pihak rumah sakit, ingin memberitahu jika pemilik ponsel ini saat ini berada di rumah sakit karena kecelakaan, sementara orang yang membawanya ke sini menyuruh kami untuk menghubungi nomor ini" kata orang itu dengan sopan.


"Iyaa, kalau boleh tau, pasien di rawat di rumah sakit mana" tanya mama Ani.


"Pasien saat ini di rawat di rumah sakit kasih Ibu, dan pasien saat ini sedang di tangani dokter dalam IGD" katanya lagi.

__ADS_1


"Baiklah, kebetulan kami berada di rumah sakit yang sama, kami akan segera ke sana" jawab mama Ani lalu menutup telfonnya


"Bagaimana ma" tanya Vano penasaran.


"Mamanya Vina juga di rawat di sini, dan sedang di tangani dokter, sebaiknya kamu masuk terlebih dahulu dan pamit sama Vina kalau kamu sedang ada urusan" perintah mama Ani.


Vano pun mengikuti perintah mamanya, lalu menemui Vina, saat dia membuka pintu, dia mendapati Vina sedang tertidur lelap membuat dia tidak tega untuk membangunkannya, namun saat dia akan keluar lagi Vina tiba-tiba membuka matanya.


"Kamu mau kemana" tanya Vina membuat Vano sangat gugup.


"Aku mau cari makan dulu sayang, aku sangat lapar" jawab Vano membuat alasan yang tepat, namun belum sempat Vano menjawab mama Ani juga membuka pintu dari luar.


"Biarkan Vano mengisi tenanganya dulu sayang, kasian dia belum makan malam sama sekali" kata mama Ani membuat Vina mengangguk terpaksa.


"Kamu sama mama dulu yaa sayang, aku akan cepat kembali" kata Vano lalu beranjak dari ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2