Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Memastikan


__ADS_3

Setelah acara foto-foto selesai keluarga Bratawija kembali kekediamannya, sedangkan Vano harus kembali ke kantornya.


Sesampainya di rumah Vina langsung menujuh kamarnya untuk membersihkan diri, sedangkan papanya kembali ke kantornya karena ada sedikit masalah, dan mamanya tinggal di ruang tamu dan segera menelfon sahabatnya.


"Haloo jeng, aduuh.. gawat ini" kata Devi setelah orang di seberang sana menjawab panggilannya.


"Haloo jeng, gawat kenapa jeng" jawab seseorang dari seberang sana.


"Ternyata anak aku sudah punya kekasih, bagaimana ini, bisa-bisa rencana kita batal ini" kata Devi lagi.


"Haduuh,, sama jeng, anak aku juga katanya dia punya kekasih, tapi aku masih ngasih kesempatan sama anak aku, buat bawah kekasihnya buat di kenalin sama aku, terus nanti aku cari cara supaya dia pisah dari kekasihnya" jawab Ani mama Vano.


"Nanti aku juga cari cara buat pisahin anak aku sama kekasihnya" kata Devi lalu memustuskan sambungan telfonny.


***


Hari ini Vano pulang terlambat dari kantornya karena dia sedang membuat rencana untuk mendapatkan gadisnya itu, saat baru membuka pintu utama dia mendapati mamanya yang juga sedang menunggu papanya,


"Vano, mama mau bicara sama kamu" tanya Ani saat melihat anaknya sudah menaiki tangga.

__ADS_1


"Ada apa sih ma, Vano capek mau istrahat" jawab Vano hanya melirik mamanya.


"Devana Bratawija" teriak Ani, sedangkan Vano yang mengerti jika mamanya itu sudah marah saat menyebut nama lengkapnya langsung menghampiri mamanya.


"Iyaa mamaku sayang, mama mau bicara apa" kata Vano sambil memegang tangan mamanya.


"Jadi kapan kamu bawah kekasih kamu itu ketemu sama mama" tanya Ani


"Ma, tunggu sebentar lagi yaa, Vano sedang berusaha supaya dia mau datang menemui mama" jawab Vano.


"Pokoknya mama tidak mau tau, dalam waktu dekat ini kamu harus bawah dia kesini, kalau tidak kamu terpaksa mama jodohkan" kata Ani tidak terbantahkan.


"Iyaa ma, mama sabar yaa, sekarang aku mau istrahat dulu" jawab Vano kemudian melangkahkan kakinya menujuh kamarnya.


***


"Vina, kekamar mama sebentar yaa" panggil Devi di depan pintu kamar anaknya, sedangkan Vina yang sedang memainkan ponselnya, langsung mengikuti mama tercintanya itu.


"Ada apa ma, tumben panggil aku ke kamar mama" tanya Vina yang penasaran.

__ADS_1


"Mama cuma ingin kamu pijit mama sebentra" jawab Devi.


"Tumben ma, biasanya jug minta di pijit sama bibi" heran Vina.


"Emang salah yaa kalau mama minta pijit sama kamu, mama itu sekarang sudah tua dan mama ingin kamu manjain mama, emang kamu tidak sayang sama mama" kata Ani.


"Iyaa iyaa ma, mana yang di pijit" tanya Vina.


"Kamu pijit kaki mama dulu, kaki mama sudah pegal-pegal" kata Ani, Vina pun kemudian mulai mimijat mama tersayangnya itu.


"Kaki mama sudah agak mendingin, sekarang pundak mama lagi"lanjut Ani lagi.


"Ma, Vina juga capek setelah acara tadi" kelu Vina tapi tetap memijat mamanya itu.


"Bentar lagi, jarang-jarang kamu pijat mama" kata Ani lagi, saat sedang menikmati pijatan anaknya tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Vin, laki-laki yang tadi emang benar pacar kamu" tanya Ani.


"Bukan ma, dia itu cowok yang paling aku benci, lagian kalau aku punya pacar aku pasti ceritalah sama mama" jawab Vina menjelaskan.

__ADS_1


"Kamu yakin" tanya Ani lagi mengintimidasi anaknya.


"Yakin ma, sudah deh ma, mending aku istrahat pusing dengar mama tanya itu cowok bikin aku bete aja" kata Vina lalu meninggalkan mamanya yang sedang tersenyum puas dengan jawaban anaknya.


__ADS_2