Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Setelah Vina meninggalkan Vano, pria itu segera menuju meja yang telah di pesan orang tuanya, sesampainya di sana Vano langsung duduk di samping orang taunya tanpa memperhatikan orang lain yang juga duduk disana.


"Vano, jadi kamu anak sahabat istri saya" tanya Angga dengan ekspresi kaget.


"Bukannya kamu cowok yang waktu itu yaa" Devi juga tidak kalah kagetnya.


Sementara Vano yang melihat itu tersenyum puas karena melihat kedua orang yang sangat di kenalnya itu.


"Kalau tau begini aku mau saja di jodohkan dari awal, dan tidak perlu susah bikin perusahaan om Angga hampir bangkrut" batin Vano.


"Jadi kalian sudah kenal dengan anak saya" tanya Ani. Namun belum sempat menjawab Vina sudah duduk bersama orang tuanya.


"Maaf yaa ma, pa aku lambat" kata Vina yang belum menyadari kehadiran orang lain disitu.

__ADS_1


"Jadi kamu anaknya sahabat saya" tanya Ani yang juga sangat terkejut. Sementara Vina yang mendengar ada orang lain disana segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, dan dia sangat terkejut melihat semua orang disana, teruma pada sosok lelaki yang sedang tersenyum kemenangan padanya.


"Jadi, dia yang mau di jodohkan sama aku ma" tanya Vina yang terkejut melihat orang di depannya, namun belum sempat orang tuanya menjawab seseorang sudah lebih dulu menyelah.


"Vin, tante mau minta maaf yaa sama kamu atas perlakuan tante waktu itu, seandainya tante tau kamu anaknya Devi pasti waktu itu tante langsung setujuh dengan hubungan kalian, ternyata kalian sudah saling mengenal sejak lama, sekali lagi tante minta maaf yaa, dan sekarang tante merestui hubungan kalian" kata Ani sambil memegang tangan Vina.


"Tidak apa-apa kok tante, tapi tante saya tidak ada hubungan apa pun dengan anak tante" jawab Vina.


"Kalian tidak usah malu-malu lagi, oyaa Van tante juga mau minta maaf yaa sama kamu Van, atas perlakuan tante waktu itu" kata Devi .


"Sepertinya kita tidak di anggap disini bro" tanya Angga pada Dimas.


"Iyaa ni, kita seperti orang asing saja disini" jawab Dimas, membuat ke tiga orang itu tersenyum kecuali Vina karena dia sangat tidak terima jika Vano yang di jodohkan dengannya.

__ADS_1


"Kalian sudah tua, jadi jangan bertingkah seperti anak kecil" kata Ani menegur suaminya.


"Bagaimana kalau kita langsung saja bicarakan tentang pertunangan kesua anak kita, lagian kan mereka juga sudah saling mengenal, jadi menurut saya lebih cepat lebih baik" kata Dimas akhirnya berbicara serius.


"Kita setuju, bagaimana menurut kamu Van" tanya Ani.


"Aku sangat setuju ma, langsung tunangan hari ini juga bisa" kata Vano dengan antusian sambil tersenyum penuh arti pada Vina membuat perempuan itu sangat kesal.


"Ini tidak ada yang tanya pendapat aku bagaimana" tanya Vina yang merasa kesal karena dari tadi tidak ada yang meminta pendapatnya.


"Kamu tenang aja nak, kamu tinggal mempersiapkan diri saja, biar semuanya kami yang urus" jawab Devi.


"Iyaa sayang, kamu tenang aja, biar kami yang urus" timpal Ani.

__ADS_1


"Oyaa tante, aku boleh bicara berdua dulu tidak sama Vina" tanya Vano meminta izin, dan Devi hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, setelah di beri izin Vano pun segera menarik tangan Vina.


__ADS_2