Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Ternyata Hamil


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu dan kondisi Vina semakin memburuk, setiap pagi dia selalu mengalami mual di pagi hari, tetapi dia selalu berkata masuk angin, dan selalu menolak jika Vano mengajaknya untuk ke rumah sakit,walaupun demikian hati kecil Vina tetap gelisa memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Seperti pagi ini, Vina bangun dengan mual yang melandanya, dengan buru-buru dia berlari menuju kamar mandi dan memutahkan isi perutnya walaupun cuma cairan bening yang keluar.


Sementara Vano yang mendengar muntahan istrinya dari dalam kamar mandi segera menyusul istrinya lalu memijit tengguk istrinya, setelah mencuci mulutnya, Vina terlihat sangat pucat sehingga membuat Vano sangat khawatir dengan kondisi istrinya.


"Sayang, kita ke rumah sakit aja yaa, muka kamu pucat sekali, aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu" kata Vano dengan suara beratnya, namun dia hanya mendapat gelengan lemah dari istrinya itu, namun Vina tiba-tiba jatuh pingsan dan mukanya pucat pasi membuat Vano semakin panik.


Vano kemudian menggendong istrinya lalu keluar dari kamar sambil memanggil mamanya.


"Ma... mama" teriak Vano dengan kencang hingga membangunkan seluruh penghuni rumah.

__ADS_1


Mama Ani dan ART serta baby sister, mereka terlihat berlari menghampiri Vano.


"Van, ada apa dengan Vina" tanya mama Ani yang juga panik melihat menantunya dalam gendongan anaknya dengan muka yang pucat pasi.


"Aku juga gak tau ma, Vina tiba-tiba aja pingsan di kamar mandi, mama temani aku ke rumah sakit yaa, dan untuk kalian aku titip anak-anak yaa" kata Vano yang di angguki oleh semua orang.


Vano dan mama Ani pun sedikit berlari menuju parkiran dan diikuti oleh pembantu dan baby sister mereka, Vano lalu membaringankan istrinya pada kursi penumpang dengan paha mama Ani yang menjadi bantalnya.


Hanya butuh waktu lima belas menit, mereka akhirnya sampai di rumah sakit terdekat, Vano kemudian turun dari mobilnya lalu menggendong istrinya, sementara mama Ani sudah masuk lebih dulu untuk memanggil suster yang berjaga.


Dan pada saat yang bersamaan para suster yang berjaga datang mendorong sebuah brangkar, mihat itu Vano lalu membaringkan istrinya di atas brangkar tersebut dan ikut mendorongnya menuju IGD, sesampainya di sana dokter segera memeriksa keadaan Vina.

__ADS_1


"Bapak tunggu sebentar yaa, dari hasil pemeriksaan kami, istri anda baik-baik saja, tapi kami akan mengambil sampel darahnya untuk pemeriksaan lebih lanjut supaya kita tau bagaimana kondisi pasien yang sebenarnya, dan sekarang pasien akan di pindahkan ke ruang rawat, dan kalian bisa menunggu hasilnya di sana" kata dokter itu menjelaskan dan di angguki oleh mama Ani dan Vano.


***


Sekarang Vina sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP, dan kini Vina juga sudah sadar dari pingsannya, dan setelah satu jam menunggu dokter yang menangani Vina pun kini sudah berada di ruang rawat Vina.


"Ada apa dengan istri saya dok" tanya Vano penasaran.


"Saya ada kabar gembira untuk kalian, selamat istri anda positif hamil, dan usia kandungannya baru menginjak tiga minggu, dan sepertinya pasien harus di rawat dulu untuk beberapa hari di sini karena kandungannya masih lemah" kata dokter itu membuat Vano dan mama Ani tampak bahagia atas kabar ini.


"Baik dok, terima kasih, saya akan menjaga istri saya dengan baik" kata Vano menjabat tangan dokter itu dengan senyum masih mengembang di bibir tipisnya itu.

__ADS_1


__ADS_2