Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Masalah bakso


__ADS_3

Malam ini Vina masih mendiamkan Vano setelah kejadian tadi pagi, pasalnya Vano melarangnya makan bakso karena Vano takut istrinya tambah sakit perut dan berujung mual kembali, padahal Vano sudah berulang kali meminta maaf padanya, mengingat itu Vina sangat kesal karena sampai saat ini Vina masih menginginkan baksonya tapi Vano masih melarangnya membuat dia sangat kesal kepada lelaki itu.


Flashback on


"Van, kok aku tiba-tiba pengen makan bakso urat yaa" kata Vina.


"Ini masih pagi Vin, masak kamu mau makan yang berat" jawab Vano.


"Tapi aku sangat menginginkannya Van, terus pake saos pedas yang banyak" kata Vina sangat antusias membayangkan bakso uratnya.


"Ini masih pagi sayang, nanti kamu sakit perut" jawab Vano yang heran dengan istrinya.


"Tapi aku ingin makan itu Van" kata Vina sambil meneteskan air matanya membuat Vano semakin bingung dengan kelakuan istrinya.


"Nanti aja sayang kalau perut kamu sudah enakan" kata Vano yang masih khawatir dengan istrinya, karena kesal Vina pun meninggalkan Vano sendirian di kamar.

__ADS_1


Siang harinya Vina masih belum mau berbicara dengan suaminya, sementara Vano sudah di buat pusing dengan kelakuan istrinya yang menurutnya aneh itu.


"Sayang sudah dong marahnya, masak hanya karena bakso kamu cuekin aku" kata Vano sambil memegang tangan istrinya yang sedang menonton tv.


"Pokoknya aku tidak bakal maafin kamu sebelum kamu beliin aku bakso urat" jawab Vina sambil melepaskan genggaman tangan Vano.


"Sayang kamu jangan gitu dong, tadi aja kamu masih munta, aku benaran khawatir sama kamu sayang" kata Vano, sementara Vina yang masih kesal dengan suaminya meninggalkan Vano begitu saja menuju kamarnya.


Flashback end.


Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 membuat Vano mencemaskan istrisnya, pasalnya Vina belum memakan apapun dari siang dan juga belum keluar kamar sama sekali, Vano pun berjalam menujuh kamar mereka dan mendapi Vina sedang bersandar di kasur mereka sambil membaca sebuah majalah kecantikan, Vano pun mendekati istri itu kemudian duduk disamping Vina.


"Sayang kita makan yuuk, kamu kan belum makan dari tadi siang" kata Vano sambil memijat kaki istrinya.


"Aku tidak mau, aku maunya makan bakso yang pedas" jawab Vina masih kesal.

__ADS_1


"Sayang kamu aja belum makan dari siang nanti perut kamu tambah sakit" jawab Vano berusaha memberi pengertian pada istrinya.


"Begini saja, kamu mau makan apa, nanti aku belikan, asalkan jangan makanan pedas sayang" tawar Vano yang membuat Vina tampak berfikir.


"Baiklah, aku mau makan kari ayam sama salad buah" kata Vina antusias.


"Baiklah sayang, kalau begitu aku pergi beli dulu" jawab Vano lalu mengambil kunci mobil yang terletak di atas nakas.


"Eiittss siapa yang suruh kamu beli, aku maunya kamu yang masak" kata Vina sambil tersenyum penuh arti.


"Tapi sayang kamu tau kan aku tidak bisa masak" jawab Vano terlihat panik.


"Kamu mau masak atau tidak akan memaafkanmu sama sekali" jawab Vina Vina melirik sinis pada suaminya.


"Baiklah akan ku coba" kata Vano dengan lesu lalu keluar dari kamar dan menuju dapur.

__ADS_1


Di dapur Vano sangat bingung akan memulai dari mana, karena takut istrinya menunggu terlalu lama dia pun mengambil ponselnya dan mencari bahan dan cara memasak kari ayam, setelah itu dia lalu mencari bahannya di kulkas dan dia bersyukur karena semua bahan yang di butuhkannya ada disitu, lalu dia mencari buah-buahan di kulkas untuk membuat salad buah dan ternyata buah yang di butuhkannya juga ada di kulkas, lalu dia pun memulai acara masaknya karena takut istri menunggu terlalu lama.


__ADS_2