Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Rumah mama mertua


__ADS_3

Vano kini telah sampai di rumahnya dan mendapati Vina sedang duduk di ruang keluarga sedang menikmati es cendol yang kemarin malam di buatnya.


"Katanya kamu tidak mau makan cendolnya" kata Vano terkekeh geli membuat Vina kesal.


"Ini semua itu gara-gara kamu yang kelamaan beli salaknya, beli salak aja sampai dua jam lebih" jawab Vina menatap sinis suaminya.


"Maaf sayang, lagi bukan musim salak, jadinya lama deh, tapi liat deh aku bawa banyak" kata Vano memperlihatkan sebuah kantong kresek yang berisi penuh dengan salak.


"Wahh makasih yaa sayang" kata Vina dengan mata yang berbinar lalu memeluk suaminya.


"Iyaa sama-sama sayang" jawab Vano lalu mengecup kening istrinya dengan dengan sayang.


***


Vano dan Vina kini tengah berbaring di atas tempat tidur dengan Vano memeluk Vina dari belakang,dan kini usia kandungan Vina sudah memasuki usia tiga bulan.


"Van, aku pengen deh" kata Vina secara tiba-tiba.


"Pengen apa sayang, kita baru aja selesai makan loh" jawab Vano frustasi karena dia takut akan permintaan Vina yang selalu aneh-aneh.

__ADS_1


"Aku pengen itu" kata Vina lalu memeluk Vano.


"Itu apa, yang jelas dong sayang, tapi aku mohon, jangan bikin permintaan yang aneh-aneh yaa, ini sudah malam sayang" kata Vano memohon.


"Jadi kamu tidak mau Van" kata Vina yang sudah siap menjatuhkan air matanya. Semenjak hamil entah kenapa Vina selalu meneteskan air matanya jika permintaannya tidak di penuhi oleh Vano.


"Kamu mau apa sayang, tapi aku mohon kamu jangan nangis yaa" kata Vano lalu mengusap air mata yang jatuh di pipi istrinya dengan lembut.


"Aku cuma ingin melakukan hubungan suami istri Van" jawab Vina dengan malu-malu.


"Kenapa baru bilang sekarang sayang, kalau itu aku pasti mau sayang, apa lagi kita sudah lama tidak melakukannya" jawab Vano dengan senyum menggoda.


"Tidak apa-apa yang penting perutnya jangan di tekan, mungkin ini juga bawaan bayinya" jawab Vina dengan muka yang memerah menahan malu membuat Vano hanya terkekeh.


"Dasar bumil, tadi nangis sekarang senyum lagi, apa emang hormon ibu hamil begitu yaa" batin Vano, Vano pun mulai mendekatkan wajahnya pada istrinya dan istrinya dan memulai penyatuan mereka.


***


Sudah satu minggu berlalu dan hari ini adalah hari ulang tahun mamanya Vina.

__ADS_1


"Sayang kamu sudah siap belum" teriak Vano yang sudah 10 menit yang lalu meninggu istrinya untuk bersiap.


"Sudah kok, ayo kita berangkat" kata Vina menuruni tangga.


"Kado untuk mama sudah kamu bawa" tanya Vano.


"Ooh iyaa aku lupa" kata Vina menepuk jidatnya.


"Kamu ambil dulu yaa di atas meja rias aku, aku sudah capek kalau harus bolak-balik lagi" kata Vina sambil terkekeh membuat Vano hanya mendengus kesal.


Kini mereka telah sampai di rumah orang tua Vina dan mendapati orang tua Vano juga telah berada disana.


"Selamat malam semuanya" kata Vano saat melihat orang tua dan mertuanya sedang berkumpul.


"Kenapa kalian lama sekali siih, kita sudah lapar dari tadi" gerutu Ani.


"Maaf ma, tadi macet di jalan" kata Vano lagi.


"Yaa sudah tidak apa-apa, ayoo kita makan" kata Devi melerai, dan mereka pun segera menuju meja makan dan menikmati makanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2