Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Istri yang Tidak Peka


__ADS_3

Setelah mereka selesai menikmati makan malam, kini mereka semua kembali berkumpul di ruang keluarga.


"Van,bagaimana bisa kamu mengalami kecelakaan" tanya Dimas membuka pembicaraan.


"Waktu itu aku sedang ada rapat pa, dan aku buru-buru ke kantor karena sudah telat, tapi dari arah berlawan ada dua mobil yang sepertinya dengan sengaja ingin menabrakku, karena ingin menghindari tabrakan, aku membanting setir dan akhirnya terjadilah kecelakaan itu" kata Vano menerawang mengingat kejadian saat itu.


"Kami sudah berusaha menyelidiki ini semua, tapi kami tidak berhasil mengumpulkan bukti apa pun" kata Angga dengan lesu.


"Kalian tenang saja, biar aku sendiri yang akan menyelidiki ini semua, aku mencurigai seseorang yang waktu itu pernah datang ke rumah sakit, tapi aku tidak dapat berbuat apa-apa sehingga ini semua terjadi" kata Vano mengpalkan jemarinya hingga memutih.


"Maksud kamu apa Van" tanya Vina yang kaget mendengar perkataan suaminya.


"Waktu itu sebenarnya aku sudah sadar, tapi orang itu datang dan menyuntikan sesuatu ke dalam selang infusku, tapi aku harus membuktikan apakah orang itu juga yang membuat aku kecelakaan" kata Vano tersenyum sinis.


"Siapa orang itu Van" tanya Ani.

__ADS_1


"Nanti kalian semua pasti akan tahu siapa dia, tunggu saja" sinis Vano lagi.


"Kami semua percaya sama kamu Van" kata Dimas sembari menepuk pundak anaknya.


***


Sekarang sudah menunjukkan pukul 21.16pm, dan kini Vina dan Vano telah berada di kamar mereka setelah berbincang-bincang bersama keluarga mereka, Vina pun kini sedang menyusui Axel dan menidurkannya dalam box bayi, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju tempat tidur mereka dimana suaminya sedang berbaring, Vina pun ikut membaringkan tubuhnya dan membelakangi suaminya.


"Sayang aku dari tadi nungguin kamu, kenapa sekarang aku di tinggal tidur" kata Vano sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Kamu kenapa tidak peka bangat sih Vin" kata Vano memelas.


"Apa maksud kamu, aku itu ngantuk, mau tidur, aku capek ngurusin Axel seharian" jawab Vina yang tidak menghiraukan perkataan Vina.


"Vin, aku juga butuh kamu perhatian" kata Vano masih memelas dan memeluk Vina, dan mencolek perut istrinya itu membuat Vina kegelian.

__ADS_1


"Apa sih mau kamu Vin, aku itu ngantuk" kata Vina menaikan satu oktaf suaranya lalu membalikkan badannya menghadap Vano.


"Cup,... aku mau ini" kata Vano setelah mengecup bibir istrinya, mendapat perlakuan seperti itu Vina mendadak diam, membuat Vano gemas melihatnya dan kembali mengecup bibir istrinya.


Karena istrinya hanya diam, Vano mulai ******* bibir istrinya yang sudah tidak lama di rasakannya.


"Aku kangen sama kamu sayang" kata Vano dengan suara yang mulai serak.


"Iyaa aku tau Van, sudah berapa kali kamu ngomong gitu, aku bosan dengarnya" jawab Vina yang tidak peka.


"Aku juga pengen seperti Axel tadi Vin" kata Vano yang sudah mulai memelas dengan tatapan sayunya, membuat Vina mengerti kemana arah pembicaraan suaminya.


"Aku capek Van" kata Vina kembali memunggungi Vano.


"Apa kamu tidak kasihan sama aku sayang, aku baru aja keluar dari rumah sakit, tapi kamu tidak merawatku sama sekali, aku gimana mau cepat sembuh kalau begitu" kata Vano dan juga memunggungi istrinya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu lakukanlah apa yang mau kamu lakukan" kata Vina pasrah melihat kelakuan suaminya. Mendengar itu Vano langsung melancarkan aksinya sementara Vina hanya pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh suaminya.


__ADS_2