
Vano yang melihat Vina sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton tv atau lebih tepatnya tv yang menonton Vina segera duduk di samping perempuan itu, namun Vina masih belum menyadari kalau yang duduk di sampingnya adalah suaminya, sementara Devi yang melihat mereka berdua, berbelok menuju kamarnya karena dia merasa kalau menantu dan anaknya itu butuh waktu untuk berdua.
"Siapa yang bertamu malam-malam begini ma" tanya Vina.
"Aku, kenapa kamu pergi dari rumah" kata Vano yang membuat Vina langsung menoleh padanya.
"Kamu ngapain ke sini" kata Vina menatap sinis suaminya.
"Emang salah kalau aku disini, oyaa Axel dimana" jawab Vano tersenyum lembut.
"Aku kangen sama kamu dan juga Axel" lanjut Vano lagi, lalu memegang tangan istrinya.
"Kamu masih ingat sama kami??" kata Vina melepas genggaman tangan Axel dan meninggal Vano.
__ADS_1
"Vin, tunggu dulu dong sayang, aku belum selesai bicara sama kamu" kata Vano mengejar langkah panjang Vina.
"Sayang, apa kamu tidak senang kalau aku kembali ke sini" kata Vano lagi saat mereka sudah berada di kamar dan melihat Vina sudah berbaring,namun Vina sama sekali tidak meresponnya. Sementara Vano yang tidak mendapat respon dari istrinya, ikut berbaring di samping istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Sayang, kamu kenapa sih, aku itu kangen sama kamu" kata Vano sambil mencium aroma tubuh istrinya yang sangat di rindukannya.
"Untuk apa kamu kembali lagi ke sini" kata Vina masih dengan nada sinisnya.
"Kamu kenapa siih, aku minta maaf kalau baru kembali sekarang, apa kamu tidak kangen sama aku" Vano semakin mempererat pelukannya pada istrinya, namun belum sempat Vina membalas ucapan suaminya, tiba-tiba Axel menangis dengan kencangnya.
"Anak kita Vin," kata Vano membenarkan ucapan istrinya dan ikut bangun dari tidur dan mendekati Vina yang sedang menggendong Axel tapi masih menangis.
"Mungkin Axel tau kalau papanya sudah pulang, aku juga yakin kalau dia pasti kangen sama aku" kata Vano dan mengambil Axel dari gendongannya, dan dengan ajaibnya Axel langsung diam kembali.
__ADS_1
"Kan, apa aku bilang, Axel juga pasti kangen sama aku, iyaa kan sayang" Vano berusaha mengajak anaknya untuk berbicara walaupun Axel hanya meresponnya dengan tertawa, melihat itu Vina kembali ke kasurnya dan kembali berbaring.
"Vin, kayaknya Axel lapar deh, dari tadi selalu menguap, kamu kasih Asi dulu" kata Vano dan memberikan Axel pada istrinya, Vina mengambil anaknya tanpa mengucapkan sepata kata pun dan mulai menyusui Axel.
"Vin, boleh tidak aku sama kayak Axel" tanya Vano sambil tersenyum menggoda.
"Maksud kamu apa?" jawab Vina masih mempertahankan nada sinisnya.
"Aku pengen kayak Axel, kamu juga sudah lama tidak memanjakan aku" Vano masih berusaha menggoda Vina.
"Jangan macam-macam kamu yaa, jangan harap" peringat Vina, membuat Vano menghembuskan nafasnya, Vano pun berjalan ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya karena dari tadi dia sudah merasa gerah.
"Dasar suami tidak peka, bisanya cuma bikin istri kecewa, setidaknya jelaskan kek, apa yang terjadi selama hampir dua minggu ini, awas saja kamu, jangan harap aku akan luluh lagi sama kamu" umpat Vina saat Vano sudah menutup pintu kamar mandi dan mendegar suara air dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang, kamu kangen papa yaa nak, tapi kita masih harus kasih pelajaran sama papa, supaya dia tidak seenaknya sama kita" lanjut Vina lagi menatap anaknya yang kini masih menyusu padanya.