
Ani yang baru saja membuka pintu ruang rawat Vano terkejut melihat kegiatan dua orang tersebut.
"Vano, apa-apaan kamu, kamu baru aja sembuh kelakuan kamu sudah kayak gitu" cercar Ani membuat muka Vina memerah menahan malu, sementara Vano hanya tersenyum santai.
"Ma, mama kenapa siih datang di waktu yang tidak tepat, lagian apa salahnya mencium istri sendiri, Vina itu obat untuk aku ma, kalau ada Vina aku jadi cepat sembuh deh" jawab Vano dengan senyum mesumnya.
"Diam kamu, sekarang bukan cuma kamu aja yang jadi prioritas Vina, sekarang sudah ada Axel yang lebih membutuhkan Vina" kata Ani kemudian duduk di sofa.
"Sekarang kamu pulang yaa Vin, nanti kamu gak usah balik lagi ke sini, kamu fokus aja sama Axel yaa, kasian dia, dia masih kecil dan masih membutuhkan perhatian tapi semua perhatian kamu malah di sita semua sama bayi besar ini" kata Ani lalu menatap Vano membuat lelaki itu hendak protes, namun belum sempat Vano mengeluarkan aksi protesnya Ani sudah lebih dulu memberinya tatapan tajam.
"Kalau begitu aku pamit dulu yaa ma" pamit Vina, namun Vano kembali mencegahnya.
__ADS_1
"Vin, peluk aku dulu, baru kamu pulang yaa" kata Vano merentangkan tangannya, sementara Ani yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas, Vina pun dengan malu-malu memeluj Vano di depan mertuanya dan mengecup keningnya, karena sejujurnya Vina masih ingin bersama Vano.
***
Satu minggu telah berlalu, dan kondisi Vano kini sudah semakin membaik, Vano pun sudah di perbolehkan untuk pulang dan akan kontrol setiap minggunya.
Vano dan Vina kini telah sampai di rumah mereka dan di sambut oleh orang tua mereka.
"Terima kasih pa, oyaa Axel mana" tanya Vano yang tidak melihat Axel ada di antara mereka.
"Axel sekarang lagi tidur Vin, habis di mandiin dia langsung tidur lagi" kata Devi.
__ADS_1
"Aku mau ke kamar dulu yaa mau liat Axel" kata Vano dan di angguki oleh semua orang di situ, Vina pun juga ikut pamit dan menyusul suaminya.
Kini Vano dan Vina sudah berada dan kamar mereka, dan Vano melangkahkan kakinya menuju box bayi dan di ikuti oleh Vina, di mana anak mereka sedang tertidur lelap, Vano kemudian membelai rambut tebal anaknya lalu mencium pipi gembulnya.
"Maafkan aku sayang, sekarang Axel sudah sebesar dan aku tidak ada di samping kamu selama ini" kata Vano meneteskan air matanya.
"Kamu tidak perluh minta maaf Van, ini semua musibah, dan sudah menjadi kewajiban aku untuk merawat kalian, dan yang terpenting sekarang kamu sudah kumpul lagi sama kami" kata Vina juga meneteskan air matanya, mendengar itu hati Vano sangat tersentuh, dia pun langsung memeluk istrinya itu.
***
Sore ini Vina sedang membantu kedua orang mamanya di dapur memasak untuk menyambut ke pulangan Vano dari rumah sakit sekaligis rasa syukur karena Vano masih bisa berkumpul bersama mereka, sementara Vano dan kedua papanya di ruang tamu bermain bersama Axel.
__ADS_1
Saat makan malam sudah siap, kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan, Dimas ayah Vano kemudian memimpin doa makan, lalu mereka segera menikmati makan malam mereka dengan penuh syukur dan bahagia.