Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Resepsi


__ADS_3

Saat ini Vano dan Vina telah bersiap di kamar hotel mereka untuk melakukan resepsi, namun sejak sehabis pemberkatan Vina tidak berbicara sedikit pun kepada Vano karena dia sangat kesal pada lelaki itu.


"Mau sampai kapan kamu mendiamkan aku begitu" tanya Vano namun perempuan itu tidak meresponnya sama sekali.


"Vin, kamu masih marah sama aku" tanya Vano lagi tapi perempuan itu masih tetap diam.


"Iyaa aku minta maaf sama kamu, aku tau aku sudah lancang menciummu begitu saja waktu itu, tapi toh sekarang kamu juga sudah jadi istri aku, bentar lagi semua yang ada pada diri kamu bakal jadi milik aku" kata Vano membuat pipi Vina memerah menahan kemarahannya.


"Heeh, kamu bisa aja lancang sama aku waktu itu, tapi sekarang jangan harap kamu bisa menyentuh aku lagi" kata Vina dengan kemarahan yang tertahan.


"Sekarang kamu adalah istri aku, dan aku berhak sepenuhnya sama kamu" jawab Vano dengan senyum menggoda.

__ADS_1


"Jangan harap yaa, aku tidak sudi di sentuh sama kamu, apa lagi aku tidak cinta sama sekali sama kamu" kata Vina dengan mata yang melotot.


"Oyaa kamu yakin tidak mau disentuh sama suami kamu ini" jawab Vano tersenyum mesum sambil berjalan mendekat pada perempuan itu, sedangkan Vina berjalan mundur sampai dia tersudut pada tempok kamar mereka, Vano pun tersenyum mesum saat melihat wajah Vina yang ketakutan, Vano kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu membuat gadis itu memejamkan matanya, kini bibir mereka tinggal sedikit lagi bersentuhan, namun belum sempat bibir Vano mendarat pada bibir gadis itu tiba-tiba pintu terbuka dan melihat mama dan mertuanya yang berdiri disana membuat Vano kesal karena aktivitasnya terganggu.


"Astaga, kalian ngapain, itu para tamu sudah menunggu dan kalian malah asyik disini" kata Devi dengan kesal.


"Van, sabar dong, tahan dulu, kalian harus keluar dan melakukan resepsi, kasihan para tamu undangan sudah menunggu" kata Ani sambil tersenyum menggoda membuat muka Vani memerah mendengar perkataan mertuanya itu.


"Ini tidak seperti yang mama bayangkan kok" kata Vani dengan gugup.


"Ayoo kita keluar kasihan tamu-tamunya" kata Devi dan mereka pun segera ke tempat acara resepsi.

__ADS_1


***


Vano dan Vina kini telah berdiri di atas pelaminan dengan Vina yang tersenyum manis karena paksaan dari Vano.


"Kamu cantik kalau lagi senyum begitu" kata Vano, namun gadis itu tidak meresponnya sama sekali dan sibuk menyalami para tamu undangan.


Kini waktu sudah menunjukkan pukul 22.45, dan acara resepsi baru saja selesai beberapa menit yang lalu, Vano dan Vani kini telah berada dalam kamar mereka.


"Kamu aja dulu yang mandi, kaki aku masih pegal" kata Vani sambil memijit kakinya.


"Kamu gak mau sekalian mandi berdua" jawab Vano sambil mengidipkan matanya.

__ADS_1


"Kamu jangan macam-macam yaa sama aku, mau sepatu ini melayang di muka kamu" kata Vani mengangkat sepatu yang tadi di gunakannya saat acara resepsi.


"Galak banget siih istri aku, baru hari pertama menikah langsung mau KDRT" jawab Vano pura-pura kesal lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan melaksanakan ritual mandinya, sementara Vani membaringkan tubuh di kasur karena meresa sangat lelah berdiri menyalami para tamu dengan sepatu setinggi 8 cm membuat kaki Vani sangat pegal.


__ADS_2