Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Masalah anak ketiga


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dan kini Vina sudah berada di rumahnya dan kondisinya sudah membaik, sementara itu sejak kepulangan Vina dari rumah sakit, kedua orang tua mereka menginap di rumah Vano dan Vina karena mereka takut suami istri itu akan keropotan menjaga anak mereka karena Axel sendiri belum genap 2 tahun


Seperti pagi ini, kedua orang tua mereka sedang memandikan kedua cucu mereka, sementara papa Angga dan papa Dimas sudah siap untuk berangkat ke kantor, dan Vano di kamar menemani istrinya karena Vano belum membolehkan istrinya banyak gerak, walaupun Vina melahirkan dengan normal Vano masih tetap membatasi ruang gerak istrinya itu.


"Van aku bosan di kamar terus, aku juga tidak enak dengan mama yang selalu mengurus anak-anak kita" rengek Vina.


"Kamu tidak usah merasa tidak enak begitu, ini semua juga kemauan mama kita, karena ini semua demi kesehatan kamu" tutur Vano memutar bola matanya malas, pasalnya sudah berapa kali Vina berbicara seperti itu.


"Tapi Van, aku tidak sakit, aku cuma melahirkan dan aku juga sudah merasa sehat" kesal Vina.


"Uuussttt kamu harus dengarkan apa kata suamimu ini, semua demi kesehatan kamu, supaya nanti calon anak ketiga kita cepat jadi" Vano terkekeh geli membuat Vina tambah kesal di buatnya.

__ADS_1


"Anak kedua kita aja baru lahir seminggu yang lalu, dan kamu sudah merencanakan anak ketiga, dengar yaa tuan Vano yang terhormat, aku bukan kucing yang harus melahirkan anak banyak, dan aku tidak mau program buat anak lagi, kamu enak tinggal buat aja, kamu tidak tau bagaimana rasanya mengandung selama sembilan bulan, belum lagi kalau mual di pagi hari, dan juga saat ngidam, dan lebih sakitnya kalau lahiran, kamu tidak tau bagaimana rasanya semua itu, jadi mulai sekarang jangan bahas lagi anak ketiga, paham" kata Vina dengan tatapan mengintimidasi lawan bicaranya membuat Vano langsung mencuit.


"Kalau kamu sudah tidak mau program anak, terus aku gimana" kata Vano memelas.


"Terserah kamu, sana bantuin mama urus Axel dan Vani, mau buat anak ketiga tapi anak dua aja jarang di urusin" sinis Vina lagi membuat Vano semakin mencuit.


"Baiklah, aku liat anak-anak kita dulu, aku janji bakal jadi papa yang siaga buat mereka supaya kamu mau buat anak ketiga kita" kata Vano dengan senyum mengembang lalu meninggal istrinya sendiri di kamar dan menuju kamar anak-anaknya.


Lima belas kemudian Vano kembali ke kamar mereka dengan Vani di gendongannya, melihat itu Vina langsung bersuara.


"Axel mana Van" tanya Vina.

__ADS_1


"Axel sedang makan dengan kedua neneknya, seperti dia mengerti kalau ada Vani yang harus kamu kasih perhatian lebih" jawab Vano.


"Vani juga sudah lapar, cepat kamu kasih asi" lanjut Vano lalu memberikan Vani pada istrinya dan di sambut baik oleh Vina.


"Uuuhh anak mama sudah lapar yaa" kata Vina pada anak perempuan itu sambil mengeluarkan p*********a dan mulai menyusui anaknya, sementara Vano yang melihat pemandangan itu hanya menelan ludahnya dengan kasar.


"Sayang aku juga boleh sentuh gak" tanya Vano penuh harap.


"Apa, jangan macam-macam kamu yaa" marah Vina membuat nyalih Vano semangin mencuit.


"Ngapain masih sini, sana liat Axel" lanjut Vina lagi saat Vano masih menatapnya, meskipun sudah memiliki dua anak tapi Vina masih saja malu jika di tatap intens oleh suaminya.

__ADS_1


__ADS_2