
Ternyata kecurigaan mama Ani memang benar adanya, menantu yang menghampirinya langsung merengek-rengek seperti anak kecil.
"Vani sudah kamu tidurkan sayang" tanya mama Ani pura-pura tidak peka dengan rengengan menantunya itu.
"Sudah ma, ma entah kenapa Vina pengen sekali makan ramen buatan mama" kata Vina yang membuat mama Ani semakin yakin kalau menantunya itu sedang berbadan dua.
"Tumben kamu pengen masakan mama, kan sama bibi juga bisa" Ani mulai berpura-pura tidak peka.
"Gak tau ma, tiba-tiba aja aku pengen masakan mama, mungkin makan yang berkuah dan pedas supaya anginnya cepat keluar" kata Vina sambil terkekeh.
"Kamu yakin Vin gak sedang ngidam" kata mama Ani lagi lalu duduk pada sofa ruang tamu.
__ADS_1
"Aku yakin ma, gak mungkin aku tiba-tiba hamil kalau pake alat kontrasepsi" jawab Vina ikut duduk mengikuti mertuanya.
"Tapi kamu seperti orang ngidam tau gak, asal kamu tau Vin, menggunakan alat kontrasepsi itu tidak menjamin bakal gak hamil, itu hany mencegah, kalau kesuburan kamu sama Vano bagus pasti akan hamil juga" kata mama Ani membuat Vina was-was, pasalnya sejak beberapa tahun yang lalu, mereka sama sekali tidak melakukannya, dan dia mengingat kalau sebulan yang lalu mereka sempat melakukannya lagi.
"Sudah gak usah di pikirkan omongan mama, mending kamu bantuin mama buat ramen yang kamu inginkan" kata mama Ani menghentikan lamunan menantunya itu, sementara Vina hanya mengikuti langkah mertuanya menuju dapur tanpa menjawab karena dia masih memikirkan perkataan mertuanya itu.
***
Sore harinya setelah memandikan Axel dan Vani, mereka bermain di taman belakang, namun Vina hanya duduk di sebuah bangku mengawasi mereka, sementara kedua anaknya bermain bersama nenek mereka dan seorang baby sister, namun tiba-tiba Vina kembali menginginkan martabak, dia kemudian mengambil ponselnya dan menghungi suaminya.
***
__ADS_1
Sementara itu di kantor, Vano sedang meeting dengan investor asing sehingga dia mengabaikan ponselnya yang sedari tadi berdering dalam saku celana bahannya, hingga meeting selesai Vano baru mengecek ponselnya dan ternyata terdapat enam panggilan tidak terjawab dari istrinya, saat ingin menghubungi istrinya lagi ternyata istrinya terlebih dahulu menghubunginya lagi, Vano kemudian buru-buru menjawab panggilan dari istrinya itu.
"Halo sayang, ada apa" tanya Vano.
"Kamu habis dari mana aja, dari tadi aku telfon kamu tapi tidak kamu angkat, habis ngapai kamu" todong Vina dari seberang sana sehingga dia lupa pada tujuan utamanya.
"Aku habis meeting sayang, maaf aku tadi gak angkat telfon kamu, sebagai permintaan maaf aku, kamu mau apa, biar nanti aku beliin sehabis pulang kantor" tawar Vano membuat istrinya kegirangan di seberang sana karena dia baru teringat tujuannya menelfon suaminya.
"Hmmm awas gak kamu turutin, kamu sendiri yang nawarin" kata Vina pura-pura kesal padahal otak cantiknya sedang memikirkan apa yang dia inginkan.
"Iyaa sayang, katakan saja apa yang kamu inginkan" kata Vano dengan senyum tipisnya walaupun senyumnya itu tidak bisa diliat oleh istrinya.
__ADS_1
"Aku pengen martabak manis dengan toping keju yang banyak, sama aku juga ingin bakso urat yang pedas, awas kalau gak ada" ancam Vina membuat Vano terkekeh.
"Iyaa sayang nanti aku bawain yaa,, bentar lagi aku pulang kok, aku tutup dulu telfonnya" kata Vano lalu menutup telfonnya setelah mendapat jawaban dari istrinya.