Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Mama Kritis


__ADS_3

Setelah kepergian Vano, mama Ani mulai mendekati Vina yang berbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Ma, kenapa mama aku belum datang yaa, apa dia gak tau kalau akau sudah melahirkan" tanya Vina tiba-tiba membuat mama Ani menjadi gelagapan.


"Mungkin mama kamu masih dalam perjalanan sayang" jawab mama Ani membuat Vina hanya menganggguk.


Ke esokan paginya Vina terbangun dan tidak menemui siapa pun di sana, dia lalu mengarahkan pandangannya dimana anaknya sedang menangis, dia kemudian mengambil anaknya itu lalu menyusuinya, di belainya dengan lembut kepala anaknya itu dan dia baru ingat anaknya itu bahkan belum di beri nama.


"Apa papa kamu sudah mulai tidak peduli yaa sama kita, dari semalam sikap papa kamu sangat aneh nak, dia bahkan belum memberimu nama" kata Vina pada anaknya yang sedang menyusuh itu.


Setelah dia menidurkan anaknya kembali pada box bayi, dia mendengar suara pintu terbuka, dia lalu menolehkan kepalanya dan mendapati suami dan mertuanya di sana dengan muka yang sulit di artikan.


"Kalian dari mana saja, dan kenapa kalian terlihat tengang begitu" tanya Vina.


"Tidak apa-apa kok sayang" jawab mama Ani sambil berjalan mendekati Vina.

__ADS_1


"Apa ada yang kalian sembunyikan dariku" tanya Vina lagi membuat kedua orang itu menegang, mama Ani menatap Vano sebentar lalu kembali menatap Vina, saat hendak ingin mengatakan semuanya Vano kembali bersuara.


"Biar aku saja ma" kata Vano lalu berjalan mendekati kedua perempuan itu.


Vano menatap istrinya itu intens dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Vina.


"Ada apa ini, apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku" tanya Vina tidak sabaran, mendengar itu Vano menjadi semakin tidak tega untuk mengatakannya, dia kemudian memeluk istrinya itu dengan erat, kemudian mencium keningnya lama.


"Kamu harus sabar yaa sayang" kata Vano lagi lalu kembali mencium kening istrinya.


"Sebenarnya tadi malam mama Devi mengalami kecelakaan saat hendak menuju ke sini" kata Vano akhirnya lalu memeluk Vina dengan sangat erat, namun Vina tidak bereaksi apa pun, setelah beberapa menit dia kembali bersuara.


"Kenapa kalian tidak memberitahuku tadi malam, kenapa.." teriak Vina marah.


"Maafkan aku sayang, kemarin kondisi kamu masih lemah, aku takut kamu stres dan berimbas pada kesehatanmu" kata Vano dengan lembut masih memeluk istrinya.

__ADS_1


"Tapi aku berhak tau kondisi mamaku, sekarang katakan padaku bagaimana kondisinya" tanya Vina mencoba untuk tenang, namun pertanyaan itu membuat Vano semakin menegang, sementara mama Ani yang melihat itu hanya bisa meneteskan air matanya.


"Jawab aku Van, kenapa kamu hanya diam saja" lanjut Vina lagi, namun kali ini suaranya melemah.


"Mama saat ini sedang di rawat di ruang UGD, kondisinya kritis" jawab Vano akhirnya.


"Bawa aku kesana, aku ingin melihat kondisi mamaku" kata Vina berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Baiklah, kamu tenang dulu, aku panggil suster dulu" kata Vano lalu berlari keluar memanggil suster.


Sementara mama Ani yang melihat Vina menangis mendekati menantunya itu.


"Kamu sabar yaa sayang, kamu harus kuat, ingat ada anak kamu yang masih membutuhkan kamu" kata mama Ani lalu memeluk menantu kesayangannya itu, namun Vina tidak memberi respon sama sekali.


Tidak lama kemudian seorang suster datang membawa kursi roda di susul oleh Vano di belakangnya, Vano kemudian membantu istrinya itu duduk di kursi roda.

__ADS_1


"Ma, aku titip anak kami yaa" kata Vano pada mamanya, setelah mendapat anggukan Vano lalu mendorong kursi roda istrinya itu, dengan Vina juga mendorong tiang selang infusnya.


__ADS_2