
Setelah Vina di dorong masuk ke ruang bersalin, mama Ani mengambil ponselnya lalu menghubungi besannya, namun sudah beberapa kali panggilan besannya itu tidak juga menjawab panggilannya, mama Ani pun menghubungi Vano tapi Vano juga tidak menjawab panggilannya.
"Kenapa mereka susah sekali di hubungi siih" gerutu mama Ani cemas, lebih tepatnya mencemaskan menantu kesayangannya.
Di tengah kecemasannya, mama Ani melihat satpam dan juga bibi yang masih setia menunggu di sana, Ani pun menghampiri mereka dan menyuruhnya pulang.
"Kalian pulang aja, kasian Mery sendiri di rumah jagain anak-anak" kata mama Ani.
"Apa gak apa-apa nyonya jika nyonya sendirian di sini menunggu ibu" jawab bibi.
"Gak apa-apa bi, nanti saya coba kembali menghubungi Vano dan besan saya" kata mama Ani tersenyum meyakinkan.
"Baiklah nyonya, kalau begitu kami permisi dulu" jawab bibi, setelah di angguki oleh Ani, mereka pun berlalu dari sani.
***
__ADS_1
Sudah 45 menit Vina dalam ruang bersalin, namun dokter yang menanganinya belum juga keluar membuat mama Ani semakin cemas, di tambah besannya dan Vano belum menjawab panggilannya sama sekali.
Lima belas menit berlalu dan dokter yang menangani Vina sudah keluar dengan keringat membajiri mukanya.
"Selamat yaa bu, cucunya sudah lahir dengan selamat, cucu Ibu berjenis kelamin perempuan" kata dokter itu.
"Lalu bagaimana dengan menantu saya dok" tanya mama Ani was-was.
"Menantu ibu baik-baik saja, sehabis ibu dan bayinya di bersihkan mereka akan di pindahkan ke ruang rawat, dan kalau ibu mau melihat mereka silahkan masuk" kata dokter itu.
"Baiklah dok, terima kasih" jawab mama Ani dan dokter itu hanya tersenyum lalu berlalu dari sana.
"Kenapa baru menelfon mama, dari mana aja kamu" todong mama Ani pada orang itu.
"Maaf ma, aku baru selesai meeting dengan rekan kerja aku dari luar negeri, karena dia hanya datang sekali-kali jadi meetingnya lama" kata Vano menjelaskan dari sana.
__ADS_1
"Oyaa ada apa ma, kenapa mama menelfon hampir dua puluh kali" tanya Vano sedikit cemas.
"Apa kamu tau, di sini istrimu sedang berjuang sendirian melahirkan anak kamu" cerca mama Ani.
"Apa, kenapa mama tidak memberitahuku dari tadi, sekarang cepat katakan kalian di rumah sakit mana" kata Vano sudah mulai cemas.
"Kami sedang di rumah sakit Kasih Ibu, cepat kesini atau istrimu akan marah besar" kata mama Ani sedikit menakuti lalu menutup panggilannya.
Sementara di kantor, Vano yang baru saja mendapat telfon dari mamanya, segera mematikan labtopnya dan berlari secepat mungkin meninggalkan kantor dan menyetir di atas kecepatan rata-rata agar segera sampai di rumah sakit, beruntung malam sudah cukup larut sehingga tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Sesampainya di rumah sakit, Vano langsung memarkirkan mobilny dengan asal, lalu berlari masuk ke dalam rumah sakit tersebut.
Dia langsung berlari menuju kamar bersalin karena sebelumnya Vina juga melahirkan kedua anaknya di rumah sakit ini jadi Vano sudah mengetahui di mana ruang bersalinnya.
Sesampainya di sana dia langsung bertanya pada perawat yang berjaga.
__ADS_1
"Selamat malam sus, saya mau tanya, pasien atas nama Vina Birgantara di mana yaa" tanya Vano.
"Pasien berada di kamar nomor lima pak, Ibu dan bayinya sedang di bersihkan dan sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat" kata perawat itu membuat Vano merutuki dirinya karena ternyata istrinya sudah melahirkan.