
Dua bulan telah berlalu, dan pagi ini Vina bangun dengan perut yang mual serta pusing yang amat di rasakannya, Vina lalu berjalan sempoyongan menuju kamar mandi karena tidak ingin membangunkan tidur nyenyak suaminya, namun ternyata pergerakan ranjang membuat Vano terbangun dari tidurnya lalu menyusul istrinya ke kamar mandi karena dia mendengar suara orang muntah.
"Huueekkk...huuek..huuueeekkk" suara muntahan Vina begitu keras membuat langkah kaki Vano semakin cepat.
Sesampainya di kamar mandi, dia langsung memijat tengguk istrinya itu.
"Kamu kenapa sayang" tanya Vano mengkhawatirkan istrinya.
"Aku gak tau Van, apa aku masuk angin yaa gara-gara berenang kemarin malam" beo Vina dengan muka yang pucat.
"Kalau begitu kamu istrahat aja yaa, nanti aku panggil mama kesini buat jagain kamu, Axel biar aku yang antar sekolah sekalian berangkat kantor" kata Vano yang hanya mendapat anggukan dari istrinya, lalu Vano menggendong istrinya menuju kasur mereka dan membaringkannya di tempat tidur lalu melanjutkan tidur mereka karena jam baru menunjukkan pukul 04.25 dini hari.
***
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 6.48 pagi dan mama Ani kini sudah berada di rumah Vano dan Vina, Ani kemudian menghampiri anak dan menantunya itu yang sedang menikmati sarapan pagi mereka, melihat mertuanya yang sudah datang, Vina lalu bangkit dari duduknya dan menyambut mama mertuanya itu.
"Kamu duduk aja nak, kamu kan lagi sakit" kata Ani saat melihat Vina bangkit berdiri.
"Oyaa kamu sakit apa sayang" lanjut mama Ani lagi saat sudah mendudukkan bokongnya pada sebuah kursi.
"Aku juga gak tau ma, tapi kayaknya aku masuk angin deh, soalnya tadi malam aku bereng" jawab Vina saat sudah menyelesaikan sarapannya.
"Apa kamu hamil lagi sayang" tanya mama Ani was-was.
Mendengar jawaban menantunya, mama Ani seakan tidak percaya, karena jika di lihat dari badan Vina yang mulai agak berisi dan ciri-ciri yang dialaminya, membuat mama Ani sangat yakin jika menantunya itu sedang mengandung anak ketiga mereka, namun lamunannya itu di hentikan oleh perkataan Vano.
"Ma, aku titip istri aku yaa, aku berangkat ke kantor dulu, sekalian antar Axel ke sekolahnya, sekalian aku mau minta tolong mama nanti jemput Axel pulang yaa sama baby sester" kata Vano yang mendapat anggukan dari mamanya.
__ADS_1
Vano kemudian bangkit dari duduknya lalu mencium kening istrinya.
"Aku berangkat yaa, kamu baik-baik di rumah sama mama" kata Vano yang di anggukan Vina.
Setelah mencium istrinya Vano beralih mencium pipi mamanya, dan di saat yang bersamaan baby sister juga sudah datang membawa Axel dengan seragam anak TK menempel pada tubuh gempalnya, dan mereka pun berjalan meninggalkan rumah.
Entah kenapa Vina merasa aneh dengan dirinya sendiri, pasalnya siang ini dia sangat menginginkan ramen buatan mertuanya, karena sudah tidak tahan kedengan keinginan anehnya itu, dia kemudian turun ke lantai satu namun tidak mendapati siapa pun di sana.
Vina lalu melangkahkan kakinya menuju dapur dan hanya mendapati bibi Iyem yang sedang memasak.
"Bi, mama kemana" tanya Vina sopan.
"Ibu lagi jemput den Axel nyonya, mungkin sebentar lagi pulang" jawab Bi Iyem yang juga sopan.
__ADS_1
Mendengar jawaban IRT nya itu, Vina lalu melangkahkan kakinya menuju ruang tamu dan memutuskan untuk menunggu mertuanya di sana.
Dan benar saja, setelah sepuluh menit menunggu, mama mertuanya sudah kembali menjemput Axel bersama dengan baby sister mereka dengan senyum mereka membuat mama Ani curiga dengan senyum manis menantunya itu.