Musuhku Adalah Suamiku

Musuhku Adalah Suamiku
Ulang Tahun Axel


__ADS_3

Setelah menidurkan Axel, Vano kembali berbaring di tempat tidurnya lalu memeluk Vina dari belakang, sementara Vina yang melihat kelakuan suaminya itu hanya diam tanpa merespon, dan mereka pun kembali tertidur.


Beberapa bulan telah berlalu dan hari ini adalah tepat hari ulang tahun Axel yang pertama, dan saat ini rumah mereka di penuhi dengan hiasan balon dan dekorasi yang meriah, seketika rumah itu telah di penuhi oleh banyak orang, kebanyakan rekan bisnis mereka yang juga membawa anak-anak mereka, saat mereka semua telah berbahagia merayakan hari ulang tahun Axel, tanpa mereka semua sadari seseorang di luar sana memperhatikan mereka dengan penuh amarah dengan tangan yang mengepal kuat, namun sebelum orang menyadaru keberadaannya, dia lalu pergi dari tempat itu dengan senyum sinis karena dia sudah menyusun rencana untuk menghancurkan keluarga yang sedang berbahagia itu.


"Aku yakin, kali ini rencanaku akan berhasil, sampai saat ini saja mereka belum berhasil menangkapku" batin orang itu tersenyum sinis.


***


Setelah pesta ulang tahun Axel selesai, kini mereka masih berbincang ringan di ruang keluarga, sementara Vina yang sudah kelelahan pamit untuk beristrahat setelah menidurkn Axel di kamarnya sendiri, karena Axel sudah lepas asi, jadi mereka memutuskan untuk menidurkan anaknya di kamar yang terpisah supaya Axel dapat membiasakan diri tidur sendiri sejak usia dini.

__ADS_1


Selesai berbincang kini mereka semua menuju kamarnya masing-masing untuk mengistrahatkan tubuh lelah mereka, sementara Vano yang kini juga telah berada di kamarnya mendapati Vina yang kini sudah tertidur dengan nyenyak, Vano kemudian mengecup kening istrinya lalu ikut tidur di samping istrinya.


Keesokan harinya, Vano bangun lebih awal dan mendapati istrinya yang masih tidur dengan lelap dengan mulut yang sedikit terbuka, melihat itu Vano sangat gemas dengan istrinya itu, karena tidak tahan melihatnya Vano kemudian mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas lalu memotret pose tidur istrinya sambil terkekeh geli membayangkan reaksi istrinya nanti.


Vano kemudian meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas, kemudian kembali menatap mulut istrinya yang masih terbuka itu, tidak cukup hanya dengan memandangi istrinya Vano kemudian mendekatkan wajahnya dan mengecup sekilas bibir mungil istrinya, di rasa tidak cukup Vano kembali mengecupnya dan sedikit ********** membuat tidur istrinya menjadi terganggu, sadar atas perbuatan suaminya Vina dengan refleks mendorong Vano hingga terjatuh kelantai.


"Kenapa kamu cium-cium aku" kata Vina dengan muka galaknya.


"Yaa ampun sayang, itu adalah hal yang wajar, lagian anak kita aja sudah satu, kenapa siih kamu masih suka marah kalau aku melakukan sesuatu sama kamu" kata Vano berdiri dan mengusap-usap sikunya yang terasa sakit.

__ADS_1


"Salah kamu sendiri yang ganggu tidur aku" jawab Vina kemudian bangkit dari tidurnya dan mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun karena teringat sesuatu Vano kembali menahan istrinya.


"Sayang, aku mau kasih liat sesuatu sama kamu" kata Vano dengan senyum penuh arti yang tersungging di bibir tebalnya, mendengar itu Vina langsung menghampiri Vano dengan sangat antusias.


"Apa itu?" kata Vina yang sangat penasaran, dia berfikir kalau suminya akan memberikan sesuatau untuknya.


"Kamu duduk dulu sini" kata Vano menepuk kasur, dan di ikuti oleh Vina masih dengan senyum manisnya, membuat Vano terkekeh di buatnya.


Vano kemudian mengambil ponselnya dan memperlihatkan gambar Vina yang tadi di potret olehnya, melihat itu emosi Vina langsung naik ke ubun-ubun, Vina kemudian berusaha mengmbil ponsel suaminya, namun gerakannya sudah di tebak oleh Vano membuat emosi Vina semakin meningkat.

__ADS_1


__ADS_2