
Setelah kepergian Vano, Vina kembali manangis sambil berbicara kepada anaknya.
"Nak, apa papa sudah tidak peduli lagi sama kita yaa, kenapa papa ninggalin kita, padahal papa yang mengajak kita pulang ke rumah, kalau ujung-ujungnya kita di tinggal lagi, kalau begitu kan lebih baik kita tinggal di rumah nenek sama kakek aja" keluh Vina pada anaknya, namun Axel hanya menanggapi dengan celotehan tidak jelasnya.
Saat sedang asyik mengajak anaknya berbincang tiba-tiba ponselnya berdering, Vina dengan semangat berlari kecil menuju nakas karena dia mengira suaminya yang menghubunginya, namun dia kembali menelan kecewa saat melihat layar ponselnya karena ternyata nomor yang tidak di kenal yang menghubunginya, Vina dengan ragu menjawab panggilan itu.
"Halo, ini dengan siapa yaa" jawan Vina dengan pelan.
"Ternyata kamu kamu sudah lupa sama aku" kata seseorang dari seberang sana, sementara Vina mengerutkan keningnya karena dia merasa tidak asing dengan suara tersebut.
"Aku Sara, kekasih yang di cintai oleh suami kamu" lanjut perempuan itu lagi lalu tertawa mengejek.
__ADS_1
"Apa kamu tahu, kalau Vano sekarang lagi sama aku, kami baru aja pulan cek kandungan aku" kata perempuan itu berusaha memancing emosi Vina.
"Jangan bohong kamu, aku tidak percaya sedikit pun sama kamu, karena aku percaya sama suami aku" kata Vina yang tidak sama dengan yang kini di rasakan oleh hatinya, sementara itu air mata sudah mulai menetes di pipi mulusnya.
"Aku tidak menyuruhmu untuk percaya, aku hanya memberimu informasi saja" kata perempuan itu lalu mengakhiri panggilannya secara sepihak, kemudian tersenyum sinis sambil menatap rumah Vano, sementara Vina yang ada di dalam rumah itu kini menangis sejadi-jadinya karena sesak yang di rasakan pada rongga dadanya.
***
Sudah tiga hari Vano pergi meninggakan rumah dan selama itu pula dia tidak perna menghubungi Vina, membuat perempuan itu semakin percaya pada omongan Sara, dan selama ini pula Sara selalu menghubunginya dan memberitahu segala kegiatannya dangan Vano membuat hati Vina semakin sesak.
Selesai dengan acara masaknya Vina lalu menarunya dalam satu piring kemudian berjalan ke meja makan dan mulai menikmati sarapannya.
__ADS_1
"Sayang, sarapan untuk aku mana" protes Vano saat melihat istrinya hanya membawa satu piring.
"Kamu kan bisa buat sendiri, dan aku juga pikir mungkin kamu sudah makan" jawab Vina cuek sambil menikmati makannya.
"Yaa sudah, kamu makan dulu, aku mau mandi, habis itu kita bicara yaa, aku rasa kita perlu bicara" kata Vano mencium kening istrinya lalu berlalu menuju kamar.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Vano kembali ke meja makan namun tidak menemukan istrinya di sana, di pun kembali melajukan langkahnya menuju kamar tamu dan mendapi Vina yang sedang menyusui Axel.
"Sayang, aku sangat merindukanmu dan juga anak kita" kata Vano mencium pipi gembul anaknya dan juga mencium kening Vina.
"Vin, sebenarnya aku ada salah apa sama kamu, kenapa kamu selalu cuek sama aku" kata Vano dan duduk di samping Vina.
__ADS_1
"Selama ini kamu kemana aja" kata Vina tanpa menatap suaminya.
"Aku kerja sayang" jawab Vano singkat yang membuat istrinya tersenyum sinis.