My Crazy Rich-Ard

My Crazy Rich-Ard
Bab 24: Pertemuan


__ADS_3

"Kau tahu aku harus terlihat sempurna dan memesona malam ini. Aku hanya ingin setiap mata yang melihat hanya terpukau padaku,” ucap Rose.


Kini wanita tersebut tengah berada di sebuah salon kecantikan. Dia tidak ingin hanya berpenampilan biasa. Kali ini dia harus bisa menjerat hati seorang Reymond Day hanya dalam satu pertemuan.


Setelah selesai mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dia pun bergegas menuju restoran mewah yang sudah dia pesan sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung, Rose bahkan menyewa wartawan berita agar nantinya bergerak seolah keduanya dikabarkan bersama. Licik memang, kali ini Rose akan menggunakan segala cara guna menjerat Reymond supaya tidak lepas dari genggamannya.


Tidak butuh waktu lama, dengan gaun merah merona, berbelahan kaki cukup tinggi, Rose berjalan sangat percaya diri menuju ruang yang di pesannya.


Sepanjang mata memandang, memang banyak pria yang terkesima akan kecantikannya malam ini. Hal itu tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang Rose, dan membuat senyumnya semakin lebar dalam mengembang.

__ADS_1


Bukan hanya terlihat cantik dan memesona, tetapi juga seksi serta menggairahkan secara bersamaan akibat lipstik merah merekah bak baru saja memakan bayi hidup-hidup. Namun, itu pula yang menambah kesan elegan.


Namun, senyum itu tidak bertahan lama karena ketika pelayan mulai membukakan pintu ruang VIP. Hal pertama yang dia lihat adalah sosok lain yang dibenci, kini tengah duduk di samping sang ayah.


“Da-daddy,” sapa Rose dengan perasaan shock.


Ben hanya mengangguk, belum sempat Rose menanyakan kenapa Rachel bisa ada bersama mereka, suara bariton seorang pria dari belakang sudah terlebih dulu menahannya.


“Tidak apa-apa, Tuan. Kami yang merasa tidak enak karena mengundang Anda terlalu awal. Anda pasti masih repot dengan urusan pekerjaan tadi. Tapi, terima kasih banyak karena sudah bersedia menyempatkan waktu untuk menerima undangan makan malam kami.” Dengan ramah Ben menyambut kedatangan Rey.

__ADS_1


Begitu pula dengan Rose yang seketika mengeluarkan senyum termanis yang dimilikinya, hanya Rachel yang merasa sudah di tipu habis-habisan di sini, sehingga dia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi senang sama sekali.


“Mereka?” Reymond berpura-pura tidak mengenal siapa dua wanita cantik yang kini bersamanya di ruangan itu, tanpa ragu-ragu Rose mengulurkan tangan terlebih dahulu.


“Kenalkan, Tuan. Nama saya Rose.”


Reymond hanya mengangguk kecil, perhatiannya pun cuma sekilas pada Rose. Dia lebih lama mengamati Rachel yang sama sekali tak memedulikan kehadirannya. Wanita itu bahkan dengan sengaja mengabaikan perkenalan itu dan lebih asyik mencicipi minuman di depannya.


Merasa Rachel terlalu sombong, Rose menyeringai puas, sedangkan Ben yang menangkap ketertarikan dalam diri Reymond masih berusaha meraih citra baik putrinya. Mana tahu Reymond benar-benar berniat menjadi menantunya. “Mereka adalah kedua putriku, Tuan Rey. Rose dan kakaknya, Rachel. Hanya saja Rachel memang sedikit pendiam.” ucap Ben beralasan.

__ADS_1


Sebelah sudut bibir Rachel terangkat, membentuk seringai mengejek yang tiada duanya. Apakah ini ajang perjodohan sehingga dia membutuhkan bantuan ayahnya untuk mendapatkan kesan baik. Merasa di tipu karena mengira hanya akan ada dia dan sang ayah yang makan bersama, Rachel memilih berdiri dari posisinya. “Tadinya aku pikir ini adalah acara makan malam keluarga. Tapi, sepertinya akan ada pembahasan penting yang akan kalian bicarakan nanti. Jadi, sebaiknya aku pergi dulu saja. Permisi.”


“Sepertinya, Nona Rachel begitu terburu-buru. Padahal aku ingin menawarkan kerja sama yang cukup menarik dengan Anda tadi.”


__ADS_2