My Crazy Rich-Ard

My Crazy Rich-Ard
Bab 43: Emma Tuesday


__ADS_3

“Siapa kau?” Suara pintu dibuka dan seorang wanita yang berada di ambang pintu, membuat sang perawat gadungan tampak panik.


“Tangkap dia!”


Dua pengawal segera masuk untuk berusaha menangkapnya, dengan sigap wanita tersebut menghindar dengan mendorong troli ke arah mereka. Salah satu pengawal mengayunkan tangan yang terkepal untuk memukul wanita tersebut, tetapi dengan sigap wanita itu memiringkan tubuh guna menghindarinya. Sebuah jarum suntik langsung dia tancapkan ke bagian belakang leher pria itu. Hingga akhirnya satu pria pun tumbang.


Sementara itu, satu pengawal lainnya juga hendak menyerang dari belakang, sayangnya kaki jenjang perawat gadungan segera terulur panjang ke belakang dan menendang dengan keras tepat di dada pengawal itu. Di saat sang pengawal hampir terjatuh, lagi-lagi perawat gadungan tersebut, meraih sebuah belati kecil dari balik tubuhnya dan melemparkan dengan tepat ke dada pria itu.


"Mati saja kalian!" ucapnya dingin.


Melihat kedua pengawal yang di sewa kakek Day dengan mudahnya di tumbangkan, anak buah Rich tentu tidak bisa tinggal diam. Tanpa ragu, dia mengeluarkan pula sebuah belati khusus dan menyerang wanita di depannya. Kedua mata mereka saling bertemu untuk sesaat, sang wanita lantas membuka masker lawannya tersebut dan menggoreskan belati tepat di pipi lawannya.


Perawat gadungan itu panik, dia menendang dengan kuat perut wanita itu, hingga jatuh tersungkur, tetapi karena identitasnya sudah di ketahui dan dia berada di ambang pintu saat ini. Lebih baik melarikan diri dulu, sebelum nantinya akan ada orang lain yang menyadari keributan yang terjadi di sana.


Benar saja, sesaat setelah wanita itu kabur, Richard yang selesai dengan urusannya tampak panik memasuki ruangan.


“Apa yang terjadi?” tanya Richard panik sambil membantu wanita itu berdiri.


“Dia kembali! Dia berusaha mencelakai Reymond,” ucap wanita itu dengan tatapan lurus. Wajah wanita setelah maskernya terbuka sangatlah dikenalnya, sosok yang membuat dirinya dan Reymond harus terpisah untuk waktu yang cukup lama.


“Dia siapa?” tanya Richard bingung.


“Emma Tuesday.”


Richard menatap ambang pintu sambil mengepalkan kedua tangannya. Sedikit cahaya kini menjadi petunjuknya karena mengetahui siapa yang berusaha mencelakai sang paman, membuatnya semakin geram. Dia lantas memanggil dokter dan memastikan jika Emma tidak melakukan apa pun yang akan membahayakan Reymond saat ini.


Pengawalan yang diberikan Day terlalu lemah, Richard akhirnya memutuskan untuk meletakkan beberapa anak buahnya sendiri di rumah sakit itu dan memindahkan ruangan sang paman ke tempat dengan pengamanan ketat. Melihat musuh mereka sepertinya begitu nekat, Richard tidak ingin mengambil risiko lebih jauh lagi.


Padahal hari ini juga Reymond masih harus menjalani operasi transplantasi ginjal. Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Di sisi lain, sang wanita yang pipinya tergores belati lantas mengumpat kesal di sebuah ruangan. Dia kembali setelah berhasil melarikan diri. Sosok wanita yang dilihatnya tadi, membuatnya mencoba mengingat-ingat kembali siapa wanita itu.


“Lagi pula, kenapa kau masih saja nekat mengunjunginya, tanpa menyelidiki terlebih dahulu siapa saja yang ada bersamanya?” Seorang pria di hadapannya saat ini tengah membersihkan luka di pipi wanita itu.


“Seharusnya sudah tidak ada siapa pun lagi di sana. Mengingat pria tua bangka itu sedang berada di perusahaan. Ish.” wanita tersebut mendesis, di saat merasakan perihnya kapas berbalut alkohol menyentuh lukanya.


“Lalu siapa yang bisa membuatmu jadi seperti ini?” tanya pria itu.


Wanita tersebut menggeleng kecil. Dia berusaha mengingat kembali siapa wanita yang menyerangnya tadi. Mustahil Reymond memiliki kekasih baru setelah kejadian itu, sedangkan dia sendiri sudah memastikan jika selama dua puluh tahun terakhir ini, Reymond tidak pernah lagi dekat dengan wanita lain. “Tidak mungkin itu Regina. Dia sudah mati terpanggang lima belas tahun yang lalu.”


Meskipun ragu, sayangnya fakta memang berkata demikian. Wanita yang berhasil menyerangnya merupakan sosok Regina, kekasih Reymond di masa lalu dan wanita yang sudah dianggap adik sendiri oleh Ibu kandung Richard.


Hanya saja, kecelakaan yang terjadi pada Regina, menyebabkan wanita tersebut koma beberapa tahun dengan luka bakar serius. Karena itulah, Regina memutuskan untuk melakukan operasi plastik.


Sekian tahun berpisah dengan Reymond, membuat Regina menimbang ulang masalah yang selama ini menimpanya beserta sang kakak. Karena itulah, setelah Richard remaja, Regina memilih melindungi sang keponakan tanpa Rich sadar jika wanita yang selalu bersamanya adalah adik angkat dari sang ibu, sebab usianya yang masih terlihat muda akibat operasi plastik.


Dikarenakan kondisi Reymond yang belum pasti kapan bisa aktif kembali dan usia Day yang juga sudah tidak memungkinkan untuk mengambil alih. Akhirnya para pemegang saham sepakat menunjuk salah seorang CEO Sementara. Mengingat tidak adanya pewaris lain dalam keluarga Day yang bisa di percaya menggantikan posisi Reymond saat ini.


Sebagai pemilik saham utama, sebenarnya segala keputusan ada di pihak keluarga Day mau bagaimana. Namun, tidak mungkin Day membiarkan kursi kepemimpinan kosong, karena Richard yang belum bersedia menduduki posisi tersebut.


Mereka akhirnya sepakat untuk menunjuk beberapa direktur yang akan dijadikan kandidat, di antaranya Direktur Teknik, Direktur Keuangan, dan Direktur Marketing.


"Bagaimana kalau kita memilih mereka berdasarkan pilihan terbanyak saja? Aku ingin masalah ini selesai hari ini. Kalian tahu aku sudah terlalu tua jika harus menghadiri rapat membosankan seperti ini setiap hari," ucap Day.


Para pemegang saham lainnya tampak mengangguk kecil. Baik dari Day atau pun Reymond, memang tipikal pemimpin yang enggan membuang waktu hanya untuk sebuah rapat. Mereka selalu saja bergerak cepat, sebab itulah kepemimpinannya tidak perlu diragukan lagi.


Mereka pun akhirnya memulai voting untuk memilih CEO Sementara. Hasilnya, Direktur Keuangan memenangkan pemilihan kali ini dan diangkat menjadi CEO Sementara guna menggantikan Reymond.


"Baiklah. Karena pembahasan utama kita sudah menemukan titik terang. Bagaimana dengan tender yang tertunda? Apakah Reymond mengerjakan suatu proyek sebelumnya?"

__ADS_1


Asisten dari Reymond yang juga berada di samping Day lantas menyerahkan sebuah berkas kepada pria itu. "Proyek paling penting selanjutnya adalah membuat mahkota pernikahan untuk Putri Lady, Tuan."


Day tampak mengangguk paham. Dday Holdings adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pembuatan batu-batu mulia bernilai jual tinggi, seperti; intan, safir, ruby, zamrud, kecubung, kalimaya, zircon, dan marzan.


Berlian dan permata yang dihasilkan pun tidak tanggung-tanggung. Hanya diperuntukkan kalangan kelas atas dengan nilai proyek besar tentunya. Apalagi jika mereka sampai memenangkan tender mahkota tersebut. Pastinya akan semakin mengukuhkan citra perusahaan di pasar internasional.


"Baiklah, sesuai keputusan rapat pemegang saham hari ini, tanggung jawab perusahaan selanjutnya dipegang sementara oleh Direktur Keuangan. Kau bisa mengalihkan proyek itu padanya."


"Baik, Tuan."


Pembahasan utama dari rapat sudah diselesaikan dengan baik. Para pemegang saham pun mulai membubarkan diri dengan tenang, sedangkan Day dan asisten Reymond masih berada di ruangan tersebut. "Kau awasi setiap pergerakan di sini. Jangan sampai ada satu informasi pun yang terlewat!"


"Baik, Tuan," jawab asisten tersebut.


"Tetap perhatikan siapa pun yang mencurigakan dan laporkan padaku. Meskipun itu adalah dirimu sendiri."


Sang asisten mengangguk paham, dia lantas undur diri setelah semuanya selesai.


Sementara itu, Day yang sudah menyelesaikan tugasnya, baru menghubungi Richard di saat ruangan sudah di pastikan kosong. "Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan. Bagaimana kondisi pamanmu saat ini?" tanya Day setelah panggilan terhubung.


"Semuanya baik-baik saja, Kek. Serahkan urusan selanjutnya padaku," jawab Richard di seberang panggilan.


Entah apa yang ingin Richard lakukan selanjutnya, tetapi setelah menerima pesan terakhir dari pamannya. Dia tidak bisa mempercayai siapa pun di perusahaan itu, termasuk asisten maupun sekretaris sang paman sendiri. Richard memilih untuk menunda kemunculannya dan menangkap para tikus perusahaan yang bekerja sama dengan pihak lawan.


Sementara itu, sang Direktur Keuangan yang sebentar lagi akan dilantik menjadi CEO tengah tertawa lebar di ruangannya. Meskipun hanya bersifat sementara, dia yakin pendukung di belakang akan membuatnya menjadi CEO permanen nantinya, mengingat tidak ada kandidat lainnya yang lebih cocok di banding dirinya.


"Benar dugaan Anda, Tuan. Masalah yang terjadi di saat proyek sebesar ini akan diajukan tentu saja Tuan Day tidak akan tinggal diam. Orang-orang Anda pun berhasil membujuknya untuk memilih saya. Tenang saja, setelah ini kita akan bekerja sama dengan baik," ucap pria tersebut dengan bangga, pada seseorang di seberang telepon sambil memutar-mutar kursinya.


Posisi yang diinginkan sudah berada dalam genggaman. Tinggal selangkah lagi, maka perusahaan ini akan beralih kekuasaan pada mereka yang sejak awal sudah mengincarnya.

__ADS_1


__ADS_2