My Crazy Rich-Ard

My Crazy Rich-Ard
Bab 80


__ADS_3

“Eits, tunggu dulu. Kejutanku baru saja di mulai. Kau pasti akan semakin menyukai hadiah yang sudah aku persiapkan.” Kalimat yang diucapkan Dante seolah di sambut dengan kejutan yang membuat mata Richard benar-benar tidak dapat berdiam diri di posisinya.


Bagaimana tidak, entah bagaimana cara mereka bergerak. Namun, kini yang harus Richard selamatkan bukan hanya sang ibu, melainkan kakek juga pamannya sekali. Mereka bergelantung dengan posisi terbalik di udara, sedangkan suara tawa sang pengatur siasat semakin jelas di gendang telinga Rich.


“Bagaimana keponakanku? Bukankah rasanya sangat menyenangkan bermain-main dengan pamanmu ini. Ya, seandainya saja aku tahu kau masih hidup, mungkin aku sudah mengajarkan banyak hal padamu sejak dulu.”


Rich hanya bisa mendengarnya dengan amarah. “Apa maumu, hah?” dengan wajah frustrasi dan air mata yang mulai membendung Richard berteriak. Dia berputar, mencoba menebak di mana posisi Dante saat ini. Namun, pria itu benar-benar licin.


“Apa kau akan menuruti semua permintaanku demi mereka?”

__ADS_1


“Apapun. Aku akan memberikan apapun, asalkan kau membebaskan keluargaku.” Rich yang tidak tahu lagi harus bagaimana, tidak dapat berpikir jernih. Dia seolah tidak berdaya saat ini. Tampaknya apa yang membuatnya percaya diri selama ini, tidak cukup untuk mengalahkan Dante. Kini, Richard hanya bisa berharap sambil mengulur waktu, melihat tidak adanya Regina, mungkin saja wanita tersebut sudah mulai menjalankan rencana darurat.


“Hahaha, kalian memanglah keluarga yang harmonis sejak dulu. Aku pikir kau akan berbeda, tapi ternyata aku salah. Hidup kalian terlalu naif.”


Tidak berselang lama, seseorang datang ke arah Richard. Pria yang tidak lain adalah Ramon, dengan kondisi tangan terikat ke belakang dan mulut yang tertutup lakban.


“Di bagian belakang tubuh anak buahmu, ada sebuah dokumen yang memerlukan tanda tanganmu. Santai saja, kau bisa membacanya terlebih dahulu. Aku yakin, mereka akan sabar menunggu keputusan darimu. Tapi entahlah, tanganku rasanya sudah sangat gatal ingin melakukan sesuatu pada mereka. Bagaimana kalau kau berpikir yang lama saja, dan biarkan aku menikmati permainan ini?”


“Berhenti! Jangan lakukan ini, aku bahkan tidak perlu untuk membacanya. Lihat aku sudah menandatangani semuanya sesuai dengan kemauanmu.” Richard menandatangani berkas tersebut dengan tangan bergetar, dia tidak peduli lagi dengan apa isi di dalam dokumen tersebut. Toh, memang sejak awal ini semua adalah permaianan akhir, hanya ada dua pilihan yang akan menjadi akhir di sini. Dante menang dengan membawa seluruh kekayaan yang selama ini dia inginkan, atau akan ada keajaiban di mana Richard bisa membalikkan keadaan.

__ADS_1


Lagi-lagi Dante tertawa sambil bertepuk tangan. Dia sangat puas melihat wajah tidak berdaya Richard saat ini. Pria itu tampak mengangkat tinggi dokumen yang dia impikan selama ini dengan wajah pucat pasi. Akan tewtapi, yang namanya manusia serakah tentu saja tidak akan ada puasnya.


“Kau benar-benar pemberani.” Tali yang mengikat tubuh Reymond terlepas begitu saja. Pria itu terjun bebas dan hanya terlihat dari kejauhan tanpa Richard tidak lagi bisa berbuat apapun.


“Tidak!” teriak Richard.


“Oops maaf, sepertinya tangan Emma tergelincir, dia membuat sedikit kesalahan,” ucap Dante.


“Kau!!!”

__ADS_1


Suara ledakan besar seketika menggema di udara saat itu juga. Beberapa helikopter tampak mendekati area tambang dan mulai bergerak menyelamatkan Kakek Days dan Diana yang masih di tempatnya, sedangkan dari berbagai penjuru, ledakan semakin keras juga dahsyat, membuat para anak buah Dante yang awalnya bersembunyi, mulai menampakkan batang hidungnya.


Kemepul asap dan batu-batu ledakan mulai beterbangan. Richard yang terluka masih berada di posisinya. Sebuah siluet wanita yang dia kenal tampak semakin dekat menghampirinya dengan pakaian serba hitam. “Kau tidak apa-apa?”


__ADS_2