
Di saat para pejabat licik baru tengah berbahagia dengan posisi mereka, sebab Antonio lagi-lagi mengubah kebijakan perusahaan. Seorang pria yang masih bekerja sebagai Office boy kala itu tampak menyeringai di buatnya. Atasannya saat ini terlihat begitu berbahagia, karena baru saja mendapatkan bonus dalam jumlah yang tidak sedikit.
“Kita lihat saja! Sampai kapan kalian bisa tersenyum dengan bebas di perusahaan ini!” batin Richard.
Dengan alasan kesejahteraan karyawan, Antonio memutuskan untuk memberikan bonus kepada beberapa karyawan dengan kinerja terbaik selama ini. Tentu saja hal ini semata-mata dia lakukan sebagai salah satu tindakan menghapus berita miring akan banyaknya karyawan yang tidak suka dengan kebijakan sebelumnya, agar kemudian menciptakan citra baik bagi dirinya sendiri.
Antonio memang pandai mengatur siasat. Mau sekeras apa pun para karyawan menghujat dirinya sebelumnya, hanya cukup menggunakan uang. Maka mulut mereka seolah terkunci rapat dan tidak lagi menghinanya. Bahkan tidak sedikit orang yang berusaha menjilat kakinya sekarang.
“Apa kau juga dapat bonus?” tanya Ramon ketika dia dan Richard baru saja keluar dari ruangan manager.
Richard hanya menggeleng kecil sebagai jawaban.
Mereka memang sudah bekerja seperti biasanya. Karena waktu berlalu begitu cepat, dan tidak mungkin larut dalam kesedihan terus menerus.
“Hei sudah ku duga. Mereka hanya melakukan semua itu demi mencari pendukung dan menutup citra buruk yang sebelumnya.”
“Benarkah?” tanya Rich.
Ramon mengangguk. “Seandainya saja Tuan Reymond segera sadar. Keadaan perusahaan pasti tidak akan sekacau ini,” ucap Ramon menghela napas berat.
“Kau menganggap semua ini kacau? Dan kau begitu menyukai kebijakan lama di bandingkan sekarang?”
“Tentu saja. Hanya orang bodoh yang tidak bisa menilai kebijakan baru sangatlah merugikan. Tidakkah kau melihat perubahan yang signifikan sekarang? Kondisi perusahaan sudah tidak lagi terkendali. Apalagi para wanita yang tidak memiliki otak dengan mudahnya masuk ke perusahaan ini tanpa seleksi ketat seperti sebelumnya. Padahal mereka hanya mengandalkan penampilan semata. Cukup berbody bohay dan seksi, mereka bisa keluar masuk kapan saja. Sedangkan bagi pria, cukup mereka dari golongan orang kaya, maka akan mendapatkan posisi yang di inginkan dengan sangat mudah.” Ramon mencebik. “Cih, miris sekali situasinya saat ini. Jabatan di salah gunakan untuk membeli posisi. Seandainya saja aku terlahir sebagai salah satu keturunan keluarga Day, aku pasti akan menggantikan posisi Tuan Reymond sementara dengan sebaik mungkin.”
“Benarkah? Memangnya apa yang ingin kau lakukan?”
__ADS_1
Sejenak Ramon tampak berpikir. “Entahlah, yang pasti tidak seperti ini. Terlalu merugikan karyawan kecil yang benar-benar ingin meniti karir di perusahaan ini. Kau tahu, sebagian mahasiswa di luar sana menjadikan Dday Holdings sebagai tolak ukur mimpinya. Tidak jarang mereka menggunakan perusahaan ini untuk memotivasi diri sendiri dalam belajar sebaik mungkin. Tapi, sepertinya sekarang semua percuma saja. Asalkan kau memiliki.” Ramon menggesekkan jari telunjuk dan jempol secara bersamaan, mengisyaratkannya sebagai uang.
Setelah membahas sedikit perubahan dalam Dday Holdings, keduanya pun kembali bekerja seperti biasa. Hingga tidak lama kemudian, sebuah notifikasi email dari perusahaan yang mengatakan akan hadirnya sosok baru besok membuat para karyawan bertanya-tanya, perubahan apa lagi yang akan terjadi pada Dday Holdings. Akankah Reymond sudah kembali pulih?
Keesokan harinya, para karyawan resmi Dday Holdings tampak berjajar rapi di lobby pintu utama untuk menyambut kembali kedatangan pemilik saham utama sekaligus komisaris Dday Holdings. Pria tua dengan tiga kaki yang menopang langkahnya itu, terlihat turun dari mobil seorang diri, sehingga membuat para karyawan saling berbisik-bisik. Siapa kira-kira yang akan dibawa Day kali ini.
Namun, sampai pria tersebut memasuki lift bersama para jajaran eksekutif pemegang saham lainnya, tanda-tanda orang yang dimaksud tidak kunjung terlihat. Mungkinkah bukan manusia yang ingin Day tunjukkan kali ini.
Mereka kembali mengadakan pertemuan umum para pemegang saham, di sebuah ruangan. Namun, kali ini berbeda dari biasanya. Selain pertemuan diadakan bersama dengan jajaran direksi yang bertugas, ruangan utama yang digunakan pun tampak begitu penuh bak sebuah persidangan.
“Sebelumnya terima kasih karena kalian sudah bersedia hadir di sini, meskipun aku tahu kalian sangat sibuk. Untuk pertemuan kali ini, aku ingin memberikan sebuah pengumuman. Di mana kedatanganku kemari karena aku ingin memperkenalkan kepada kalian, pemilih sesungguhnya Dday Holdings."
Untuk sejenak Day menghentikan kalimatnya karena banyak pemegang saham yang mulai berbisik-bisik, hingga ruangan riuh sesaat. Setelah semuanya kembali kondusif, barulah Day kembali melanjutkan kalimatnya. "Sebenarnya semua saham yang ku miliki beserta Reymond selama ini adalah miliknya, kami hanya menjaga dan menjalankan kewajiban hingga tiba masanya dia siap mengambil alih semua ini."
Sontak bisik-bisik dari para pemegang saham dan yang lainnya semakin keras memenuhi ruangan. Selama ini Day di kenal sebagai pemegang utama saham. Namun, ternyata masih ada orang yang berhak selain keluarga itu, bagi orang baru mungkin tidak tahu siapa dia. Namun, bagi mereka yang berusia sama dengan Day tentu paham hanya ada satu nama yang berhak atas semua kejayaan ini. Akan tetapi, bukankah sosok itu sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu.
“Perkenalkan, cucu satu-satunya keluarga Day, Richard Monday.” ucap Day ketika sang cucu berdiri di sampingnya.
"Mohon maaf kami menyela, Tuan Day. Tapi Anda tidak bisa mengklaim begitu saja orang yang baru saja Anda kenal sebagai cucu. Apalagi jika Anda ingin memperkenalkannya sebagai cucu yang hilang setelah bertahun-tahun lamanya," ucap salah seorang pemegang saham di angguki oleh yang lainnya.
Semua orang di perusahaan ini jelas tahu, jika keluarga Day tidak lagi memiliki keturunan selain Reymond. Bagaimana bisa tiba-tiba saja ada yang mengaku sebagai pewaris utama, sedangkan identitas aslinya saja tidak jelas.
"Perlu kalian ketahui, dia bukan hanya cucu dari keluarga Day. Melainkan satu-satunya putra dari Nyonya Diana, pemilik sesungguhnya tanah pertambangan yang menjadi sumber utama bahan baku perusahaan kita, sejak berdirinya Dday Holdings, sampai dengan sekarang," jelas Day membuat setiap orang yang hadir di ruangan tersebut langsung terdiam dan tidak lagi berani berkata-kata.
Siapa yang tidak mengenal sosok Diana di perusahaan itu. Keluarga Day saat ini disegani karena di masa lalu mereka melayani seorang wanita bernama Diana, hingga akhirnya wanita tersebut jatuh hati dengan pelayannya sendiri yang tidak lain putra pertama dari keluarga Day.
__ADS_1
Akan tetapi, kehidupan mereka sangat jarang terekspos. Tidak banyak yang tahu jika keduanya sudah memiliki seorang putra.
Banyak pria yang berusaha mendekati Diana setelah mengetahui tanah pribadi miliknya merupakan sebuah lahan harta karun. Namun, naas, keluarga tersebut dikabarkan mengalami perampokan hebat yang membuat seluruh penghuni kediamannya tewas di tempat.
Akan tetapi, Reymond dan Day yang saat itu tidak ada di tempat tentu saja terselamatkan dari tragedi maut yang menimpa keluarga tersebut. Diana pun meninggalkan sebuah surat kuasa kepada keduanya di tubuh Richard dan dipercaya untuk menjaga sang putra yang kala itu sudah lemah tidak berdaya.
Keduanya pun membangun Dday Holdings dari nol, sembari menyembunyikan serta menyembuhkan trauma yang dialami Richard. Hanya beberapa pihak tertentu yang mengetahui fakta itu karena masih adanya musuh yang mengincar mereka di luar sana, sampai sekarang.
"Karena aku tidak ingin berlama-lama melihat keterkejutan kalian, kali ini aku akan mengumumkan pengumuman kedua. Mengingat di mana ada banyaknya berita miring yang berlaku di perusahaan belakangan ini, dan sudah sampai ke telinga tua ku. Aku ingin Tuan Antonio, yang saat ini menempati posisi sebagai CEO Sementara Dday Holdings, di cabut dari jabatannya." Ucapan tanpa permisi dan basa-basi dari seorang Day, sontak menyebabkan keributan bisik-bisik antar direksi terdengar begitu Ddaylas.
Seorang pemegang saham tampak mengangkat tangannya. “Jika kita mencabut posisinya saat ini. Lalu siapakah yang akan menempati posisi tersebut selanjutnya, Tuan Day?"
Tidak ada sambutan baik yang terdengar saat itu juga. Semua orang tampak bergeming di tempatnya dan masih saling menatap satu sama lain. Bahkan mereka enggan untuk bertepuk tangan menyambut kehadiran pewaris utama dan malah mengeluarkan wajah-wajah meremehkan. Selain pria di hadapan mereka terlihat masih berusia begitu muda, posisi CEO bukanlah sesuatu yang bisa dianggap mudah bagi mereka yang baru saja menjajaki dunia bisnis.
“Mohon maaf kami menyela Tuan Day. Tapi masalah pewaris tunggal keluarga Day tidak bisa Anda jadikan sebagai suatu alasan, jika Anda ingin mengangkatnya untuk menjadi CEO Baru. Selama ini dia tidak memiliki kontribusi sama sekali terhadap perusahaan dan latar belakang pendidikannya pun belum jelas di tambah pengalaman dalam berbisnis. Di usianya yang masih begitu muda, tanggung jawab sebagai seorang CEO terlalu berat untuk diembannya. Bukankah Anda terlalu cepat mengambil keputusan dengan mencabut posisi Tuan Antonio. Kita tidak bisa mempercayakan posisi tersebut pada sembarangan orang.” Seorang pemegang saham mencoba memberikan pendapatnya.
Bukan tanpa alasan, hampir semua orang di ruangan tersebut memanglah pendukung Antonio. Di mana mereka bekerjasama dengan orang lain di belakangnya untuk mendukung pria tersebut. Tentu saja hal itu sangat menguntungkan bagi Antonio, sedangkan Richard. Dia hanyalah sosok tidak dikenal yang selama ini disembunyikan dan memang tidak pernah menyentuh urusan bisnis sama sekali.
Richard menghela napas panjang, ekspresinya masih sama seperti sebelumnya. Tenang dan tidak terlihat sisinya yang menyeramkan. “Aku tidak membutuhkan pengakuan kalian untuk menjamin identitasku di keluarga Day ataupun putra dari Ibuku. Jika kalian berbicara tentang kontribusiku di perusahaan ini? Mungkin sebagian dari kalian sudah melihatku menjadi budak para direktur maupun manager untuk beberapa waktu. Tapi satu hal yang harus kalian tahu.”
Dengan santainya Richard menyalakan layar di belakangnya. Sebuah video saat di mana Antonio berpesta dengan para klien terlihat begitu jelas di depan.
Antonio sontak membelalakkan matanya hingga membulat sangat lebar. Bagaimana bisa aksinya yang baru beberapa hari yang lalu terekspos dengan begitu mudahnya.
“Bagaimana mungkin? Itu adalah fitnah,” ucap Antonio langsung berdiri dari posisinya dan berusaha membela diri.
__ADS_1
“Benarkah?” Sebelah sudut bibir Rich terangkat, menarik garis bibir meremehkan yang terlihat begitu nyata.