My Crazy Rich-Ard

My Crazy Rich-Ard
Bab 27 : Hanna Membuat Onar


__ADS_3

Kalimat yang terdengar begitu memprovokasi dari mulut Rose berhasil membuat Hanna menyemburkan minuman di dalam mulutnya. “Apa?” Dia sontak terkejut akan kenyataan ini. Padahal Reymond tampak begitu membela kemarin, tetapi kenapa hanya dalam semalam semuanya berubah.


“Bagaimana bisa seperti itu? Aku bahkan sudah ikut briefing kemarin. Bisa-bisanya wanita itu merebut posisiku.”


"Entahlah. Mungkin dia menukar tibuhnya dengan posisi itu dan merayu Tuan Reymond," ucap Rose semakin memprovokasi.


Wajah geram yang terlukis dalam diri Hanna membuat Rose tersenyum puas. Kepalan tangan wanita di depannya menyebabkan Rose sedikit bangga. “Aku punya informasi penting yang bisa membuatmu kembali keposisi semula jika kau mau,” ucap Rose menawarkan, sambil menyeruput minuman di depannya.


“Apa itu?” tanya Hanna penasaran.


Rose lantas mendekatkan diri serta membisikkan sesuatu yang membuat Hanna sontak membelalakkan mata. Dia menutup mulut dengan tangannya karena tidak menyangka akan informasi yang baru saja dia dapatkan.


“Kau yakin?” tanya Hanna memastikan.


“Aku jamin apa yang aku berikan sangat akurat. Kau bisa membuktikannya langsung nanti. Keputusan ada di tanganmu. Mau mengambil lagi posisimu atau membiarkannya menang tanpa bergerak sama sekali.” Sebuah kotak kecil Rose berikan ke hadapan Hanna.


Dalam hati Hanna sedikit takut untuk mengambil benda tersebut, lagi pula siapa artis di dunia ini yang tidak memiliki rahasia gelap. Namun, dia tidak ingin melepaskan kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan Dday Holding. Hanya dengan cara inilah dia bisa menyingkirkan pesaingnya itu.


Sejenak Hanna melihat wanita di depannya. Tatapan penuh dengan keyakinan dari Rose membuat Hanna dengan segera menyambar benda kecil itu dan membawanya pergi tanpa berbasa-basi.

__ADS_1


Sementara itu, Rose yang ditinggalkan seorang diri tampak tersenyum puas. Kali ini dia tidak perlu mengotori tangannya sendiri untuk menghancurkan karir sang kakak yang sedang naik daun, biarkan Hanna yang melakukan semua itu untuknya.


“Kita lihat saja, Kak! Siapa yang bisa menyelamatkanmu kali ini?” ucapnya dengan seringai iblis yang terukir mengerikan.


Hanna yang sudah tidak sabar memberikan pelajaran pada Rachel, lantas kembali ke gedung Dday Holdings. Kali ini dia diam dan duduk dengan tenang, menunggu di lobi sambil mengamati situasi.


Diam-diam dia berpikir bagaimana cara memberikan pelajaran pertama pada wanita ingusan yang berani mengambil alih pekerjaannya dengan cara yang licik itu.


Pandangan mata Hanna mengedar ke segala arah, sebuah senyum miring terlukis di wajah di kala mendapatkan ide untuk mempermalukan Rachel nanti.


“Lihat saja bagaimana aku akan memberimu pelajaran! Kau pasti akan jera sudah berurusan denganku," batin Hanna tersenyum puas.


Rachel yang terkejut akan situasi saat ini sontak memejamkan mata dan mematung di tempatnya. Tubuhnya basah dan penuh kotoran lengkap dengan bau menjijikkan sabun pembersih lantai, begitu lekat mengguyurnya. Pakaiannya tidak hanya basah, tetapi juga kotor. Dari ujing kepala sampai ke ujung kaki jenjangnya air mengalir bersamaan dengan kotor yang melekat bercampur menjadi satu.


"Oh, shiit! Mimpi apa aku semalam," batin Rachel masih berusaha tenang.


Kejadian tidak terduga yang baru saja terjadi menarik perhatian banyak karyawan. Beberapa orang tampak menghentikan aktivitas guna menyaksikan drama Dday Holdings hari ini. Dua artis saling menyerang karena berebut tawaran di perusahaan tentu saja merupakan hal biasa. Namun, tidak akan ada yang mengira jika Hanna memiliki temperamen yang bisa di bilang lebih dari buruk sebagai sosok publik figur.


Di sisi lainnya, Richard yang kebetulan melihat adegan itu hendak bergerak maju untuk membantu Rachel. Namun sayangnya, sebuah jas laki-laki tiba-tiba saja bertengger di pundak Rachel sebelum Rich melangkahkan kakinya.

__ADS_1


“Apa masalah Anda, Nona? Kenapa membuat keributan di perusahaanku.” Suara bariton Reymond di belakang membuat Rachel mengangkat kepala. Dia mencengkeram kuat jas yang diberikan pria itu. Bukan hanya rasa malu yang kini Rachel rasakan, melainkan harga dirinya seolah-olah diinjak-injak saat itu juga.


“Dia!" tunjuk Hanna pada Rachel. “Berani-beraninya merayumu hanya untuk mengambil alih posisiku. Cih, dasar murahan.”


Tuduhan tidak masuk akal dari Hanna tentu saja membuat Rachel bernapas berat. “Jangan sembarangan menuduh, Nona! Saya mendapatkan job ini secara murni karena tawaran dari Tuan Rey, tidak seperti apa yang Anda katakan. Saya bisa saja menuntutmu atas pencemaran nama baik. Ditambah apa yang Anda lakukan sekarang sangat tidak bisa ditoleransi.” tegas Rachel.


Kesal dan malu, tentu saja Rachel sangat merasakannya. Dia hendak melangkah pergi, tetapi lagi-lagi tuduhan Hanna menghentikan langkahnya.


“Kau pikir aku tidak tahu, jika kau merayu Tuan Rey dengan menukar tubuhmu hanya untuk posisi itu.”


“Jaga mulut Anda, Nona!” Tanpa ragu-ragu Rachel berbalik dan melayangkan sebuah tamparan keras yang mendarat begitu saja di pipi Hanna. Kesabarannya habis sudah akibat celotehan tidak berdasar yang diucapkan Hanna.


Hanna yang merasakan hawa panas bekas telapak tangan Rachel tidak terima di perlakukan seperti ini. Tangan kirinya memegang kulit yang terasa terbakar itu, sedangkan satu tangannya lagi sudah melayang hendak membalas wanita di depannya. Akan tetapi, sebuah tangan kekar tiba-tiba saja menghentikan gerakannya.


“Sudah cukup Anda berbuat onar di perusahaanku, Nona Hanna.” Suara tegas dan dingin, serta tatapan tajam Rey nyatanya tidak membuat Hanna takut. Rey mengempaskan tangan wanita tersebut dan berkata, “Aku bahkan belum menuntutmu karena masalah dengan karyawanku kemarin. Jadi ku mohon jangan uji kesabaranku!”


Hampir saja Hanna lupa jika seseorang kemarin terluka karenanya. Dia pun tidak tahu bagaimana kondisi orang itu sekarang, entah masih hidup atau sudah mati.


Rey berbalik dan merangkul pundak Rachel begitu saja tanpa sadar. Dia hendak membawa Rachel pergi meninggalkan lobi. Namun, ketika keduanya melangkah pergi lagi-lagi Hanna berteriak. “Dia itu pelacur yang suka bergonta-ganti pasangan dan tidur dengan banyak pria. Dia hanya berniat memanfaatkanmu, apa kau tahu itu, Tuan Rey?”

__ADS_1


__ADS_2