My Crazy Rich-Ard

My Crazy Rich-Ard
Bab 63


__ADS_3

“Oh, astaga hampir saja aku mati dua kali di hari yang sama,” gumam Rachel melihat ke arah tanah di mana dia akan terjatuh, jika saja Dason tidak membantunya tepat waktu tadi.


“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Dason lagi dengan penuh penekanan. Dia baru saja kembali dari perusahaan sore itu, tetapi laporan pertama yang dia dengar dari pelayan adalah Rachel yang menghilang sejak siang. Merasa khawatir wanita tersebut akan melarikan diri, Dason lantas bergegas menyusuri setiap sudut area villa. Beruntungnya dia masih bisa menemukan Rachel. Meskipun lokasi keduanya cukup jauh dari hunian tempat tinggal mereka.


“Oh itu.” Rachel tersenyum kikuk. Dia menggaruk tengkuknya sendiri yang tidak terasa gatal. Alasan apa kira-kira yang harus dia berikan kepada Dason agar terdengar masuk akal. “Aku tadi hanya jalan-jalan. Tapi tidak sengaja malah tersesat,” ucap Rachel seolah menyesal pada akhirnya. Namanya juga aktris, tentu saja Rachel sangat pandai memberikan ekspresi yang meyakinkan.


Dason tampak memicingkan mata untuk sejenak mendengar penuturan Rachel. “Kau yakin tidak sedang berusaha melarikan diri?”


Rachel yang dituduh seperti itu tertawa hambar. “Kau pikir aku bisa melarikan diri dari sini hanya dengan berenang menyusuri lautan itu? Cih, jangan konyol. Mustahil aku mau melakukannya. Menyentuh air di kamar mandi saja sudah membuat tubuhku merinding. Makanya aku hanya mandi sehari sekali, apalagi jika harus berenang bermil-mil. Bisa-bisa aku mati kedinginan nanti. Aku belum terlalu bodoh untuk menyerahkan nyawaku dan mati tenggelam di tengah lautan sana.” Rachel berusaha menghindar dan hendak melangkah pergi. Namun, tampaknya kaki wanita tersebut terkilir karena terjatuh tadi.


“Awh.” Rachel meringis kesakitan merasakan sakit di pergelangan kakinya. Dia hampir saja limbung lagi, tetapi dengan sigap kedua tangan Dason menahan tubuh wanita tersebut.

__ADS_1


“Kau tidak apa-apa?” tanya Dason sedikit khawatir.


Dengan cepat Rachel menggeleng sambil melepaskan diri dari rengkuhan Dason. Wanita tersebut berusaha berdiri tegak, dan berjalan dengan perlahan sambil menahan kakinya yang terasa sangat berdenyut ketika menapak di tanah.


Dason yang melihat Rachel berjalan sambil menyeret kaki seperti itu tentu saja tidak tega. Dia segera melangkah mendahului Rachel, dan berjongkok untuk membawa tubuh wanita tersebut di punggungnya.


“Hei! Apa yang kau lakukan?” teriak Rachel mencoba memberontak di atas punggung Dason. Akan tetapi, pria tersebut malah semakin erat memeganginya.


Tanpa Rachel sadari, keduanya pernah menempuh jalur pendidikan di kampus yang sama, hanya saja Dason tidak pernah berani untuk mendekat dan hanya bisa mengagumi sekilas dari jauh, sebab Dante melarang semua hal yang berhubungan dengan cinta, yang hanya akan membuat seorang pria menjadi lemah dan mudah di manfaatkan oleh musuh. Namun, entah keberuntungan atau petaka, sehingga Dason bisa bertemu lagi dengan Rachel saat ini. Mungkin inilah momen terbaik yang dapat dia manfaatkan untuk mengambil hati wanita tersebut.


Dason hanya berharap, jika Richard tidak akan mudah menemukan mereka. Maka lambat laun Rachel akan melupakan pria tersebut dengan sendirinya, dan Dason yang berkelakuan baik, tentu saja perlahan bisa mendapatkan hati Rachel. Meskipun harus memutuskan segala akses dari luar dan membatasi gerak Rachel sepenuhnya. Dason juga tidak keberatan, kalau harus merawat Rachel seumur hidupnya, seperti Dante yang menyembunyikan Diana dan memutuskan segala akses dunia luar. Seolah tidak pernah ada di dunia ini.

__ADS_1


Sementara itu, Rachel dengan terpaksa melingkarkan tangan di leher Dason. Akan tetapi, pikirannya sedikit curiga dengan sikap pria di depannya saat ini. Apalagi Rachel tidak bisa melihat bagaimana ekspresi wajah Dason yang menyeringai saat ini. Hanya ada kesunyian di antara keduanya, sedangkan senja mulai menampakkan cahaya kemerahan yang membentang langit di atas keduanya kala itu. “Cih, dasar aneh. Kau menculikku tapi memperlakukan aku dengan sangat manusiawi,” ucap Rachel mencebikkan bibir.


“Lalu kau mau aku memperlakukanmu seperti apa? Mengikatmu dan hanya mengurungmu di dalam ruangan? Lalu tidak memberimu makan berhari-hari? Begitu maumu?” tanya Dason sambil membetulkan posisi Rachel yang semakin turun di punggungnya.


Bayangan wanita yang baru di temui seketika terlintas dalam benak Rachel. Dia segera menggelengkan kepala dengan cepat. “Tidak, tidak! Aku tidak mau mengalami nasib seperti itu,” gumam Rachel masih terdengar jelas di telinga Dason, karena posisi keduanya yang begitu dekat.


“Kalau begitu, nikmati saja apa yang kau dapatkan saat ini. Tetap patuh dan jangan membuatku marah, apalagi berusaha melarikan diri! Atau aku akan benar-benar memperlakukanmu seperti itu.”


Mendengar ancaman Dason, Rachel hanya bisa menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. Bohong jika di tidak takut, apalagi setelah melihat beberapa keanehan di pulau itu. “Kira-kira berapa lama kau akan menyekapku di sini? Kenapa kalian menculikku? Aku tidak tahu menahu dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan masalah kalian, apalagi tentang Richard. Aku sendiri bahkan baru mengetahui jika dia adalah pewaris tunggal Dday Holdings. Cih, kalian yang memiliki masalah, tapi aku yang jadi sasaran utamanya,” gumam Rachel sebelum akhirnya kepala wanita tersebut bersandar di pundak Dason.


Tanpa sadar Rachel tertidur di dalam gendongan pria tersebut. Ceroboh memang, tetapi Rachel terlalu lelah melampiaskan segala kekesalannya hari ini.

__ADS_1


“Semua ini mungkin tidak akan terjadi jika kau bukan wanita milik Richard. Tapi tenanglah, aku akan berusaha untuk melindungimu, meskipun dunia ini harus melupakan kehadiranmu,” batin Dason setelah merasakan dengkuran halus di pundaknya.


__ADS_2