My Crazy Rich-Ard

My Crazy Rich-Ard
Bab 48: Kontribusi Pertama


__ADS_3

Ekspresi tenang dan menyeringai puas yang ditunjukkan Richard saat ini berhasil membuat beberapa orang yang ada di sana bertanya-tanya. Entah bagaimana caranya Rich mendapatkan video kecurangan yang dilakukan oleh Antonio tersebut, tetapi dia jelas sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang. Dia muncul di saat paling kritis dan dengan persiapan perlawanan penuh. Bisakah para relasi yang sebelumnya membantu Antonio melawan Richard sekarang.


“Benarkah?” ucap Richard menyeringai.


Tidak perlu waktu lama, beberapa jajaran tim satuan pengawas internal maupun eksternal perusahaan tampak mengeluarkan wajahnya. Mereka datang dengan membawa beberapa bukti kuat yang akan digunakan untuk memaksa Antonio turun dari jabatan.


“Silakan ikut kami untuk pemeriksaan lebih lanjut, Tuan,” ucap salah seorang pengawas internal perusahaan.


“Tidak! Aku sama sekali tidak bersalah! Ini semua fitnah.” Antonio meronta-ronta ketika dirinya di paksa keluar dari ruangan tersebut.


Kini, tidak ada satu pun orang yang berani membantah Richard hanya untuk membela Antonio kali ini, bahkan tidak jarang beberapa di antara mereka kesulitan untuk bernapas. Seakan tercekik dengan kenyataan pada saat itu juga.


Bukan hanya terkejut dengan sambutan Rich yang mencengangkan, juga di antara mereka banyak yang terlibat aliran dana dengan Antonio. Bisa-bisa nama mereka ikut terseret nantinya jika salah bicara. Apalagi tim audit sudah turun tangan secara langsung, di mana artinya semua ini bukanlah masalah yang bisa di anggap remeh.


Setelah Antonio bawa keluar, suasana yang awalnya ricuh kini menjadi hening. Sunyi senyap bak kuburan tanpa makhluk hidup.


“Bicara tentang kontribusiku pada perusahaan. Anggap saja penangkapan tikus perusahaan yang satu itu sebagai sebuah salam perkenalan dariku.” Sejenak Richard menghentikan kalimatnya. Lalu kembali menatap satu per satu wajah para pemegang saham yang kini berubah menjadi pucat pasi. “Untuk mereka yang merasa terlibat di dalam tidak kecurangan itu. Silakan kalian bersiap-siap mengaku sendiri, atau aku tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas nantinya. Dan untuk para klien yang bekerja sama dengan perusahaan kita secara ilegal, mereka akan dikenakan sanksi denda, serta penalti karena melanggar aturan dalam berbisnis. Untuk hukum perdata maupun pidana, nantinya aku serahkan segala urusan pada tim audit untuk kembali meninjau semuanya.”


Richard kembali menghentikan kalimatnya untuk menikmati ekspresi para dewan direksi dan para pemegang saham yang masih tercengang. Ternyata melihat wajah-wajah mereka yang bergetar, terasa begitu menyenangkan. Pantas saja, selama ini pamannya sangat suka menindas dirinya di saat lemah.


“Aku pikir perkenalanku hari ini cukup. Jika masih ada yang keberatan dengan diriku yang menjabat sebagai CEO Baru, silakan datang ke ruanganku. Maka aku akan menerima keluhan kalian dengan tangan terbuka.”


Setelah mengatakan semua itu, Richard melangkah keluar ruangan begitu saja. Dia tidak peduli dengan bisik-bisik ramai orang yang tampak gusar dengan langkah awal yang di ambilnya itu, sedangkan Day yang menatap perubahan pada cucunya tentu saja tersenyum bangga.


Meskipun selama ini terlihat hanya suka bermain-main. Namun, nyatanya Richard selalu bisa di andalkan di waktu tertentu. Di tambah aura kepemimpinannya tampak begitu kental, walaupun usianya masih cukup muda dan belum terlalu berpengalaman. Akan tetapi, langkah yang di ambil Richard saat ini seakan menskakmat mulut para pemegang saham lainnya, mirip seperti Diana.


Setelah meninggalkan ruangan pers, Richard bergerak menuju lantai dua puluh lima, tempat di mana sang paman terbiasa menghabiskan waktunya sebagai penggila kerja selama ini. Dia ikuti oleh sepasang pria dan wanita di belakang yang tidak lain merupakan asisten serta sekretaris terdahulu sang paman.


“Berikan aku semua berkas proyek yang akan, sedang, dan sudah berlangsung di perusahaan ini sekarang!” perintah Richard setibanya dia di ruangan tersebut.

__ADS_1


“Baik, Tuan.” Sekretaris wanita lantas melangkah pergi untuk mengambil yang di inginkan Richard.


Untuk sejenak Rich menatap curiga pada wanita itu. Dia sedikit memandang tidak biasa punggung yang semakin jauh tersebut, hingga hilang di balik pintu.


Sementara sang asisten pria masih berada di ruangan yang sama. “Apa Anda yakin tidak ingin ruangan baru, Tuan?” tanya asisten tersebut.


“Tidak perlu membuang-buang waktu hanya untuk mempermasalahkan ruangan. Aku bahkan bisa bekerja tanpa ruangan sekali pun,” jawab Rich yakin.


Richard memang tidak ingin membuang-buang waktu hanya untuk hal yang tidak perlu. Dia yakin, banyak mata-mata pihak lawan yang sedang gusar saat ini dan berbondong-bondong mengabarkan kepada mereka apa yang tengah terjadi saat ini. Kesadaran akan perang bisnis yang sudah Richard kibarkan, membuatnya tidak mau terlambat meskipun hanya sedikit pun.


“Terangkan apa saja yang ditinggalkan paman sebelum kecelakaan itu terjadi?” ucap Rich menatap pria di depannya.


Sang asisten lantas menceritakan apa saja yang tengah di kerjakan Reymond saat itu, termasuk di saat di mana Reymond mencari seseorang selama bertahun-tahun lamanya. Hingga di saat Richard merasakan langkah seseorang yang semakin dekat, dia pun memberikan isyarat pada asisten sang paman, untuk menghentikan laporannya.


Tidak lama kemudian, sosok sekretaris yang tadi tengah menjalankan tugas tampak membuka pintu. Dia membawa sebuah troli berisikan tumpukan berkas yang diinginkan Richard. “Ini semua berkas yang Anda minta, Tuan.”


Kedua orang tersebut lantas membungkuk hormat dan melangkah mundur, sebelum akhirnya menghilang di balik pintu. Mata elang Richard menatap kepergian mereka dengan tatapan tidak biasa. Ada firasat di mana salah satu dari kedua orang itu adalah pengkhianat yang patut dicurigai.


Tidak ingin membuang-buang waktunya, Richard segera meraih berkas-berkas yang dibawa oleh sekretaris tadi dan membaca setiap baris kalimatnya dengan sangat teliti. Dia memilih sendiri, mana perusahaan yang benar-benar patut di jadikan relasi dan mana yang tidak layak. Richard bahkan tidak perlu berpikir dua kali untuk meletakkan proyek yang akan ditolaknya, jika dia meragukan penilaiannya sendiri.


Dua jam berlalu dalam kesunyian, sesekali Richard menggerakkan kepala guna meregangkan otot yang menegang. Barulah sesaat kemudian, dia memanggil sang asisten untuk masuk ke ruangannya.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya pria itu. Aura yang dipancarkan antara Richard dan Reymond terasa begitu berbeda bagi pria tersebut. Sebagai asisten yang melayani Reymond bertahun-tahun, dia sudah merasa jika Rey adalah sosok penggila kerja yang parah. Namun, ternyata keponakannya lebih parah dibandingkan sang paman.


"Aku sudah memilah berkas-berkas itu menjadi tiga bagian. Bagian itu proyek yang bisa kalian lanjutkan atau boleh diterima oleh perusahaan ini, tetap jalankan sesuai rencana dan sebagaimana seharusnya. Itu." Tunjuk Rich pada tumpukan berkas lainnya. "Tinjau ulang hasilnya sampai sekarang. Aku mau laporan sedetail mungkin dan serahkan padaku besok."


Sang asisten sontak melebarkan mata hingga sepenuhnya hampir melotot. Awalnya dia mengira Richard akan bertanya tentang sesuatu yang tidak dipahami. Namun, ternyata pria tersebut malah sudah mengambil keputusan secepat itu, untuk proyek dengan nilai fantastis tersebut.


Mungkinkah berkas sebanyak itu Richard benar-benar sudah membacanya semua. "Lalu yang ini, Tuan?" tanya asisten tersebut pada satu tumpukan lainnya dengan susunan paling tinggi.

__ADS_1


"Ah itu. Proyek mereka akan bermasalah ke depannya dan mereka tidak layak bergabung dengan Dday Holdings, kau bisa menolak pengajuannya secara langsung atau membatalkan kerjasama yang sudah terjalin, sesuai dengan alasan yang sudah aku tulis di masing-masing berkas."


Sang asisten hampir saja menjatuhkan rahangnya saat itu juga. Apakah Richard seorang cenayang yang bisa melihat masa depan dan memprediksi tingkat keberhasilan suatu proyek?


Berkas yang ditolak bahkan lebih tinggi dari yang lainnya. Artinya, apa yang diseleksi oleh Richard lebih sedikit yang akan masuk ke perusahaan. Tampaknya kebijakan yang diluncurkan Richard akan lebih sulit di bandingkan Reymond nantinya.


"Ada masalah?" tanya Richard setelah melihat pria di hadapannya tidak merespons sama sekali.


"Ah, tidak Tuan. Hanya saja."


"Kau tenang saja. Meskipun hanya sedikit proyek yang aku terima, tapi mereka memang berpotensi untuk berkembang dan akan membawa laba lebih baik bagi perusahaan dibandingkan proyek yang lainnya. Apa gunanya menerima banyak kerja sama jika akhirnya kita yang rugi?" Ucap Richard santai.


Pria itu mengangguk paham. "Baiklah, Tuan."


"Satu hal lagi. Aku ingin tahu perkembangan tender utama kita."


"Maksud, Tuan. Mahkota pernikahan Putri Lady?"


Richard mengangguk. "Undang Sunday Group agar datang ke mari besok. Aku akan mempertimbangkan pengajuan mereka untuk berkolaborasi nantinya."


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu." Mereka lantas melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Sementara itu, di sisi lain, sorang pria paruh baya tampak murka mendengar adanya pihak Day yang mengangkat CEO baru dengan status pewaris tunggal dari Diana.


"Apa kau bercanda?" Teriaknya pada seseorang di ujung panggilan.


"Tidak, Tuan. Dia benar-benar putra kandung Nyonya Diana. Dday Holdings saat ini tengah gempar karena keputusan yang dia buat benar-benar mengejutkan banyak pihak. Pihak kita bahkan tidak bisa bertindak banyak saat ini," ucap seseorang lainnya di sambungan telepon itu.


"Diana, Berani-beraninya kau menipuku," geramnya dengan sorot tajam sambil meremas ponsel di tangannya yang masih terhubung dengan sang mata-mata.

__ADS_1


__ADS_2