My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 86#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Siang hari Ayna yang izin tidak sekolah karena sakit terbangun mendengar suara Ammah nya berteriak. Ia pun keluar untuk memastikan keadaan Tasya, disana Ayna melihat Ammah nya seperti menangis kesakitan.


"Ya ampun, Ammah!". Teriak Ayna melihat Ammah nya.


"Ammah kenapa?". Tanya Ayna melihat Ammah nya meringis memegang perutnya.


"Sakitt sayang, perut Ammah sakitt". Jawab Tasya pada putrinya.


Ayna menoleh ke berbagai sudut mencari seseorang untuk membantu Ammahnya, tetapi ia lupa jika dirumah hanya ada Ayna dan Ammah nya saja, Ayna mencoba membatu Ammah nya berdiri untuk keluar memanggil pak sopir.


"Bapakk!! tolonginn Ammah pak!". Teriak Ayna pada supirnya yang sedang berada didekat pos.


"Astaga non, ini nyonya kenapa?". Tanyanya pada Ayna dengan panik.


"Gatau pak, kita ke rumah sakit saja". Jawab Ayna tak kalah panik.


Selama dalam perjalanan Ayna menenangkan Ammah nya dengan cara mengelus perut besar Ammah nya yang sudah ke 8 bulan, apa mungkin akan melahirkan tapi kan sebulan lagi kalau melahirkan pikirnya.


"Ammah yang kuat ya sebentar lagi kita sampai". Ujar Ayna pada Ammah nya.


"Maafin Ammah sayang, padahal kamu lagi sakit tapi harus mengantar Ammah ke rumah sakit". Ujar Tasya lemah pada putrinya.


"Ammah jangan minta maaf, Ayna sudah mendingan kok setelah banyak tidur dan minum obat, sekarang yang terpenting Ammah dulu". Ujar Ayna memeluk Ammah nya.


"Ahh iyaa aku lupa ngabarin Oma, katanya mau ke rumah kan mah". Ujar Ayna pada Tasya.


"Iyaa syang, kamu kabari aja di grup keluarga". Ujar Tasya diangguki oleh Ayna.


Deffa yang saat itu sedang mengerjakan pekerjaan nya, serta yang lainnya yang berada di sekolah atau dimanapun mereka melakukan aktivitas, terhenti ketika Ayna mengirim pesan grup keluarga .


Ting! Ting!


...My Big Family...


..."Bahagialah dan tersenyumlah akan membuat hatimu tenang"...


Queen Ayna


Appah, Opa serta yang lainnya, Ayna hanya ingin memberitahu bahwa Ammah masuk rumah sakit, sekarang sedang di periksa oleh dokter karena Ammah sesampainya di rumah sakit pingsan 😞


^^^Appah Deffa^^^


^^^APAA!! tunggu Appah sayang^^^


Oma Sandra

__ADS_1


Kita akan ke rumah sakit, kamu kan lagi sakit sayang


Queen Ayna


Aku udah baikan kok oma


Bang Leo


Kabari abang jika Ammah sudah sadar, abang dalam perjalanan ke rumah sakit


Bang Lion


Iyaa dek, kita semua Izin pulang awal pada guru


Ayna tidak membalas lagi pesan grup keluarganya, karena dokter keluar dari ruangannya setelah memeriksa keadaan Ammah nya.


"Bagaimana keadaan Ammah saya dokter?". Tanya Ayna panik pada dokter.


"Ammah kamu harus segera dioperasi untuk mengeluarkan bayinya karena ada penyakit di rahim Ammah kamu". Jawab Dokter tersebut membuat Ayna kaget.


"Dokter tunggu keluarga aku datang yaa, hanya Appah atau Opa yang akan memberikan jawabannya". Ujar Ayna pada dokter tersebut.


"Baiklah, diharapkan secepatnya untuk kesini". Ujar Dokter lalu masuk kembali ke dalam ruangan Tasya yang masih belum sadarkan diri.


"Sayangg Heyy, anak Appah ada apa? kenapa kamu menangis sayang?". Tanya Deffa panik memeluk putrinya.


"Hanya dokter yang tau, lebih baik Appah ke dalam disana sudah ada dokter". Jawab Ayna diangguki oleh Appah nya.


"Sayang, bilang sama Oma, apa yang terjadi pada ibumu?". Tanya Oma Sandra para Cucu nya.


"Eum oma, Ay gakuat Ayna takut oma". Jawab Ayna sambil menangis dipelukan Oma Sandra.


"Takut kenapa sayang? bilang sama oma". Ujar Oma Nissa yang juga memeluk Ayna.


"Tunggu Appah aja, mungkin dokter akan lebih jelas memberitahu tentang Ammah". Jawab Ayna diangguki oleh mereka.


Deffa yang sudah masuk ke ruangan, melihat dokter yang masih meriksa istrinya, ia pun menghampiri dokter tersebut membuat sang empunya menoleh.


"Akhirnya tuan Deffa datang, langsung saja pada intinya ya, istri tuan Deffa harus segera di operasi karena ada penyakit kista di rahim nona Tasya, oleh sebab itu kita menunggu keputusan dari keluarga". Ujar Dokter tersebut pada Deffa yang membuat nya kaget.


"Lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya dok". Ujar Deffa pada dokter tersebut.


"Baiklah tuan, tolong tanda tangan disini". Ujarnya diangguki oleh Deffa.


"Kita akan segera ke ruang operasi, untuk mengeluarkan kista serta anak Tuan". Ujar dokter pada Deffa.

__ADS_1


Deffa keluar ruangan bersamaan dengan dokter, namun dokter tersebut langsung berlalu pergi dengan berlari memanggil para suster, Deffa menghampiri keluarga nya dengan lesu.


"Ada apaa ayah?". Tanya Anna pada Deffa.


"Iyaa apa yang terjadi pada anakku Deffa?". Tanua Daddy Aldi pada menantunya.


"Tasya dad, ada Kista di rahimnya yang mengharuskan Tasya untuk dioperasi, mungkin baby twins lahir dengan prematur dad, semoga saja istri dan anakku selamat". Jawab Deffa membuat semuanya kaget.


"Jangan bercanda Deff, ngga lucuu". Ujar Bryan pada nya.


"Siapa yang bercanda sih? Ayna sendiri yang lebih dulu tau Ammah kenapa napa nya Uncle". Ujar Ayna membela Appah nya.


Deffa hanya terdiam, ia masih shock mendengar perkataan dokter, tiba tiba datang dokter dan para suster lalu masuk ke dalam untuk memindahkan Tasya keruangan operasi, mereka semua menyusul para dokter hingga Tasya masuk ruangan operasi.


"Ya tuhan, selamatkan istri dan anak hamba". Ujar Deffa sambil mondar mandir didepan pintu.


"Lebih baik kamu diam Def, pusing tauu". Ujar Daddy Aldi padanya.


Hingga beberapa menit kemudian terdengar suara tangis bayi yang keluar dari rahim Tasya, setelah mengeluarkan kedua bayi tersebut, para dokter langsung mengangkat kista yang ada di rahim Tasya.


"Syukurlah dok, kita sudah mengangkat penyakit kista tersebut". Ujar salah satu suster.


"Iyaa, semoga saja ibunya cepat sadar, setelah bayi kembar mereka keluar". Ujar dokter tersebut padanya.


"Walaupun lahir dengan prematur, ternyata berat badan sang bayi normal dok". Ujar suster padanya.


"Langka sekali kita mendapatkan kasus seperti ini". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


Beberapa menit kemudian mereka pun keluar untuk memindahkan Tasya serta bayi nya ke ruangan, Deffa dan yang lainnya yang melihat itu langsung menyusul.


"Kalian boleh masuk, hanya saja tidak boleh mengganggu pasien". Ujar dokter tersebut pada mereka.


"Iyaa terimakasih dok". Ujar Deffa diangguki oleh dokter tersebut.


"Kalau begitu saya permisi". Ujarnya diangguki oleh yang lain.


"Walaupun lahir prematur, mereka berdua berat badannya sangat normal berbeda dengan yang lahir prematur lainnya". Ujar Mommy Nissa pada putranya.


"Iyaa bener apa yang dibilang sama Oma Nissa". Ujar Leo pada nya.


Deffa duduk disamping ranjang istrinya yang belum tersadar, ia mengelus tangan istrinya, sungguh Deffa sangat ketakutan, ia takut kehilangan istrinya, bagaimana nanti ia hidup jika tanpa adanya Tasya pikirnya.


Bagaimana kelanjutannya?


Maaf kemarin ketiduran mau update teh:)

__ADS_1


__ADS_2