My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 80#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Ayna sedang bersama yang lainnya menuju ke kantin sekolah mereka, namun ditengah jalan Ayna kembali di cegah oleh Gavin yang masih selalu muncul dihidup Ayna. Dion yang melihat kembarannya tiba tiba berhenti pun mengetahui bahwa ada seseorang yang menghalanginya.


"Dek ayoo, bel istirahat akan bunyi loh". Ujar Lion pada Ayna.


"Ahh iyaa abang". Ujar Ayna berlari menghampiri mereka.


Gavin yang melihatnya hanya bisa bersabar lagi dan lagi, sudah bertahun tahun ia koma, ingin sekali Gavin melihat dunia tanpa tak terlihat seperti ini, ia merindukan keluarganya.


Ayna yang melihat nya pun merasa bersalah, tetapi mau bagaimana lagi ia tidak tau dimana rumah sakit tempat Gavin di rawat, ditanya juga Gavin tidak mengetahui nama tempat rumah sakit nya.


"Kamu mau pesan apa dek?". Tanya Lion sambil melihat buku menu.


"Eum aku nasi goreng aja pedesnya sedeng sama minumannya jus naga bang". Jawab Ayna padanya.


"Anna mie ayam tambah ceker bang minumannya samain aja". Jawab Anna padanya.


"Samain aja udahh". Ujar Dion padanya.


"Nasi goreng sama Mie ayam gitu?". Tanya Lion padanya.


"Ya salah satu nya abang ihh". Jawab Dion kesal padanya.


Disisi lain Tasya yang masih di kantor suaminya, tiba-tiba suaminya masuk ke dalam kamar mandi saat sedang tidur, sambil terus muntah muntah membuat Tasya khawatir.


"Mas Deffa, kita ke rumah sakit aja ya". Ajak Tasya pada suaminya.


"Ngga usah, palingan cuman masuk angin doang". Ujar Deffa pada Tasya.


"Yaudah mending kita pulang aja mas". Ujar Tasya diangguki oleh Deffa.


Selama perjalanan menuju rumah Deffa tertidur disampingnya, untung mobil Deffa dibawa oleh asistennya ke rumah, saat keluar dari mobil Deffa segera berlari masuk membuat Tasya langsung mengejar nya.


Hueekk hueekk


"Mas kita ke rumah sakit yaa, please". Ujar Tasya khawatir padanya.


"Gausah sayang, aku baik baik aja kok". Ujar Deffa padanya.


"Baik baik aja gimana? muka kamu pucat mas". Ujar Tasya sambil memeluk suaminya.


"Aku gapapa, mungkin ditidurin juga bakalan sembuh". Ujarnya membuat Tasya pasrah.


Melihat Deffa yang sudah tertidur, Tasya pun memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelahnya ia menghampiri suaminya serta ikut tidur disamping suaminya.


Beberapa jam kemudian Deffa terbangun terlebih dahulu lalu melirik ke arah istrinya, jam menunjukkan pukul 4 sore yang menandakan bahwa anak anaknya telah pulang sekolah.

__ADS_1


Deffa keluar kamarnya dan melihat para anaknya sedang memakan rujak entah beli entah bikin, ia pun menghampiri mereka berlima eh tidak anak sahabatnya pun berada dirumahnya.


"Eh Uncle". Ujar Ameena yang menyadari ada Uncle nya.


"Loh dad, kita kira belum pulang". Ujar Dion padanya sambil memakan rujak tersebut.


Sebelum Deffa ingin menjawab dan mencoba rujak tersebut, terdengar suara Tasya menggelegar memanggilnya.


"MAS!! KAMU DIMANA!! MAS DEFFA!!". Teriak Tasya sambil mencari disekitar kamar.


"Mass, ternyata kamu turun ke bawah, kenapa ngga bangunin sih". Gerutu Tasya pada suaminya.


"Halo Aunty". Sapa ponakannya kepada Tasya.


"Ehh sejak kapan kalian disana? ". Tanya Tasya kaget melihatnya.


"Udah ada sekitar 15menit, terus Uncle turun ke bawah". Jawab Ameena mewakili semuanya.


"Aduhh kayanga enak Tuh rujak, beli dimana?". Tanya Tasya sambil ikutan duduk di ikuti suaminya.


"Beli di pengkolan mang ujang mah". Jawab Ayna padanya.


Tiba tiba saja Deffa mencomot rujak tersebut membuat Tasya serta anak yang lain melihatnya, Lion yang biasanya tidak pernah melihat daddy nya makan rujak pun sama terkejut.


"Ga pedes dad? pedes loh itu". Ujar Dion pada Deffa.


"Masa sih mas?". Tanya Tasya padanya.


"Beneran sayang, kamu cobain aja". Jawab Deffa padanya.


Tasya serta anak anak mencoba rujak tersebut namun mereka kepedasan, bahkan Ayumna yang paling kecil disana tidak kuat hingga akhirnya rujak itu habis oleh Deffa sendiri.


"Ngga pedes kan?". Tanya Deffa pada mereka.


"PEDES BANGETT". Sontak saja mereka berteriak pada Deffa.


Mereka berlari mengambil ice cream yang tersedia di kulkas, Deffa yang melihatnya pun hanya terdiam namun tidak lama kemudian ia berlari ke arah toilet dekat dapur, semuanya menoleh pada Deffa yang terdengar muntah muntah.


"Sebentar yaa, Mommy samperin dulu". Ujar Tasya meninggalkan mereka.


"Uncle Kenapa bang?". Tanya Ayumna dengan imutnya pada Lion.


"Ngga tau sayang, kita tunggu aja diruang keluarga ya sambil nonton". Jawab Lion sambil tersenyum tipis pada nya.


Tasya yang sudah berada di toilet pun langsung mengusap leher suaminya, tanpa jijik Tasya mengusap bibir suaminya yang telah muntah muntah namun yang keluar malah hanya air saja.

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit saja ya sayang, biar tau kamu sakit apa". Ujar Tasya dengan matanya berkaca kaca.


"Ngga usah sayangg, mas gapapa kok". Ujar Deffa memeluk istrinya.


"Yaudah mas istirahat aja yaa di kamar". Ujar Tasya diangguki oleh Deffa.


Sesampainya disana Tasya membantu suaminya untuk berbaring di kasur, lalu menyelimutinya sampai dada suaminya, tidak menunggu lama Deffa tertidur pulas karena akhir akhir ini dia sering mengantuk.


Tasya memegang kening suaminya tetapi tidak panas, suaminya ini kenapa kalau tidak sakit demam, apa asam lambungnya atau apa pikir Tasya saat melihat kondisi Deffa.


"Mas aku keluar sebentar yaa". Bisik Tasya diangguki oleh Deffa.


Tasya melihat anak anaknya sedang menonton film, ia pun menghampiri mereka namun sebelum itu ia malah pingsan, membuat semuanya menoleh padanya terutama Leo yang paling besar disana.


GEDEBUG...


"MOMMY, AMMAH, BUNDA, AUNTY!! ". Teriak mereka menghampiri Tasya.


"Aduh cepat panggilin Appah dek". Ujar Leo khawatir pada Ammah nya.


"Okee bang". Ujar Ayna dan Anna berlari ke kamar orangtua nya.


Deffa yang sedang tertidur terpaksa bangun ketika mendengar suara ketukan pintu, Deffa bangkit dari tidurnya lalu membuka pintu ia melihat kedua putri kembarnya berada diluar pintu.


"Ada apa sayangg? kok panik gitu?". Tanya Deffa pada putrinya.


"Itu Ayahhh ,bunda pingsan yahh". Jawab Anna disetujui oleh Ayna.


"APA!! dimana sekarang?". Tanya Deffa panik.


"Dibawah Ayahh, Appah ". Jawab mereka berdua.


Deffa menuruni tangga dengan cepat di ikuti oleh dua putrinya, ia melihat Tasya di kerumuni oleh anak anak, Deffa langsung saja menggendong istrinya untuk dibawa ke rumah sakit, ia ditemani oleh putra sulungnya serta Ayna yang menemani Tasya dibelakang.


Sementara yang ada dirumah segera menghubungi yang lain, Lion dan Dion serta Anna menunggu kedatangan oma dan opa nya, sedangkan Ameena yang lainnya menghubungi para orangtua mereka untuk menjemput.


"Sayang kamu tahan yaa". Ujar Deffa sambil menoleh ke belakang.


"Appah, lebih baik fokus". Ujar Ayna diangguki oleh nya.


Sesampainya dirumah sakit, Deffa langsung memanggil dokter hingga muncul seseorang yang ia kenal, ia adalah dokter yang menangani Tasya lahiran, langsung saja dokter tersebut membawa Tasya keruangan untuk di periksa.


Deffa serta kedua anaknya menunggu di luar ruangan, Ayna dan Leo menenangkan Deffa yang sedaritadi mundar mandir, beberapa menit kemudian yang lain menyusul ke rumah sakit.


"Gimana keadaan Tasya?". Tanya Mommy Sandra pada menantunya.

__ADS_1


"Masih ditangani dokter mom". Jawab Deffa pada nya.


Disaat yang sama semua suster berlari ke salah satu ruangan, membuat Ayna penasaran ia pun pamit pada keluarga nya, namun ditemani oleh Dion yang mengerti ada sesuatu yang membuat Ayna seperti itu.


__ADS_2