My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 20 #CLESELL (CLEOZA GISELLA)


__ADS_3

Keesokkan harinya Gisella menghubungi Cleoza namun tidak ada jawaban sama sekali, ia menyadari kesalahan juga penyesalannya pada Tasya dan Cleoza yang selama ini selalu ada untuknya.


Sedangkan Cleoza, kini telah berada di rumah Tasya bersama dengan orangtuanya, kini mereka sedang berkumpul bersama, Cleoza yang sedaritadi mendengar dering panggilan dari HP nya, namun ia abaikan karena dia tau siapa yang menelponnya.


"Dua hari lagi pernikahan Tasya dan Deffa akan dilaksanakan , kamu kapan akan mengenalkan seorang wanita pada Mami?". Tanya Mami Diandra.


"Hemm,, nanti akan aku kenalkan padamu wanita pujaanku padamu Mamiku tersayang". Jawab Cleoza tersenyum.


"Tapi Mami ingin seperti tantemu itu, melihat anaknya menikah". Ujarnya sedih.


"Mami doakan saja anakmu ini ya mam". Ujar Cleoza padanya.


"Atau Mami jodohkan saja kamu dengan anaknya teman Mami, kamu mau kan?". Tanya Mami Diandra berharap.


"Ohh no!! mam aku tidak mau di jodohkan!! aku hanya ingin menikah dengan wanita pilihanku mam". Jawab Cleoza tegas.


"Baiklah, Mami berikan kamu waktu sebulan, jika tidak ada wanita yang kamu kenalkan pada Mami, kamu harus menuruti semua yang Mami katakan". Ujar Mami Diandra diangguki dengan mantap oleh Cleoza.


Tasya sedaritadi hanya menjadi pendengar yang baik, kini tersenyum mendengar adik sepupu nya menjawab dengan tegas seperti itu, dia tau betul bahwa Cleoza bukan lelaki yang gampang memaafkan seseorang yang akan mencelakai keluarganya, namun dia juga tidak mudah membuka hati untuk seorang wanita setelah Gisella.


Kembali kepada Gisella, kini ia merutuki kesalahannya yang sudah merencanakan agar memisahkan Tasya dan Deffa, namun hasil yang ia terima malah sahabatnya yang menyukai dirinya kini sangat membencinya.


Gue nyesel Cleo, gue mohon kembalilah Cleo gue butuh lho. Batin Gisella menyesal.


Gisella mencoba menghubungi Cleo kembali, namun hasilnya masih sama Cleo tidak menjawabnya malah sekarang HP nya mati, membuat Gisella semakin gusar karena kehilangan orang yang tulus menyayanginya, sekarang ia bingung harus bagaimana lagi, pikirnya.


"Gue harus minta maaf sama Tasya juga Deffa, gue sekarang ngga mau lagi ganggu Deffa dan Tasya, gue hanya ingin bahagia dengan orang yang mencintai gue, tetapi sekarang orang satu - satunya yang menyayangi gue menghindari gue, gue bingunggg!! ". Ujar Gisella frustasi.


"Gue harus datengin apartement Cleo, gue yakin dia ada di apartement nya". Gumam Gisella.


"Iyaa bener gue harus kesana sekarang". Ujar Gisella sebari berdiri meninggalkan apartement nya.


"Semoga aja Cleo ada di apartement". Gumamnya.

__ADS_1


Selama perjalanan Gisella begitu gelisah, dia takut Cleoza tidak berada di apartement nya, beberapa menit kemudian ia sampai di apartement Cleo, namun ia kebingungan karena harus memasukkan sandi untuk masuk ke dalam.


Akhirnya setelah mencoba beberapa kali, ia bisa masuk kedalam, ya ternyata kata sandi apartement milik Cleoza adalah tanggal lahir dirinya sendiri, kini wanita tersebut sedang menunggu kepulangan Cleoza sambil tiduran di sofa, tanpa terasa ia tertidur karena terlalu lama menunggu kedatangan sahabatnya Cleoza.


Sedangkan Cleoza, kini sedang di perjalanan pulang ke apartement nya, kini dia telah sampai di tempat parkir, ia ingin segera tidur karena terlalu lelah untuk hari ini, sesampainya di apartement nya ia begitu terkejut karena pintu sudah terbuka saat ia masuk makin terkejut melihat Gisella.


Cleoza menghampiri Gisella yang sedang tertidur di sofa, ia melihat raut wajah lelah di muka Gisella, ingin rasanya ia membangunkannya namun ia juga tidak tega, jadi ia membiarkan Gisella tertidur disana sedangkan ia berlalu menuju kamarnya.


Baru saja Cleoza akan memasuki kamarnya, namun terhenti oleh sebuah tangan yang memeluknya dari belakang, siapa lagi jika bukan Gisella orang yang dia cintai sekaligus dia benci.


"Gue minta maaf Cleo, gue tau gue salah, tapi jangan tinggalin gue sendiri, gue cuman punya lho disini". Ujar Gisella menangis.


"Gue mohon, maafin gue Cleo, gue gamau kehilangan lho hiks hiks". Ujarnya semakin berderai air mata.


"Gue tau, gue pantas di benci sama lho, tapi gue mohon jangan ngehindarin gue, gue cuma kenal lho disini hiks hiks". Ujar Gisella semakin terisak membuat Cleoza tidak tega.


Dia membalikkan badannya, menghapus air mata Gisella, menatapnya dengan penuh rasa benci, cinta juga rindu yang bercampur aduk pada wanita di depannya, Gisella menunduk sambil masih mengeluarkan air matanya karena tidak berani menatap Cleoza.


"Ssttt.. udah jangan nangis lagi, gue mohon jangan nangis lagi". Ujar Cleoza setelah lama terdiam.


"Maaffin guee". Ujar Gisella menunduk.


"Maaf kalau gue udah niat jahat sama sepupu lho, maaf gue udah ngga ngerti perasaann lho, maafin gue karena gue.. ". Ujar Gisella terhenti karena terpotong oleh Cleoza yang memeluknya.


Cleoza melepaskan pelukannya, menatap Gisella yang hanya menunduk, dia baru kali ini melihat Gisella bersedih terlalu lama, bahkan dulu ia bersedih tentang kepergian Deffa hanya sebentar karena terganti oleh rasa amarahnya.


"Gue udah bilang, jangan nangis lagi". Ujar Cleoza mengusap air matanya.


"Gue mau maafin lho, namun ada syaratnya". Ujar Cleoza datar.


"Apa syaratnya? gue bakal lakuin asal lho mau maafin gue". Ujar Gisella bersemangat.


"Syaratnya adalah lho harus pergi dari hidup gue, jangan pernah muncul di hadapan gue lagi!!". Ujar Cleoza tegas membuat Gisella tersentak.

__ADS_1


Sebenci itukah lho sama gue Cleo?. Batin Gisella sedih.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka berdua, yang mendengar terkejut dengan persyaratan yang diberikan Cleoza terhadap Gisella.


"Kasian sekali dia". Ujarnya menatap pintu.


"Dia pantas mendapatkannya, sayang". Ujar lelaki tersebut.


"Baiklah, sebaiknya kita pulang saja, mungkin besok akan aku kembalikan jika waktu senggang". Ujar perempuan tersebut.


"Baikklah, yasudah kita pulang Tasya ku sayang". Ujar lelaki tersebut.


"Okee Kak Deffa ". Ujar Tasya Tersenyum manis.


Tasya dan Deffa lah yang mendengar pembicaraan Gisella juga Cleoza, setelah mendengar itu mereka berdua bergegas untuk pulang ke rumah masing - masing, tanpa rasa penasaran terhadap masalah Cleoza dan Gisella.


Gisella menatap Cleoza dengan mata yang airnya siap meluncur, dia tidak percaya dengan perkataan yang keluar dari bibir Cleoza, dia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi, ia merasa mati rasa mendengarnya.


"Kamu bercandakan? kamu ngga serius dengan perkataanmu kan Cleo?". Tanya Gisella gemetar.


"GUE BILANG PERGI!! PERGI DARI HIDUP GUE!!". Teriak Cleoza sekali lagi membuat Gisella meluncurkan air matanya.


"Baiklah, jika itu maumu, aku akan pergi dari hidupmu, aku tidak akan muncul lagi, terimakasih untuk semuanya, aku pergi Cleo, semoga kamu bahagia". Ujar Gisella sekuat mungkin agar air matanya tidak berderas.


Semoga kamu bahagia, Cleoza. Aku menyayangimu. Batin Gisella.


Gisella membalikkan badannya perlahan, dia mulai berjalan dengan perlahan, berharap Cleoza menghentikan langkahnya, namun harapan hanyalah harapan Cleoza masih diam ditempat.


Gisella memilih lari karena tidak tahan dengan air matanya yang terus saja mengalir, Cleoza yang melihat hanya mematung, dia merasakan sesak pada dadanya, dia tidak sanggup melihat Gisella menangis namun ia juga tidak bisa dekat lagi.


Maafkan aku, maafkan aku Gisella, berbahagialah sayangku. Batin Cleoza.


Bagaimana kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa Like and Comment yaa gays hehe :)


__ADS_2