
Di usianya yang sudah memasuki umur 30tahun Gevan masih terlihat awet muda, banyak yang menyangka dirinya masih berumur 20tahun an padahal aslinya sudah masuk kepala 3, saat yang lainnya sudah banyak yang mempunyai anak beda dengan dirinya yang baru menikah.
Aera yang melihat suaminya termenung sambil menatap pemandangan keindahan Paris menghampiri, ia memeluk Gevan membuat sang empunya tersadar lalu mengubah posisi nya menjadi berhadapan dengan Aera.
"Kamu udah selesai mandi sayang?". Tanya Gevan pada istrinya.
"Iya udah sayang, kamu kenapa melamun?". Tanya Aera pada suaminya.
"Ngga papa sayang, aku cuman mikir apakah bisa mempunyai anak disaat umurku sudah memasuki kepala tiga? sedangkan yang lainnya sudah mempunyai anak atau bahkan calon anak". Jawab Gevan membuat Aera menghela nafas.
"Ya bisa lah sayangg, kita bikin anak aja, selama bulan madu aku siap di tempur kok hehe". Ujar Aera tak lagi membuat Gevan terkejut karena Aera memang beda.
"Yakinn nihh? jangan mancing singa tidur kamu". Ujar Gevan pada istrinya.
"Yakin lah suamiku". Ujar Aera mengedipkan matanya sebelum berlari ke kasur.
Gevan yang melihat itu merasa tertantang , ia membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya, Aera yang melihat itu merasa senang memancing suaminya, Aera itu orangnya agak agresif ternyata.
"Sayangg, ini malam pertama kita setelah seminggu kamu halangan, apa kamu siap?". Tanya Gevan pada istrinya.
"Tentu saja aku siap". Jawab Aera dengan tersenyum pada suaminya.
"Tapi ini akan sakit di awal". Ujar Gevan pada nya.
"Ya aku tau sayang, aku sudah menanyakan tentang itu pada kak Ayna ataupun Ayumna". Ujar Aera membuat Gevan melongo.
"Okee kita mulaii". Ujar Gevan pada istrinya.
"Eitss main mulai aja, pemanasan dulu sayang". Ujar Aera yang langsung mengubah posisi jadi di atas suaminya.
Gevan yang melihat itu kagett, istrinya sangat agresif sekali tapi ia suka, Aera mencium bibir suaminya dengan lembut hingga menjadi ******* yang bergairah, Gevan yang sudah bergairah pun segera menarik istrinya untuk berada dibawah.
Hingga beberapa jam kemudian mereka selesai melakukan malam pertama mereka berdua, Gevan memeluk istrinya yang kelelahan sedangkan Aera merasa nyaman dipelukan suaminya, Aera sangat bersyukur memiliki Gevan.
"Makasih sayang, kamu telah menjaga nya". Ujar Gevan mencium kening istrinya.
"Iyaa sayangg, udah ahh aku ngantuk". Ujar Aera memeluk suaminya.
"Aku mencintaimu syaang". Ujar Gevan yang hanya diangguki oleh istrinya.
Gevan pun tertidur pulas dengan memeluk istrinya, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul jam dua siang, Aera terbangun lebih dulu lalu menoleh pada suaminya.
"Suamiku ganteng banget sih, untung aja ga ketuker karena kamu begitu mirip sama suaminya kak Ayna sayang". Gumam Aera mengelus pahatan wajah suaminya.
__ADS_1
"Aku bersyukur bisa menjadi istrimu, walau pun umur kita beda 4 tahun aku senang, i love you mas suamiku". Ujar Aera mencium bibir suaminya dengan lembut.
Gevan bangun saat melihat istrinya dia tersenyum lalu mengecup kening istrinya, Aera pun mengecup kening suaminya membuat mereka tertawa bersama, Gevan kembali memeluk istrinya karena ia masih mengantuk.
Aera tidak bisa tidur pun membangunkan suaminya, karena ia menginginkannya lagi, akhirnya Gevan kembali melakukannya hingga beberapa ronde, setelahnya mereka berpelukan.
"Ishh capek, kamu sihh tempur aku terus". Ujar Aera pada nya.
"Lohh kamu yang mintaa, kamu juga bilang gapapa kan aku tempur terus selama bulan madu". Ujar Gevan menggelitiki pinggang istrinya.
Aera yang tidak tahan dengan gelitikan suaminya pun tertawa, ia meminta ampun pada suaminya tetapi Gevan tidak perduli ia terus menggelitiki istrinya itu.
"Hahahaa sayangg udahh pleasee lepasin".
"Hahaha ngga sayang, ini hukuman buat kamu yang mancing singa tidur".
"Hahaha aduhh gelii udahh ahh hahahaa gelii sayang".
"Ampun sayangg, udah ihh gelii".
Aera terus saja berteriak meminta suaminya untuk berhentii, hingga beberapa menit kemudian Gevan menghentikan nya membuat Aera menghela nafas lega, karena ia memang tidak kuat dengan digelitiki seperti tadi.
"Kamu nyebelin banget sih". Ujar Aera pada suaminya.
"Tapi kamu cinta kan sayang?". Tanya Gevan sambil menggoda Aera.
"Makasih sayang, berkat kamu trauma aku hilang sepenuhnya". Ujar Gevan memeluk istrinya.
"Iyaa sayang, aku akan selalu ada disamping kamu, aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti suamiku yang tampan ini". Ujar Aera membuat Gevan tersenyum.
Beberapa jam kemudian, kini mereka berdua sedang bersantai sambil menonton televisi romantis, sambil menyuapi istrinya Gevan terus menyaksikan tayangan televisi tersebut.
"Wahh romantisnya". Ujar Aera membuat Gevan menoleh.
"Romantis dia apa aku?". Tanya Gevan dengan cemburu.
"Ishh SuamiKu Ini cemburu yaa, jelas saja setiap pasangan akan menyebut mereka romantis termasuk kita berdua". jawab Aera pada Gevan serta memeluknya.
Gevan yang mendengar itu pun tersenyum senang, ia mengusap rambut istrinya lalu mengecup keningnya, setelahnya kembali menonton televisi bersama istrinya.
"Sayang, kamu mau punya anak berapa?". Tanya Gevan tiba tiba.
"Heum aku sih pengen punya anak banyak sayang, kalau kamu?". tanya balik Aera pada suaminya.
__ADS_1
"Heum kalau aku dua aja cukup sayang". Jawab Gevan pada istrinya.
"Ihh kok dua sih? yang banyak dong biar rezeki nya juga banyak". Ujar Aera kesal pada suaminya.
"Loh sayang, rezeki sudah ada yang mengatur". Ujar Gevan pada istrinya.
Aera tersenyum saat Gevan mengelus rambutnya lembut, ia memeluk suaminya karena nyaman, sambil memakan cemilan serta menonton televisi, tapi ada yang membuat ia kesal, suaminya itu mempermainkannya.
Gevan yang melihat itu pun tersenyum, karena sangat lucu sekali istrinya itu padahal umurnya sudah 26 tahun bukan bocah yang berumur 17tahun lagi, tetapi Aera masih menggemaskan sekali pikirnya.
Ting!
...Mami Gisella...
...Online...
Jangan lupa oleh olehnya cucu ya buat mami
^^^Asyiap mam^^^
Harus kembar yaa 😂
^^^Ish mam, emangnya bisa diatur sendiri harus dapet kembar 😒^^^
Bercanda Gevan, Aera sedang apa?
^^^Sedang merajuk mam^^^
Loh kamu apakan dia? sampai merajuk?
^^^Aku tidak memberinya jatah mam, agresif sekali sih, turunan mami apa Papi?^^^
Ish turunan Papi bukan mami juga bukan, apa jangan jangan Aera bukan anak kita gitu ya 😂
^^^Mami tega ishh ,aku anak mami sama Papi lahhh , tau ah kesel. ga suami ga orangtua sama aja 😑^^^
Aera menyimpan ponselnya di meja, lalu pergi ke kamar meninggalkan Gevan sendiri di sana, Gevan menggelengkan kepalanya melihat istrinya seperti itu, akhirnya ia menyusul istrinya yang ternyata sedang menangis.
"Maafin aku Syaang, jangan nangis lagi ya". Ujar Gevan memeluk istrinya.
"Heum kamu nyebelin hiks hiks". Tangis Area dipelukan Gevan.
"Iyaa syang maafin aku yaa, aku gaakan gitu lagi kok". Ujar Gevan pada istrinya.
__ADS_1
Aera menganggukkan kepalanya, lalu kembali tertidur di pelukan suaminya, Gevan yang melihat itu menidurkan istrinya di ranjang, setelahnya ia pun menyelimuti istrinya yang terlelap sebelum pergi mencari makan.
Ini seharusnya update kemarin :)