My Handsome Husband

My Handsome Husband
Bonchap 7


__ADS_3

Diego memeluk istrinya yang sedang memasak di dapur, membuat sang istri terkejut untung saja pisau yang ia pegang tidak ia timpuk pada suaminya, Diego masih memeluk istrinya membuat Anggun sulit bergerak.


"Mas lepas ih, aku lagi masak inii". Ujar Anggun pada suaminya.


"Yaudah masak aja sayang". Ujarnya pada istrinya.


"Aku susah gerak mas, lepas dulu". Rengek Anggun pada suaminya.


"Iya udah iyaa sayang, ini mas lepasin". Ujar Diego pada nya.


"Yaudah sana mas tunggu aja di kursi". Ujar Anggun pada suaminya.


Diego pun duduk di kursi melihat betapa lihainya Anggun memasak, hingga beberapa menit kemudian Anggun membawa masakan tersebut ke meja makan, Diego yang melihat itu menelan ludahnya karena wangi masakan istrinya membuatnya lapar.


"Wangi masakannya bikin aku laper sayang". Ujar Diego pada istrinya.


"Yaudah sebentar ya mas, masih ada yang belum aku siapin". Ujar Anggun tersenyum pada suaminya.


"Aku bantu ya sayangg". Ujar Diego pada nya.


"Boleh sayang". Ujarnya pada Diego.


"Wahh lagi pada mau makan yaa Uncle". Ujar seseorang membuat mereka menoleh.


"Nabila!". Panggil mereka berdua.


"Haii Uncle Aunty". Ujarnya tersenyum pada mereka berdua.


Diego menyuruh ponakannya untuk sarapan bersama, Anggun mengalas nasi serta lauk untuk keduanya, Anggun merasa senang kedatangan ponakannya yang sedang belajar di luar negeri, ketiganya menikmati sarapan dengan nikmat hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis.


"Bagaimana kuliah mu disana Bil?". Tanya Anggun pada ponakannya.


"Menyebalkan sekali aunty". Jawabnya dengan cemberut.


"Loh memangnya kenapa? ada apa? sehingga membuatmu seperti itu?". Tanya Diego pada Nabila.


"Bagaimana aku ngga sebal coba? ada satu mahasiswa yang terus aja ngejar aku, mending kalau cowok, ini cewek ihh". Jawab Nabila merengek pada keduanya.


"Maksudnya? cewek itu suka kamu? apa gimana sayang?". Tanya Anggun pada ponakannya.

__ADS_1


"Iyaa ihh masa ngajak aku pacaran, aku mau pindah aja rasanya ke jakarta, aku gamauu ihh dikejar terus". Rengek Nabila pada keduanya.


Anggun dan Diego terkejut mendengarnya, karena masih saja ada yang suka dengan sesama jenis, mereka berdua menenangkan Nabila serta menyuruhnya untuk berbicara pada Leo dan Alya yang merupakan orangtuanya.


"Yaudah, Nabila pulang ya Uncle Aunty, soalnya gaada yang tau kepulangan Nabila ke tanah air, bye bye". Ujar Nabila berlalu pergi dari hadapan keduanya.


"Aishh kebiasaan banget dah tuh bocah". Ujar Diego melihat mobil ponakannya.


"Udah mas biarin aja lagian dia emang gitu kan". Ujar Anggun pada suaminya.


"Terlalu pintar dia sayang, masih umur 18tahun aja udah kuliah, aku aja pas umur 19tahun loh". Ujar Diego pada istrinya.


"Cuma beda setahun mas, ya sebelas dua belas lah sama Nabila". Ujar Anggun terkekeh.


Anggun mengurus suaminya yang manja, karena akan pergi ke rumah sakit, dimulai memakaikan kemeja hingga dasi, serta mengantar suaminya kedepan pintu rumah, saat akan pergi saja Diego masih memegang lengannya.


"Mas ih udah sana berangkat, nanti asisten kamu uring uringan loh". Ujar Anggun pada suaminya.


"Heum masih kangen sama kamu". Ujar Diego pada istrinya.


"Ihh serumah juga kangen, udah nanti lanjut lagi, kan siang aku kesana bawa makan mas". Ujar Anggun menepuk lengan suaminya.


Anggun yang melihat itu terkekeh, ia pun mengecup bibir suaminya itu, saat akan melepaskannya ternyata Diego menahan, hingga beberapa menit kemudian Diego menyudahi ciumannya.


"Aku berangkat ya, baik baik dirumah sayang, jangan nakal". ujar Diego pada istrinya.


"Harusnya aku yang bilang gitu, jangan nakal loh mas, banyak cewek cantik disana". Ujar Anggun pada suaminya.


"Secantik apapun mereka, dimataku hanya kamu yang paling cantik syaang". Ujar Diego membuat Anggun malu.


"Udah ahh sana berangkat". Ujarnya pada suaminya.


Setelah melihat mobil suaminya pergi ia pun kembali masuk ke dalam rumah, saat sedang membersihkan rumahnya ia melihat barang suaminya yang tertinggal, Anggun menepuk jidatnya karena kebiasaan suaminya yang tidak memeriksa kembali.


Anggun bersiap siap untuk ke rumah sakit, ia juga telah mengabari suaminya akan ke rumah sakit untuk mengantar barang suaminya yang tertinggal, sedangkan di rumah sakit Diego merasa senang karena penyemangatnya akan datang.


Beberapa menit kemudian Anggun sampai di rumah sakit As Salim, ia bertemu dengan mertuanya lalu menyalimi tangan mereka sebelum keruangan suaminya, hingga kini Anggun berada di depan pintu ruangan suaminya ia menarik nafasnya sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Mas Al". Panggil Anggun membuat suaminya menoleh.

__ADS_1


"Sayang, kamu udah sampai aja". Ujarnya menghampiri istrinya.


"Ini barang kamu yang ketinggalan mas". Ujar Anggun pada suaminya.


"Terimakasih ya sayang". Ujarnya diangguki oleh istrinya.


"Capek banget akuu mas". Ujar Anggun yang duduk dikursi samping suaminya.


"Kamu lari sayang?". Tanya Diego terkekeh pada istrinya.


"Yaiyalah mas, aku takut kamu ada pasien tapi barang kamu ketinggalan di rumah". Jawab Anggun dengan kesal.


"Haha maaff sayang maaf yaa". Ujar Diego memeluk istrinya.


Anggun hanya mengangguk, baru jam 8 siang ia pun izin ke suaminya untuk ke rumah orangtua nya, Diego menawarkan diri untuk mengantarnya tetapi Anggun menolak karena ia diantar oleh sopir, Diego hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


Beberapa menit kemudian Anggun sampai di rumah kediaman orangtuanya , namun yang ia lihat banyak nya orang disana hingga membuat Anggun penasaran, ia melihat kedua orangnya ditutupi kain putih, Anggun menghampiri mereka sambil isak tangis.


"Kak, apa yang terjadi sama papah dan mamah?". Tanya Anggun pada mereka.


"Anggun kamu harus sabar, papah dan mamah kamu meninggal sayang karena kecelakaan". Jawab Bella membuat Anggun menoleh.


"Ngga! ngga mungkin Aunty!! ngga mungkin papah dan mamah pergii hiks hiks , papahh mamah bangunn hiks hiks". Teriak Anggun memeluk tubuh keduanya.


"Sabar sayang". Ujar Diego memeluk istrinya.


Diego dikabari oleh yang lainnya bahwa mertuanya meninggal dunia, membuat Diego langsung bergegas mendatangi rumah mertuanya, Anggun memeluk suaminya dengan isak tangisnya.


"Coba mas periksa papah dan mamah, mereka ga mungkin meninggal mas hiks hiks". Ujar Anggun pada suaminya.


"Sayang, hey tenang ini sudah takdirnya sayang". Ujar Diego memeluk istrinya.


"Tapi Mas hiks hiks mamah dan papah--". Sebelum melanjutkan ucapannya pada suaminya kegelapan merenggutnya.


"Sayangg, bangun". Ujar Diego panik.


"Bawa ke kamar aja Go". Ujar Alya padanya.


"Iyaa kak". Ujarnya pada kakak ipar nya.

__ADS_1


Diego membawa istrinya ke kamar biasa istrinya sebelum menikah dengannya, ia menidurkan istrinya di ranjang tidur lalu mengusap rambut istrinya dengan lembut, ia merasa kasihan pada nya baru saja menikah selama setahun tetapi kedua orangtua nya telah pergi bahkan sebelum melihat cucu dari Anggun.


__ADS_2